Selasa, 18 Agustus 2009
Diduga Kades Sungai Ondok Gelapkan Raskin
Ironis memang, ketika seorang Kades yang telah dipercaya untuk meminpin desa, tega menggelapkan Raskin, seperti yang dilakukan oknum Kades Sungai Ondok, M Amir, sehingga warga mengadukan tindakan Kadesnya kepada Bupati Ogan Ilir (OI), baru-baru ini.
Laporan warga, yang ditandatangani Mursidi Muzin dan rekannya, paling tidak, ada tiga hal yang menjadi tuntutan pokok yaitu, M Amir membuat surat pengangkatan pemberhentian pengurus desa tanpa melalui rapat BPD, menggelapkan dana pembangunan Masjid Rp2,5 juta bantuan Bupati OI H Mawardi Yahya, serta penggelapan
beras untuk warga miskin
(Raskin). Menurut laporan warga, yang diwakili Mursidi, jatah Raskin Desa Sungai Ondok sebanyak 2.300 kg, untuk 171 KK. Raskin tersebut oleh Kades M Amir, dibagikan per KK hanya 10 kg, dengan demikian, jumlah Raskin yang dibagikan hanya 1.710 kg, sisanya 590 kg diduga digelapkan Kades M Amir.
Kades Sungai Ondok Kecamatan Pemulutan Selatan OI, M Amir, saat ditemui tidak berada ditempat, dihubungi melalui HP tidak berhasil.
Sementara itu Camat Pemulutan Selatan, Bachrussyarif SPd, saat dihubungi lewat telpon genggamnya berjanji untuk menghubungi Kades M Amir, dan meminta penjelasan yang bersangkutan, namun hingga berita ini dimuat, belum ada penjelasan lebih lanjut dari Bachrussyarif SPd. (gus)
Pengadilan Tipikor Bakal Ada di Daerah
Sesuai keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), pengadilan korupsi diseluruh daerah tidak akan digelar melalui pengadilan negeri, maka itu Pemerintah sesegera mungkin akan membentuk Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), kata Menteri Hukum dan Ham, Andi Matalatta, hari Jum'at kemarin, saat jumpa pers di kantor Dephan, Jakarta. "kami tidak
menyikapi putusan MK, cuma melaksanakannya," tegas Andi bersemangat.
Hal itu guna menghindari dualisme peradilan tindak pidana korupsi dtanah air, direncanakan pemerintah akan membentuk tipikor dibawah 400 pengadilan negeri.
"Masalah nya, bisa tidak negara ini menyediakan 400 pengadilan tipikor. Atau opsinya, menyediakan 33 pengadilan
tipikor di setiap provinsi," terang Andi Matalatta serius. Dan katanya lagi, persiapan untuk pembentukan pengadilan tipikor komposisi hakimnya masih harus diperdebatkan, sebab majelis hakim tipikor yang ada saat ini masih terdiri dari hakim ad hoc. "Bisa tidak MA menyediakan hakim di sekian banyak pengadilan tipikor, baik itu ad hoc maupun karir," tandasnya. (net/ap).
Jago Merah Mengamuk di Pasar Kayuagung
Akibat arus pendek listrik sekitar pukul 7.30 beberapa hari lalu, 14 kios di Pasar Pagi Kayuagung ludes terbakar, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini namun kerugian materi ditaksi mencapai Rp200 juta. Api diduga berasal dari kios blok B No 13 milik H Herma, warga desa Bulu Cawang, Kecamatan Kota Kayuagung. Kios ini berisi jualan perabot rumah tangga seperti, spring bed, tikar plastik, ambal serta barang-barang elektronik lainnya. Kobaran api yang menyetan itu sempat membuat para pedagang dan pembeli dipasar saat itu panik, saling bahu membahu dengan peralatan apa adanya warga terlihat berusaha memadam api. Namun, karena api membesar dengan kobaran yang cepat sehingga beberapa kios habis menjadi abu. Selang beberapa saat ketika api membesar datang petugas pemadam kebakaran sehingga tidak terlalu lama sijago merah berhasil dijinakkan. Setelah api padam maka diketahui ada 4 kios berikut isinya ludes sementara 1o kios lainnya mengalami rusak ringan. Belumdiketahui secara pasti akibat kebakaran itu apakah ada yang diperiksa polisi. (icl)
Jimny Putih Nyasar ke Sungai
Sial tak dapat ditolak, balak tak dapat dielak, begitulah nasib yang menimpa Anuar Sadat, saat mobil Jimny putih milik kakaknya, nyungsep ke Batang hari (sungai, bahasa daerah setempat), akibat terlena di tikungan Jalan Genting antara Desa Ulak Depati dan Desa Kandis, Kecamatan Pampangan OKI. Anuar Sadat, warga Desa Duren Gadis, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, saat ditemui "Agung Post" menuturkan, dak mungkin tepelencok ke Batang ari ini kalu dak gara-gara meneri caset tip mobil. "Masih untung Batang hari ini sudah kering kalu dak merebek masok ayek, dak pacak lagi nak ngelak biar mobil penyat penyot asal nyawo dak melayang," sesal Anuar dengan gaya bahasanya.Walaupun kaki sedikit luka lecet, Anuar dan kedua temannya sempat dibawa warga ke Puskesmas Pampangan, Anuar tetap tenang meskipun terlihat trauma, sambil duduk termenung dan berpikir bagaimana memperbaiki mobil tersebut, karena kerusakannya sangat parah.Disisi lain, seorang warga tanpa baju, berdiri tegap dengan badannya yang hitam karena sengatan matahari, bernama Udin nyeletuk, memecahkan kebisuan, katanya, tak terhitung sudah berapa kali di Jalan Genting ini terjadi kecelakaan, jalannya sempit karena tanah longsor sedikit demi sedikit, seharusnya ada dinding beton di kiri kanan jalan, agar tidak longsor, tutur udin serius. (kdm)
Warga Muarabaru OKI Babak Belur
Berbagai modus operandi kejahatan kembali bermunculan, seperti berpura-pura sudah kenal, merasa hibah dan lain sebagainya. Modus kejahatan sering terjadi pada sopir kendaraan roda empat. Seperti, dialami Toni bin Kasim (51) warga Jalan Garuda No 3 Kelurahan Lubuk Tanjung, Kota Lubuk Linggau, Mura. Dia kehilangan HP Nokia 6070 saat ban mobilnya tiba-tiba pecah, hal itu terjadi, di Desa Sukaraja Baru, Kecamatan Indralaya Selatan, Ogan Ilir, sekitar pukul 23.00 belum lama ini.Saat mengganti ban, tiba-tiba datang tiga pemuda dengan berpura-pura menolong, semula tanpa curiga, Toni menerima dan merasa tertolong. Namun, perasaan aneh ada dalam hatinya, ketika salah seorang diantara yang katanya dewa penolong bernama Febri bin Herman (19), warga Desa Muarabaru Kayuagung OKI, tak berada lagi diantara mereka, melainkan menyelinap ke depan truk. Diduga saat melihat HP yang terletak di dekat stir mobil, timbul niat jahat untuk mengambilnya. Merasa curiga, Toni bergerak mengikuti pelaku, ternyata benar HP miliknya sudah berpindah tangan maka saat itu juga Toni berteriak maling. Sehingga, mengundang puluhan warga sekitar itu berdatangan dan langsung menangkap pelaku dan menjadi bulan-bulanan warga hingga babak belur. Untung saja dalam waktu bersamaan melintas petugas Polsek Tanjung Batu OI dan mengamankan pelaku dari amukan warga, namun kedua orang teman pelaku berhasil melarikan diri. Ka Polres OI, AKBP Aman Gane SH, melalui Ka Polsek Tanjungbatu OI, Iptu Supli mengatakan, peristiwa kejahatan yang dialami sopir truk, Toni bin Kasim, merupakan salah satu modus operandi kejahatan yang sering terjadi di sepanjang Jalantim Kayuagung-Palembang, lokasi ini merupakan wilayah hukum Polsek Tanjungbatu OI. Tersangka pelaku memang dikenal sebagai komplotan tindak kejahatan yang sering bereaksi di sepanjang Jalintim Palembang-Kayuagung OKI. Lebih lanjut, dihimbau kepada pengendara kendaraan bermotor, untuk berhati-hati dan tidak cepat percaya jika ada orang tak dikenal, lantas menawarkan jasa untuk menolong saat mendapat musibah dijalan, tegas Ka Polsek, Iptu Supli. (gus).
Kades Tidak Amanah Lengser ke Penjara
Kebenaran pasti datang dan akan mengalahkan kesalahan, sesungguhnya kesalahan pasti akan hancur.
Akibat tidak amanah selama dalam menjalankan tugas, Firdaus (43) Mantan Kepala Desa (Kades) Talangsari, Kecamatan Rantaualai, Ogan Ilir (OI), terpaksa di tangkap Polres OI.
Diduga perbuatan itu, dilakukan saat Firdaus menjabat sebagai Kades Talangsari, Kecamatan Rantaualai OI, periode tahun 2004-2008. Dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang seharusnya dinikmati warga miskin, sebesar Rp13,5juta ditilep alias dikorupsi untuk kepentingan pribadinya. Kasus diselewengkannya dana BLT ini, terungkap setelah yang bersangkutan tak lagi menjabat sebagai Kades, yang sekarang dijabat oleh Syamsul Muin.
Bermula, ketika Kades Syamsul Muin menyalurkan dana BLT tahun 2009 untuk warganya, ternyata ada tujuh orang yang namanya ada, namun sebelumnya tak pernah menerima uang BLT, tapi terdaftar dan menerima dana BLT sebagaimana arsif yang diterima dari Kades sebelumnya. Kontan saja ketujuh orang ini menuntut dana BLT sebelum nya, terlebih lagi mereka merasa tanda tangan bukti peneriamaan uang BLT dipalsukan. Ketujuh orang tersebut yaitu, Lukman (40), Maria (almarhumah), M Nasir (45), Daud (41), Syukri
(55), Nurdin (40) dan Yahmi (50).
Ka Polres OI, AKBP Aman Gane melalui Kanit Tipikor, Ipda Harmiyanto, saat dikonfirmasi "Agung Post" menjelaskan, modus penyelewengan yang dilakukan Firdaus, mantan Kades Talangsari Kecamatan Rantaualai OI sewaktu menjabat Kades, yaitu dengan cara membuat surat kuasa dari ketujuh orang warga kepada dirinya untuk mengambil dana BLT periode tahun 2006 dan priode tahun 2008 pada Kantor Pos Tanjungraja OI, tetapi tanda tangan warga dipalsukan Firdaus, dengan berbekal surat kuasa itu, Kantor Pos Tanjungraja OI mencairkan dana BLT kepada Firdaus. Ironisnya, uang tersebut dipergunakan untuk kepentingan keluarganya.
Pelaku sendiri ketika diminta keterangannya mengatakan, mengakui segala perbuatan nya, dan digunakan untuk membia yai keluarganya yang sedang sakit.
Salah seorang warga Desa Talangsari, Kecamatan Ranatualai OI, yang tidak mau ditulis namanya kepada "Agung Post" mengatakan, benar kata Bupati OI, H Mawardi Yahya, orang pintar sangat banyak, tetapi orang amanah sangat sedikit, pemerintahan ini perlu pemimpin orang-orang yang amanah, jika tidak, maka cita-cita OI sejahtera tidak akan tercapai. Saya selaku warga sangat prihatin jika masih ada pemimpin yang tidak amanah, ungkapnya mengakhiri. (gus)
Warga Plaju Korban Tabrak Lari
Kecalakan kembali terjadi di Jalintum Palembang-Indralaya, kali ini korbannya adalah seorang pengendara motor Honda BG 3639 NO bernama Romli (65), warga Jl Kopral Saiman Lrg Pertemuan No 942 Rt 10/04 Kelurahan Baguskuning Plaju, korban tabrak lari ini, akhirnya meninggal di tempat karena mengalami luka sangat parah. Peristiwa naas ini terjadi di Simpang Pelabuhan Dalam Pemulutan Ogan Ilir sekitar pukul 09.45 Minggu (26-7) lalu.
Menurut keterangan warga yang melihat kejadian itu, korban saat itu melaju dari arah Palembang ke Indralaya dan menabrak mobil Carry pick up, hingga ia terpental ke aspal, tiba-tiba dari arah
berlawanan, melintas truk dan langsung melindas korban. Kedua kendaraan, baik pick up maupun truk yang melindas korban telah melarikan diri, alias tabrak lari, ditambah lagi dengan tidak diketahui nomor polisi dan siapa pengemudinya.
Lanjut seorang warga, yang sedang duduk di pinggir jalan, mengatakan, bahwa korban tiba-tiba saja menabrak mobil Carry, mungkin mengantuk akibatnya menabrak mobil Carry, karena terkejut, korban tidak sempat mengerem laju kendaraannya, sopir carry yang melihat mobilnya ditabrak dari belakang, bukannya berhenti, malah tancap gas meninggalkan korban," tuturnya lugas.
Melihat peristiwa kecelakaan ini, warga sekitar masih sempat memberikan pertolongan, walaupun usaha mereka ternyata sia-sia, karena korban telah tewas, kejadian ini ditangani petugas Pos Lantas Kayuara Polres OI, Bripda Kemas Hamid dan petugas lainnya dengan membawa korban ke RSMH Palembang untuk divisum.
Ka Polres Ogan Ilir, AKBP Aman Gane, melalui Kasat Lantas OI, AKP Rahmat Syawal Pakpahan, dan Ka Pospol Lantas Kayuara, Aipda Asep Nanang, membenarkan kejadian tersebut, seraya menghimbau warga agar tidak membawa kendaraan, kalau terasa ngantuk, ucapnya serius. (gus)
Selasa, 07 Juli 2009
Mobnas BKD Muaraenim Masuk Sungai Enim
Mobnas BKD Muaraenim Masuk Sungai Enim
Muaraening, Agung Post
Mobil Avanza warna hitam BG 1198 D, milik Sekretaris Badan Kepe
gawaian Daerah (BKD) Kabupaten Muaraenim, M Nadjib Hasani SH,
tiba-tiba meluncur masuk sungai Enim. Walaupun tidak ada korban
jiwa, namun membuat bagian depan mobil ringsek, Kamis (4-6) pukul
10.30 di Depan Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Muaraenim.
Menurut salah seorang Pegawai BKD Muaraenim, Boby Setyawan, yang
kebetulan melihat langsung kejadian tersebut, bahwa siang itu, ia
bersama beberapa temannya sedang memasang meja kerja di teras
kantor BKD Muaraenim. Ketika sedang asyik bekerja, tiba-tiba ia
melihat ada mobil yang sedang parkir dihalaman kantornya meluncur
perlahan-lahan ke arah Sungai Enim. Melihat hal tersebut iapun
langsung mengajak rekannya berlari ke arah mobil berusaha untuk
menahan laju mobil. Namun ternyata ia kalah tenaga sehingga tidak
mampu menahannya dan akhirnya masuk ke dalam bibir jurang Sungai
Enim.
Awalnya kami berupaya untuk menahan laju mobil tersebut. Namun
karena posisi tanah miring kami tidak sanggup menahannya karena
bertambah berat, ujarnya.
Menurut M Nadjib yang menjabat sebagai Sekretaris BKD Muaraenim,
bahwa mobil kesayangannya tersebut memang hampir setiap hari ia
parkir dilokasi tersebut didepan kantor BKD muaarenim. Namun
tidak tahu mengapa, hari ini, mungkin ia kurang kuat menarik rem
tangannya sehingga kendaraannya masih berjalan. Namun walaupun
masuk ke dalam jurang, ia masih tetap bersyukur sebab mobilnya
tidak sempat masuk kedalam air sebab tertahan oleh pepohonan dan
semak-semak. Setelah ia melihat mobilnya masuk ke dalam sungai
Enim, iapun langsung menelpon Satlantas Muaraenim guna meminta
bantuan mobil derek. Setelah kendaraan derek tiba, dengan dibantu
oleh para PNS tidaklama kemudian mobilnya berhasil ditarik ke
permukaan. Jika tidak sempat tertahan dan masuk sungai Enim,
mungkin kerusakannya akan parah sekali, ucapnya.(SIN)
Pelaku Curas OI Keok Didor Polisi
Indralaya, Agung Post.
Residivis remaja kambuhan Ogan Ilir (OI) Heriansyah bin Abunawar (18) warga Jalan Sarjana Kelurahan Timbangan Indralaya Utara OI terakhir sebagai pelaku kasus 365 (Curas) terhadap seorang mahasiswa Unsri Indralaya OI ktober 2008 lalu keok diterjang timah panas anggota Buser Polsek Indralaya.
Ka Polres OI, AKBP Aman Gane SH melalui Ka Polsek Indralaya, IPTU Aditya Kurniawan SH, membenarkan penangkapan tersangka kasus 365 Heriansyah bin Abunawar. Penagkapan dipimpin Kanit Res Polsek Indralaya Bripka Mansyur bersama 9 anggota lainnya.
Pelaku kasus 365 Heriansyah Oktober 2008 lalu merupakan salah satu target operasi (TO) Polsek Indralaya, pelaku tindak kekerasan perampasan Hand Phon (hp) milik mahasiswa Unsri Indralaya Satria Okta reza (21) saat korban bersama tiga orang temannya sedang berjalan kaki tiba-tiba datang pelaku yang langsung merampas hp milik korban sehingga terjadi perkelahian, saat itu pelaku menusukkan senjata tajam berupa pisau yang menyebabkan korban terkena luka tusuk pada rusuk kanan dan lecet pada lengan.
Pelaku lantas melarikan diri, sehingga pada akhirnya selasa malam 02 Juni 2009 tersangka berhasil diciduk dikediaman salah satu keluarganya di jalan sarjana Kelurahan Timbangan Indralaya Utara.
Ka Polsek Indralaya IPTU Aditya Kurniawan SH kepada "Agung Post" menuturkan, begitu petugas mengetahui pelaku sejak 9 bulan lalu menghilang dan terlihat keberadaannya di Jalan Sarjana, petugas langsung bergerak dibawah pimpinan Kanit Res Polsek Indralaya Bripka Mansyur untuk melakukan penangkapan. Begitu melihat kehadiran petugas, pelaku berusaha melarikan diri dari sergapan petugas, petugas mengadakan tembakan peringatan keudara sebanyak tiga kali agar pelaku tidak kabur, namun tidak diindahkan.
Tidak mau kehilangan mangsanya, petugas Buser Polsek Indralaya akhirnya terpaksa menghadiahi timah panah langsung mengenai kaki pelaku dan keok.
Ka Polres OI AKBP Aman Gane SH mengatakan kita sangat konsen untuk memberantas tindak kejahatan khusunya dalam wilayah OI, sebelum itu Polsek Indralaya juga berhasil mengungkap kasus 378 (penipuan) yang dilakukan Abuyamin alias Agok (30) warga desa Tanjung Tambak Kecamatan Tanjung Batu OI juga salah seorang resedivis kambuhan OI yang sering keluar masuk hotel pradio Polisi, modus menawarkan jasa mampu menemukan kembali sebuah kendaraan motor milik Epan yang hilang, pelaku meminta uang sebesar Rp800 ribu kepada korban sebagai jasa menemukan kembali kendaraan tersebut, namun setelah ditunggu sesuai kesepakatan pelaku tidak juga membuktikan janjinya, akhirnya pelaku dilaporkan korban ke Polsek Indralaya.
Kedua pelaku kasus 365 dan 378 ini sekarang mendekam dalam tahanan Polsek Indralaya OI.(gus).
Diduga Perbaikan Jalan Lumpatan - Muara Teladan Menyimpang
Pemkab Muba melalui Dinas PU Bina Marga mengalokasikan dana untuk
perbaikan jalan mulai dari Desa Lumpatan hingga Desa Muara Tela
dan sepanjang 9,925 km menggunakan dana APBD Muba Tahun 2007/2008
yang di kerjakan PT Perdana Abadi Perkasa dengan dana sebesar
Rp9.875.872.000.-
Diduga pekerjaan proyek tersebut menyimpang karena tertera dalam
RAP enimbunan itu menggunakan sertu yang diambil dari Desa Air
Batu. Dan ternyata realisasinya dilapangan tidak menggunakan
Sertu dari Desa Air Batu, sehingga kualitas jalan tersebut sangat
buruk dan sudah banyak mengalami kerusakan seperti lobang-lobang
besar.
Berdasarkan laporan masyarakat, perbaikan jalan yang mengggunakan
dana APBD Muba Tahun 2007/2008 sepanjang jalan 9,925 km mulai
dari desa Lumpatan hingga Desa Muara Teladan itu, diduga dikerja
kan asal-asalan dan tidak sesuai RAP. Dimana didalam RAB tersebut
tertera ada penimbunan yang menggunakan Sertu dari Desa Air Batu,
pada hal sejak tahun 2007 lalu disana tidak ada lagi mensuplai
kan Sertu yang ada hanya timbunan tanah biasa. Berdasarkan kepu
tusan Bupati Muba No 57 tahun 2007 tanggal 5 Pebruari 2007 ten
tang penunjukan sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan keputu
san Bupati Muba No 104 tahun 2007 tanggal 9 April 2007. Tentang
pelimpahan tugas dan wewenang sebagai pejabat yang mengadakan
ikatan dan perjanjian kerjasama dengan pihak lain surat perjan
jian pekerjaan konstruksi fisik kontrak tahun jamak No.
620/SPPKF/APBD/ DPU.BM/ Paket XI/2007, pada hari kamis tanggal
20-4-2007 Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Paket XI pada Dinas
Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Muba adalah saudara Zainal
Aripin ST MM.
Menurut masyarakat, proyek yang di kerjakan didalam RAP itu
adalah sebagai berikut pekerjaan persiapan No 1 tebas telang
layang kiri/kanan jalan. No 2 timbunan badan jalan.
No 3 Profelering badan jalan. No 4 timbunan sertu Ex air batu
dengan volume 15.880.000. dengan dana harga satuan perkubik
259.726,52 demgan jumlah dana sertu ex air batu sebesar Rp
4.124.457.137,60. dan pekerjaan badan jalan No 1 Plat Dueker
ukuran 2x2 M. No 2 Pek dinding kepala plat Dueker. No 3 Rehab
Jembatan Kayu ukuran 12x4 M. No 4 rehab jembatan kayu ukuran 10 x
4m dengan total dana APBD Muba tahun 2007/2008 yang dihabiskan
oleh proyek tersebut sebesar Rp 9.875.872.000.- Sementara itu
Kepala Dinas Perkerjaan Umum PU Bina Marga Muba Ir Suhaimi mela
lui Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) DPU BM Muba Zainal Aripin ST MM
ketika dikonfirmasi "Agung Post" Rabu (27-5) mengatakan, proyek
itu sudah lama selesai dikerjakan oleh kontraktornya, beberapa
waktu lalu sudah kita perbaiki bagian yang mengalami kerusakan.
Soal sertu dari air batu itu saat pengerjaan proyek itu dilakukan
hanya timbunan sertu bagian atas saja dan saat tahun 2007 memang
sertu di air batu masih ada, Cuma tidak sebagus dari tahun terda
hulu seperti tidak ada butiran besar lagi, kata Zainal. (sof)
Senin, 06 Juli 2009
400 Kendaran Terjaring Razia Dishub OI.
Indralaya, Agung Post.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) OI, Safaaturrahman SH melalui Kabag Ops M Yusrizal bersama Kabag Ops Dishub Propinsi Sumsel Sudirman HM, baru baru ini, menurunkan 35 orang personil dibantu 2 orang petugas Denpom II Sriwijaya. Mengadakan razia terhadap kendaraan umum jenis angkot, angdes, angkutan barang, AKAP dan AKDP, razia meliputi kelengkapan surat-surat, izin trayek, izin usaha dan KIR kendaraan.
Operasi ini berlangsung selama dua hari dilokasi berbeda dan berhasil menjaring 400 kendaraan, diantaranya terdapat 50 kendaraan tidak memenuhi persyaratan dan perizinannya sudah tidak berlaku lagi. Sebagai tindak lanjut dari kendaraan yang terjaring ini prosesnya dilanjutkan ke kejaksaan, terang Sudirman.
Baik Kabag Ops Dishub OI M Yusrizal maupun Kabag Ops Dihub Propinsi Sumsel mengatakan, operasi ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kesadaran pengguna jalan dan pemilik kendaraan agar taat peraturan dengan wajib melengkapi semua perizinan, disamping itu agar dapat diketahui kendaraan mana yang masih layak jalan.
Kabag Ops Dishub Sumsel Sudirman, saat dimintai keterangan terkait banyaknya kendaraan angkutan berat melintas saat razia dilakukan terlihat melebihi tonase mengatakan, kita mempunyai terminal timbangan yang berada diperbatasan OKI - Lampung disanalah menentukan lebih tidaknya muatan kendaraan tersebut, jika ternyata melebihi tonase maka dikenakan sangsi wajib membayar denda sebanyak kelebihan muatan.
Terkait adanya penarikan retribusi tanpa kupon yang dilakukan petugas Dishub, Kabag Ops Sumsel Sudirman menjelaskan, kita selaku pelaksana dalam hal ini Dishub telah ditarget sesuai perda untuk mendapatkan pemasukan dari retribusi pertahun, namun Sudirman tidak merinci berapa jumlah dimaksud, oleh sebab itu Dishub berkewajiban melaksanakan ini, sehingga jika tidak tercapai akan menjadi tanggung jawab kami, ujar Sudirman.
Mengenai adanya anggapan masyarakat tentang penarikan retribusi tidak memakai kupon, Sudirman mengatakan, walau demikian bukan berarti uangnya akan masuk kantong petugas, tegas Sudirman.
Ketika disinggung adanya beberapa kendaraan Dinas yang seharusnya berplat merah berubah ke plat hitam dan sebaliknya kendaraan pribadi berplat hitam berubah ke plat merah, Sudirman dengan tegas mengatakan, itu jelas melanggar peraturan dapat ditindak tegas sesuai hukum berlaku. (gus).
400 Kendaran Terjaring Razia Dishub OI.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) OI, Safaaturrahman SH melalui Kabag Ops M Yusrizal bersama Kabag Ops Dishub Propinsi Sumsel Sudirman HM, baru baru ini, menurunkan 35 orang personil dibantu 2 orang petugas Denpom II Sriwijaya. Mengadakan razia terhadap kendaraan umum jenis angkot, angdes, angkutan barang, AKAP dan AKDP, razia meliputi kelengkapan surat-surat, izin trayek, izin usaha dan KIR kendaraan.
Operasi ini berlangsung selama dua hari dilokasi berbeda dan berhasil menjaring 400 kendaraan, diantaranya terdapat 50 kendaraan tidak memenuhi persyaratan dan perizinannya sudah tidak berlaku lagi. Sebagai tindak lanjut dari kendaraan yang terjaring ini prosesnya dilanjutkan ke kejaksaan, terang Sudirman.
Baik Kabag Ops Dishub OI M Yusrizal maupun Kabag Ops Dihub Propinsi Sumsel mengatakan, operasi ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kesadaran pengguna jalan dan pemilik kendaraan agar taat peraturan dengan wajib melengkapi semua perizinan, disamping itu agar dapat diketahui kendaraan mana yang masih layak jalan.
Kabag Ops Dishub Sumsel Sudirman, saat dimintai keterangan terkait banyaknya kendaraan angkutan berat melintas saat razia dilakukan terlihat melebihi tonase mengatakan, kita mempunyai terminal timbangan yang berada diperbatasan OKI - Lampung disanalah menentukan lebih tidaknya muatan kendaraan tersebut, jika ternyata melebihi tonase maka dikenakan sangsi wajib membayar denda sebanyak kelebihan muatan.
Terkait adanya penarikan retribusi tanpa kupon yang dilakukan petugas Dishub, Kabag Ops Sumsel Sudirman menjelaskan, kita selaku pelaksana dalam hal ini Dishub telah ditarget sesuai perda untuk mendapatkan pemasukan dari retribusi pertahun, namun Sudirman tidak merinci berapa jumlah dimaksud, oleh sebab itu Dishub berkewajiban melaksanakan ini, sehingga jika tidak tercapai akan menjadi tanggung jawab kami, ujar Sudirman.
Mengenai adanya anggapan masyarakat tentang penarikan retribusi tidak memakai kupon, Sudirman mengatakan, walau demikian bukan berarti uangnya akan masuk kantong petugas, tegas Sudirman.
Ketika disinggung adanya beberapa kendaraan Dinas yang seharusnya berplat merah berubah ke plat hitam dan sebaliknya kendaraan pribadi berplat hitam berubah ke plat merah, Sudirman dengan tegas mengatakan, itu jelas melanggar peraturan dapat ditindak tegas sesuai hukum berlaku. (gus).
Minggu, 05 Juli 2009
DPRD Muba Bahas Dugaan KKN Dnas Jalan Piase
Sekayu, Agung Post
Sebanyak 300 Kepala Keluarga (KK) masyarakat desa Piase kecamatan Sekayu kabupaten Muba diduga kurang perhatian pemerintah daerah, terbukti sudah sepuluh tahun desa piase mengalami gelap gulita, ibaratnya sekarang ini baru diimingi-imingi buktinya sejak beberapa tahun lalu baru ada Tiang dan kabelnya saja.
Demikian juga masalah jalan sebagai sarana transportasi vital rakyat setempat, APBD Muba pada tahun 2007/2008 dianggarkan dana sebesar Rp1,5 Miliar untuk pembangunan 2,5 Kilometer, ternyata hanya dikerjakan 2 Kilometer saja. Saat ini kondisi jalan tersebut tak uabhnya danau untuk kubangan kerbau, dan hingga berita ini naik cetak belum ada perhatian Pemkab Muba, apalagi mengenai adanya dugaan manifulasi fisik jalan tersebut, termasuk kapan API PLN bakal dialirkan.
Akibat jalan itu rusak parah maka para penduduk sekitar sangat sulit untuk mengeluarkan hasil karet dan sawit, kata Kades Piase, Suganda.
Masih katanya kepada para wartawan, pembangunan jalan mulai dari C- VII desa Sungai Medak sepanjang 2,5 KM dibangun tahun 2007/2008 diduga mengalami penyimpangan karena hanya dikerjakan 2 Km saja. Kondisi jalan sekarang ini, katanya, telah dilaporkan warganya ke PU Muba namun hingga saat ini tidak ada tindak lanjut, demikian juga masalah Api PLN kapan dialirkan belum diketahui. Melalui pemberitaan ini Kades dan masyarakat meminta Pemkab Muba untuk memperhatikan keluhan dan usul kami menyangkut jalan dan api PLN tersebut, harapnya.
Sementara itu Wakil Ketua DPRD Muba, Ir Uzer Effendi Ms ketika dikonfirmasi tentang kerusakan berat jalan didesa piase yang diduga hanya dikerjakan 2 Km itu menyatakan, pembangunan jalan tersebut telah kita anggarkan melalui dana APBD Muba tahun 2007/2008 sepanjang 2,5 km melalui dana sebesar Rp1,5 M.
Kalau pembangunan tersebut tidak sesuai dengan dana anggaran dan Rab proyek yang ditentukan kami akan membahasnya didalan rapat Paripurna dan akan kami pertanyakan kepada saudara Bupati Muba H Fahri Azhari ST, jika terbukti pembangunan jalan itu menyimpang maka sisa dana itu harus di kembalikan kepada Negara. Dan kepada yang terlibat KKN dana jalan itu supaya dapat diproses secara hukum baik oleh Tipikor maupun Kejaksaan Muba, tegasnya. (sof)
DPRD Muba Bahas Dugaan KKN Dnas Jalan Piase
Sebanyak 300 Kepala Keluarga (KK) masyarakat desa Piase kecamatan Sekayu kabupaten Muba diduga kurang perhatian pemerintah daerah, terbukti sudah sepuluh tahun desa piase mengalami gelap gulita, ibaratnya sekarang ini baru diimingi-imingi buktinya sejak beberapa tahun lalu baru ada Tiang dan kabelnya saja.
Demikian juga masalah jalan sebagai sarana transportasi vital rakyat setempat, APBD Muba pada tahun 2007/2008 dianggarkan dana sebesar Rp1,5 Miliar untuk pembangunan 2,5 Kilometer, ternyata hanya dikerjakan 2 Kilometer saja. Saat ini kondisi jalan tersebut tak uabhnya danau untuk kubangan kerbau, dan hingga berita ini naik cetak belum ada perhatian Pemkab Muba, apalagi mengenai adanya dugaan manifulasi fisik jalan tersebut, termasuk kapan API PLN bakal dialirkan.
Akibat jalan itu rusak parah maka para penduduk sekitar sangat sulit untuk mengeluarkan hasil karet dan sawit, kata Kades Piase, Suganda.
Masih katanya kepada para wartawan, pembangunan jalan mulai dari C- VII desa Sungai Medak sepanjang 2,5 KM dibangun tahun 2007/2008 diduga mengalami penyimpangan karena hanya dikerjakan 2 Km saja. Kondisi jalan sekarang ini, katanya, telah dilaporkan warganya ke PU Muba namun hingga saat ini tidak ada tindak lanjut, demikian juga masalah Api PLN kapan dialirkan belum diketahui. Melalui pemberitaan ini Kades dan masyarakat meminta Pemkab Muba untuk memperhatikan keluhan dan usul kami menyangkut jalan dan api PLN tersebut, harapnya.
Sementara itu Wakil Ketua DPRD Muba, Ir Uzer Effendi Ms ketika dikonfirmasi tentang kerusakan berat jalan didesa piase yang diduga hanya dikerjakan 2 Km itu menyatakan, pembangunan jalan tersebut telah kita anggarkan melalui dana APBD Muba tahun 2007/2008 sepanjang 2,5 km melalui dana sebesar Rp1,5 M.
Kalau pembangunan tersebut tidak sesuai dengan dana anggaran dan Rab proyek yang ditentukan kami akan membahasnya didalan rapat Paripurna dan akan kami pertanyakan kepada saudara Bupati Muba H Fahri Azhari ST, jika terbukti pembangunan jalan itu menyimpang maka sisa dana itu harus di kembalikan kepada Negara. Dan kepada yang terlibat KKN dana jalan itu supaya dapat diproses secara hukum baik oleh Tipikor maupun Kejaksaan Muba, tegasnya. (sof)
Saluran Air di Tengah Kota Indralaya Minta Perhatian
Indralaya, Agung Post
Saluran air dipinggir jalan sepajang kota inderalaya, Ogan Ilir, kurang terawat sehingga bila turun hujan airnya meluap ketanah jalan berikut sampah-sampah rumah tangga yang ada didalam saluran tersebut. Seharusnya pihak kelurahan yang terletak dikawasan itu cepat ambil peduli dengan bergotong royopng mengerahkan kepala lingkungan dan ketua RT bersama masyarakat setempat. Saluran air yang suka meluap bila tutur hujan tersebut yaitu di depan Prumnas TPI dan Perumnas Mutiara lebih ironis lagi pipa PDAM inderalaya juga bocor sejak sethunterakhir seolah dibiarkan saja. Bocornya pipa PDAM ini juga cukup mengganggu lalu lintas karena dikawasan itu jalannya mudah rapu dan dapat mengundang bahaya. Hingga berita ini diturunkan belum ada tanda-tanda kepedulian yang berwenang, sementara beberapa pengemudi bentor dan angkutan umum banyak yang mengeluh karena dari luapan air saluran tersebut sering ada paku yang menancap di kayu dan terlindas ban kendaraan sehiungga bocor. (ap)
Rekan Karyawan PT BA Tewas di Hotel Mitra Muaraenim
Muaraenim, Agung Post.
Diduga menderita sakit jantung seorang lelaki bernama Marjono (50) warga Bekasi, sekitar pkl 09.00 Selasa kemarin, seorang karyawan swasta ditemukan tewas dalam kamar 216 lantai III Hotel Mitra Muaraenim.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun "Agung Post" korban adalah tamu hotel Mitra chek in hari sabtu malam sekitar pukul 19.30. Keesokan harinya korban masih kelihatan keluar masuk hotel, dan sejak hari senin korban tidak terlihat hingga saat ditemukan.
Setelah ditelepon beberapa kali Andi (25) karyawan hotel bagian cleaning service dan Erni (18) resepsionis hubungan lokal itu tidak diangkat.
Merasa penasaran mereka langsung ngecek, ketika akan masuk terlebih dahulu mengetuk pintu tapi lagi-lagi tidak tedengar suara, akhirnya mereka langsung membuka pintu yang hanya dikunci dengan pengait. Ternyata didapati korban sudah terbujur kaku diatas ranjang dengan posisi badan telentang sedang memakai baju kaos berwarna hitam dan celana dalam. Melihat keadaan tersebut dua karyawn hotel itu langsung menelpon polisi.
Tak lama kemudian petugas kepolisian tiba di TKP dan langsung mengadakan identifikasi dan merujuk ke RSUD Dr HM Rabain Muaraenim, didapati bahwa korban beralamat di Jl Bandung, D-235 Rt 09, RW 09 Duren Raya, Bekasi, Jawa Barat bersamaan dengan itu pula ditemukan beberapa obat salah satunya merupakan obat jantung, pakaian serta makanan ringan.
Diperkirakan korban sudah meninggal lebih dari 24 jam sebab didapati disekujur tubuh korban sudah mulai membiru dan menimbulkan bau yang tidak sedap sedangkan didalam mulut mengeluarkan darah.
Belakangan diketahui korban ditunggu oleh rekannya Mulyadi karyawan PT BA, "sejak beberapa hari lalu saya menunggu korban karena ada urusan pekerjaan," tutur Mulyadi. Dan tambahnya, pantas saja beberapa kali saya mencoba menelpon hp nya aktif akan tetapi tidak dijawaban. Ungkap Mulyadi Karyawan PTBA itu.
Masih kata Mulyadi, saya kenal dengan korban baru sekitar setangah tahun dan terakhir kali saya kontak pada hari kamis. Tiba-tiba ada khabar dari polisi bahwa korban sudah meninggal yang sekarang berada dirumah sakit, ketika dicek ternyata benar bahwa korban merupakan orang yang saya tunggu.
Kapolres Muaraenim, AKBP Yohanes Soeharmanto SH SIK saat dikonfirmasi membenarkan korban tewas dalam kamar hotel Mitra. Setelah dilakukan visum oleh tim dokter RSUD Dr HM Rabain Muaraenim tidak ditemukan ditubuh korban tanda-tanda penganiyaan atau kekerasan. Untuk sementara korban meninggal karena serangan jantung sebab kita menemukan obat yang berkenaan dengan sakit jantung.
Dijelaskannya, korban merupakan warga Bekasi Jawa Barat yang akan menemui rekannya di PT BA, sebab didalam HP korban didapati SMS yang menanyakan kapan mau ke Tanjungenim. (sin)
Senin, 15 Juni 2009
Pasutri Korban Sambaran Petir
Musibah tidak terduga ini menimpa pasangan suami istri (pasutri), Parman (34) dan Laili (32), terjadi sabtu pekan lalu sekitar pukul 19.30, ketika keluarga ini sedang bersantai dan bercengkrama di ruang tengah kediaman mereka guna melepas penat setelah seharian bekerja di kebun karet.
Menurut Parman, warga dusun 6 Tambangrambang ini, menjelaskaan kronologis seputar musibaah yang menimpa mereka, "pada malam itu, hujan mengguyur dengan lebat di sertai guntur dan halilintar yang saling bersahutan, melihat keadaan cuaca yang buruk tersebut. Dirinya langgsung memadamkan aliran listrik genset dan mencabut seluruh jack lampu dari saklarnya dan peralatan elekronik lain". Ujar Parman.
Lanjut Parman, kemudian istrinya, Laili, menghidupkann lampu pelita/petromak sebagai penerangan ala kadarnya. Beberapa menit berselang kemudian secara tiba-tiba dan berlangsung teramat cepat, Parman melihat sekelebat sinar terang di sertai suara menggelegar dan membuat kedua nya sempat panik luar biasa, bahhkan Parman merasa sekujur tubuhnya bagai terpanggang oleh bara api.
Dalam hitungan menit, ketika suasana reda, kedua Pasutri tersebut mendapati televisi mereka hancur lebur menjadi serpihan-serpihan kecil. Tidak cukup sampai di situ, seluruh baraang Elektronik seperti VCD, Kulkas serta lemari besrta isinya, dinding dan atap rumaah ikut kena imbas bahkan jebol.
Disamping itu pula, Parman menndapati pakaian yang dikenakannya sudah gosong, adapun istrinya, Laili, hingga berita ini di turunkan mengalami gangguan pendengaran/tuli sebelah kiri yang cukup serius.
Menurut Parman, atas semua musibah ini dirinya berasumsi dan berkeyakinan sebagai cobaan dari Allah untuk menguji dirinya dan keluarganya, serta dirinya beserta istri tetap bersyukur masih di beri keselamatan bersama. "Kalau harta masih bisa dicari, mas", ujar Parman dengan logat jawa nya yang khas.
Pada malam itu juga, hal serupa di alami Zuber, pada malam itu usai menunaikan solat isya di Musollah dusun 6. "Ketika lampu padam dan petir menyambar, dirinya menyak-sikan pancaran api yaang menyambar keluar dari jek lampu". Menurut Zuber, yang kesehariannnya tokoh masyarakat dusun 6 Tambang-rambang, mengatakan hal ini adalah peringatan Allah agar kita lebih mendekatan diri dan meningkatkan amal ibadah. Ujar Zuber penuh prihatin. (And/Ded)
Makhlus Halus Terjepret Kamera
Kaget, begitulah eksperesi seorang dara belia, Saleha (18), saat melihat hasil jepretan kamera handphone jenis N73, yang menjepret dirinya bersama seorang temannya, di rumah tetangganya tepatnya pada malam Jumat pekan lalu. Sebab yang tampak tak hanya mereka tapi juga ada bayangan makhlus halus yang mengapit mereka.
Menurut Saleha, hal itu dilakukan secara iseng-iseng semata dan dirinya tidak menduga sama sekali kalau hasilnya akan demikian .Diakuinya, selama ini dirinya hanya melihat tayangan-tayangan di TV, majalah, cerita orang tua dan sebagainya, seputar penampakan mahluk halus. Namun pada malam itu, dirinya sempat bergidik ngeri juga, betapa tidak secara zohir di sebelah kanannya hanya terdapat sepotong pakaian tergantung di paku, namun secara kasat mata yang terabadikan oleh jepretan kamera handphone ternyata di sana terdapat sesosok makhluk halus yang tampangnya cukup menyeramkan.
Dirinya mengakui bahwa percaya terhadap yang ghaib merupakan salah satu bagian dari rukun iman. Dan melalui pengalaman ini, diakui Saleha dapat lebih mempertebal keimanan dan keyakinan terhadap yang ghoib untuk dapat bertoleransi dalam dimensi alam masing-masing. ''Dan dengan pengalaman ini saya tidak merasa takut, karena menurut Saleha selaku umat beragama Islam, hanya Allah-lah yang wajib ditakuti,'' ujar putri sulung pasangan Abu Bakar dan Hayani yang saat ini tercatat sebagai Karyawati PT BRK.
Menanggapi hal ini, Andrian, alumnus Pondok Pesantrn Al Ittifaqiah Indralaya tahun 2000 lalu, ketika melihat hasil jepretan kamera handphone tersebut berkomentar ,Subha-nallah, inilah bukti kekuasaan Allah SWT yang menciptakan manusia dari zat yang zohir yaitu tanah dan menciptakan bangsa jin dari nyala api atau zat yang lathoif (halus). (and)
Diduga Mencuri, ABG kepergok warga
Sepandai-pandainya tupai melompat, suatu saat pasti akan jatuh juga. Mungkin itu adalah pepatah yang tepat buat seorang remaja tanggung, Irawan (14), yang tertangkap basah saat melakukan aksinya (mencuri) oleh warga Dusun VI Desa Tambanganrambang. Menurut Kadus VI, Roy (27), tertangkapnya pelaku (Irawan), adalah hasil pengembangaan dan tindak lanjut dari
laporan beberapa warganya melalui Ketua Bedeng Perumahan, Abu Bakar (40) yang sering kehilangan, baik berupa barang maupun uang, khususnya saat perumahan bedeng mereka ditinggal pergi bekerja.
''Pagi itu, Senin pekan lalu sekitar pukul 07.30, seorang warga, Yadi (48), secara kebetulan memergoki Irawan, yang hendak keluar dari dapur bedeng seorang warga yang ditinggal pergi
kerja. Merasa ada kejanggalan dan curiga, tanpa basa-basi lagi, Yadi, langsung menyerahkan terduga (Irawan) kepada pihak berwenang dalam hal ini Security PT BRK, Sopian (40), yang langsung menginterogasinya. Kepada Sopian, tertuduh akhirnya mengakui semua perbuatannya yang mengambil beberapa barang seperti rokok dan lainnya termasuk juga uang, di bedeng-bedeng warga perumahan ketika ditinggal pemiliknya kerja,'' tutur Roy.
Tak hanya itu Irawan juga mengakui, bahwa dalam melakukan aksinya hanya sendirian tanpa patner. ''Akhirnya dengan berbagai pertimbangan terutama karena yang bersangkutan masih anak-anak (abg), Sopian mengurungkan niatnya untuk menyerahkan terduga ke proses hukum selanjutnya. Dan, hendaknya dapat diselesaikan secara kekeluargaan,'' tegas Roy, bijak.
Ibu terduga, Meli, mengaku kesal atas kelakuan buruk anaknya, dan memohon maaf atas kelakuan anaknya serta secara damai mengganti barang maupun uang warga yang hilang. Kepada "Agung Post" Roy mengatakan, tampaknya kenakalan remaja bukan hanya sebatas kekerasan dan porno aksi saja, namun sudah merambat ke arah tindakan kriminal seperti pencurian. Mengingat pemuda merupakan tunas bangsa, maka hal ini hendaknya disikapi dengan keseriusan yang tinggi dan butuh perhatian ekstra dari orang tua. Dan janganlah orang tua itu, hanya mengejar materi duniawi semata karena materi bukan segala-galanya, karena ia hanyalah pelengkap.
''Sebab perhatian dan kasih sayang merupakan hal yang pokok yang dibutuhkan anak-anak di usia labil mereka dalam menemukan jati diri sebagai generasi penerus bangsa ini,'' tukas Roy. (and)