SDN 2 Pampangan Upayakan Peningkatan Kualitas
Pampangan, Agang Post
Peningkatan kualitas pendidikan terus kita upayakan melalui kekompakan dan kemampuan SDM yang ada disekolah ini, demikian Ka SDN 2 Pampangan, Erni Malani AMPd, kepada "Agung Post" diruang kerjanya, belum lama ini.
Dan lanjutnya, disiplin para guru saat melaksanakan tugas menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan yang sekaligus menjadi contoh bagi anak-anak didik. Melalui tenaga dan pikiram serta pengabdian yang serius 21 tenaga pengajar yang ada, diantara mereka hanya 12 orang guru PNS dan sembilan orang tenaga honor daerah. Sedangkan murid SDN 2 Pampangan ini tercatat 114 orang murid, mempunyai enam lokal sebagai tempat berlangsungnya proses belajar mengajar plus satu ruang guru merangkap kantor. Saat ditanyakan seputar penggunaan dana Bos, dengan spontan Erni menjelaskan, semuanya dipergunakan untuk kepentingan sekolah dan murid sesuai dengan mekanismenya. Sekilas bio data Kepala SDN2 Pampangan, Erni Malani AMA Pd, lulus dari SPG N Palembang pada tahun 1985, pernah menjadi guru honor mengajar di SD selama beberapa tahun. Hingga keluar SK pengangkatan sebagai guru pada tahun 1988, tahun 2007 diangkat menjadi Kepala SDN 2 Pampangan. (kdm).
Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan
Rabu, 08 Juli 2009
SDN 2 Bulang Minta Tambahan Gedung
SDN 2 Bulang Minta Tambahan Gedung
Muaraenim, Agung Post
SDN 2 Bulang terletak dilokasi strategis yaitu, pinggir jalan dan mudah dijangkai oleh murid-muridnya yang tinggal diberbagai arah desa tersebut. Maka itu, mayoritas sekolah ini banyak diminati selain itu prestasi sekolah dan kulitas murid SDN 2 Bulang ini cukup lumaian, selain itu halaman sekolahnya yang luas dapat digelar berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Hanya saja perbandingan kapasitas murid dengan jumlah ruang belajar masih dirasakan tidak berimbang, namun walau demikian banyak prestasi yang diraih sekolah ini. Demikian keterangan Ketua Komite Sekolah, Abu Hari pada "Agung Post" belum lama ini.
Jumlah ruangnya saat ini, ada 4 ruangan kelas terdiri dari anak ruang didik, murid kelas 1 sampai murid kelas 6 sebanyak 127 murid. Melaui pemberitaan ini Komite Sekolah berharap, pada Pemkab Muaraenim melalui Diknas Muaraenim untuk membangun tambahan ruangan kelas baru (TRK) sebanyak 2 lokal, ruangan Kepala Sekolah (RKS) dan juga Ruangan Guru (RG) serta fasilitas WC,
SDN 2 Bulang ini mempunyai lahan seluas 888 meterx 40 meter, jadi bila dibangun 2 lokal ruang kelas baru lahan tersebut masih
cukup, usulan kami ini untuk mempercepat proses belajar mengajar guna meningkatkan kualitas pendidikan, kata Abu. (sin)
Muaraenim, Agung Post
SDN 2 Bulang terletak dilokasi strategis yaitu, pinggir jalan dan mudah dijangkai oleh murid-muridnya yang tinggal diberbagai arah desa tersebut. Maka itu, mayoritas sekolah ini banyak diminati selain itu prestasi sekolah dan kulitas murid SDN 2 Bulang ini cukup lumaian, selain itu halaman sekolahnya yang luas dapat digelar berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Hanya saja perbandingan kapasitas murid dengan jumlah ruang belajar masih dirasakan tidak berimbang, namun walau demikian banyak prestasi yang diraih sekolah ini. Demikian keterangan Ketua Komite Sekolah, Abu Hari pada "Agung Post" belum lama ini.
Jumlah ruangnya saat ini, ada 4 ruangan kelas terdiri dari anak ruang didik, murid kelas 1 sampai murid kelas 6 sebanyak 127 murid. Melaui pemberitaan ini Komite Sekolah berharap, pada Pemkab Muaraenim melalui Diknas Muaraenim untuk membangun tambahan ruangan kelas baru (TRK) sebanyak 2 lokal, ruangan Kepala Sekolah (RKS) dan juga Ruangan Guru (RG) serta fasilitas WC,
SDN 2 Bulang ini mempunyai lahan seluas 888 meterx 40 meter, jadi bila dibangun 2 lokal ruang kelas baru lahan tersebut masih
cukup, usulan kami ini untuk mempercepat proses belajar mengajar guna meningkatkan kualitas pendidikan, kata Abu. (sin)
Bentengi Moral Bangsa Melalui Madrasah
Bentengi Moral Bangsa Melalui Madrasah
MADRASAH atau sekolah dengan background keagamaan, merupakan
benteng moral bagi tunas-tunas bangsa dalam menghadapi tantangan
zaman era globalisasi.
Telah sejak lama Pemkab OI, merencanakan wajib madrasah bagi
seluruh SD khususnya bagi siswakelas 4,5,6 tersebar di Kabupaten
OI, dan dalam setiap moment-moment penting Bupati OI, Ir H Mawar
di Yahya, menumandangkan pentingnya membentengi moral tunas
bangsa dalam kegiatan Wajib Madrasah, seperti dalam kata sambutan
pembukaan STQ di Kecamatan Payaraman dan saat peresmian gedung
Madrasah di desa Payaraman Barat Kecamatan payaraman serta di
beberapa moment penting lainnya.
Dan Wajib Madrasah tersebut mulai direalisasikan terhitung sejak
tahun ajaaran baru ini.
Menurut Kacabdin Lubukkeliat, M Junaidi, kegiatan Wajib Madrasah
ini merupakan kegiatan perdana dan positif serta baru Kabupaten
OI ini yang merealisasikan demikian, jadi hal ini merupakan
gebrakan tersendiri dari Pemkab OI dalam upaya membentengi moral
bangsa dalam menghadapi era globalisasi.
Dan 11 SD Lubukkeliat nyatakan kesiapannya menyambut program ini,
bahkan di salah satu SD (SD Ulakkembahang) telah merealisasikan
madrasah serta laporan kesiapan dari SD lainnya.
Hal senada di ungkapkan Kacabdin Payaraman, Adim Mursyid. Kacab
din Tanjungbatu, Wahab. dan Kacabdin Rambangkuang, Gunadi. yang
menyatakan kesiapan dan menyambut baik program positif Wajib
Madrasah, bahkan susunan kepengurusan Madrasah telah siap, jadi
tinggal realisasinya saja.
Harapan kedepan agar kiranya kegiatan ini menjadi awal bagi
peningkatan moral/akhlak bangsa kedepan.(and)
Senin, 06 Juli 2009
PMI Cabang OI Gelar Pelatihan Manajemen
PMI Cabang OI Gelar Pelatihan Manajemen
Indralaya, Agung Post
Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Ogan Ilir, belum lama ini, mengadakan Memorandum Of Understanding (MOU) untuk kesepahaman pembinaan Palang Merah Remaja (PMR) dengan Diknas Ogan Ilir, Depag Ogan Ilir, sekaligus mengadakan kegiatan pelatihan Managemen Pembina PMR Wira.
Ketua Pelaksana Kegiatan Pelatihan, Drs Syaifullah Husin dalam laporannya mengatakan, pelatihan manajeman PMR Wira cabang OI dan penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) Pembina PMR bertitik tolah dari AD/ART PMI hasil munas PMI XVIII tahun 2005, UU nomor 20 tahun 2003 tentang sistim Pendidikan Nasional. Adapun tujuannya agar PMI melalui PMR disekolah dapat lebih memasyarakat,
Mengenai fasilitator dan instruktur penyampaian materi pembinaan dilaporkan, adalah terdiri dari Pengurus PMI cabang OI dan Diknas OI yang telah besertifikat Nasional.
Adapun materi pelatihan meliputi metode ceramah interaktif, presentase, brain starming dan praktek simulasi. Kegiatan pelatihan dilaksanakan selama 3 hari bertempat diaula LPMP Sumsel Indralaya OI. Mengenai biaya sepenuhnya dibantu Pemda OI dan donatur yang tidak mengikat.
Ketua PMI cabang OI, Haifani Asmuni mengatakan, sangat berterima kasih kepada Pemda OI yang telah memberikan dukungan dan fasilitas, sehingga terselenggaranya kegiatan ini, kepada para peserta pelatihan diharapkan dapat menimba ilmu pengetahuan tentang PMI sehingga nantinya bermanfaat bagi masyarakat banyak. Anggota PMR terbuka bagi siapa saja sebagaimana sasaran yang telah berjalan yaitu para siswa SLTA/MAN sebagai generasi muda kelak menjadi insan yang berguna.
Wabub OI Iskandar SE dalam sambutannya mengatakan, PMI mempunyai tugas sosial kemanusiaan yang sangat tinggi dan tidak memandang kepentingan pribadi, kelompok dan golongan, ruang gerak PMI adalah seluruh umat manusia yang membutuhkan.
Lebih lanjut Wabub Iskandar SE menerangkan, menurut catatan, PMI cabang OI adalah penggagas MOU seperti ini untuk pertama di Sumsel. Maka itu, harap Wabup, PMI OI dapat berperan aktif menyukseskan visi dan misi Pemda OI. Kepada para peserta Wabub Iskandar SE berharap agar tekun mengikuti pelatihan sehingga pada gilirannya dapat berjiwa sosial antar sesama.
Kegiatan pelatihan diikuti sebanyak 70 orang peserta yang berasal dari 52 SMA dan MAN se Kabupaten OI serta dari unsur Korps Sukarela (KSR) PMI cabang OI.
MOU tersebut disaksikan Wabup OI Iskandar SE, Kabag Ops Polres OI
AKP Suparlan, Perwira Penghubung Koramil 0402 Indralaya, Pengurus PMI Sumsel, Para Kepala Dinas, Kantor dan Kabag dalan jajaran Pemda OI, Kepala LPMP Sumsel, para Kacabdin Diknas OI serta Kepala SMA/MAN baik negeri maupun swasta se Kabupaten OI. (gus).
Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Ogan Ilir, belum lama ini, mengadakan Memorandum Of Understanding (MOU) untuk kesepahaman pembinaan Palang Merah Remaja (PMR) dengan Diknas Ogan Ilir, Depag Ogan Ilir, sekaligus mengadakan kegiatan pelatihan Managemen Pembina PMR Wira.
Ketua Pelaksana Kegiatan Pelatihan, Drs Syaifullah Husin dalam laporannya mengatakan, pelatihan manajeman PMR Wira cabang OI dan penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) Pembina PMR bertitik tolah dari AD/ART PMI hasil munas PMI XVIII tahun 2005, UU nomor 20 tahun 2003 tentang sistim Pendidikan Nasional. Adapun tujuannya agar PMI melalui PMR disekolah dapat lebih memasyarakat,
Mengenai fasilitator dan instruktur penyampaian materi pembinaan dilaporkan, adalah terdiri dari Pengurus PMI cabang OI dan Diknas OI yang telah besertifikat Nasional.
Adapun materi pelatihan meliputi metode ceramah interaktif, presentase, brain starming dan praktek simulasi. Kegiatan pelatihan dilaksanakan selama 3 hari bertempat diaula LPMP Sumsel Indralaya OI. Mengenai biaya sepenuhnya dibantu Pemda OI dan donatur yang tidak mengikat.
Ketua PMI cabang OI, Haifani Asmuni mengatakan, sangat berterima kasih kepada Pemda OI yang telah memberikan dukungan dan fasilitas, sehingga terselenggaranya kegiatan ini, kepada para peserta pelatihan diharapkan dapat menimba ilmu pengetahuan tentang PMI sehingga nantinya bermanfaat bagi masyarakat banyak. Anggota PMR terbuka bagi siapa saja sebagaimana sasaran yang telah berjalan yaitu para siswa SLTA/MAN sebagai generasi muda kelak menjadi insan yang berguna.
Wabub OI Iskandar SE dalam sambutannya mengatakan, PMI mempunyai tugas sosial kemanusiaan yang sangat tinggi dan tidak memandang kepentingan pribadi, kelompok dan golongan, ruang gerak PMI adalah seluruh umat manusia yang membutuhkan.
Lebih lanjut Wabub Iskandar SE menerangkan, menurut catatan, PMI cabang OI adalah penggagas MOU seperti ini untuk pertama di Sumsel. Maka itu, harap Wabup, PMI OI dapat berperan aktif menyukseskan visi dan misi Pemda OI. Kepada para peserta Wabub Iskandar SE berharap agar tekun mengikuti pelatihan sehingga pada gilirannya dapat berjiwa sosial antar sesama.
Kegiatan pelatihan diikuti sebanyak 70 orang peserta yang berasal dari 52 SMA dan MAN se Kabupaten OI serta dari unsur Korps Sukarela (KSR) PMI cabang OI.
MOU tersebut disaksikan Wabup OI Iskandar SE, Kabag Ops Polres OI
AKP Suparlan, Perwira Penghubung Koramil 0402 Indralaya, Pengurus PMI Sumsel, Para Kepala Dinas, Kantor dan Kabag dalan jajaran Pemda OI, Kepala LPMP Sumsel, para Kacabdin Diknas OI serta Kepala SMA/MAN baik negeri maupun swasta se Kabupaten OI. (gus).
2 Pejabat LPMP Sumsel Ikuti Short Course di Belanda
2 Pejabat LPMP Sumsel Ikuti Short Course di Belanda
Indralaya, Agung Post
Dalam upaya menbambaha luas pengetahuan dan meningkatkan kompetensi para pejabat dilingkungan LPMP, P4TK seluruh Indonesia. Belum lama ini, Direktorat Bindiklat mengutus 20 orang untuk mengikuti kursus peningkatan Sistim Penjamin dan Peningkatan Mutu Pendidikan (SPPMP) di Quality Assrance Metherlad University (Qanu) Utrech Belanda.
Kegiatan short course ini dilaksanakan selama 10 hari yang dimulai dari tanggal 8-17 Mei 2009 lalu. Adapun peserta short course sebanyak 20 orang yang terdiri dari LPMP, P4TK dan Ditbindiklat diantara 20 tersebut, 2 orang pejabat dari LPMP Sumsel yaitu Drs H Rusman Effendi MPd (Kepala LPMP) dan Drs M Mardan Abdie MM (Kasi FSDP).
Kepala LPMP Sumatera Selatan, Drs H Rusman Efendi MPdn kepada "Agung Post" diruang kerjanya, belum lama, mengatakan, tujuan kegiatan tersebut untuk mempelajari tentang kebijakan, peraturan serta implementasi terkait dengan cakupan program SPPMP. Seperti, pengkajian mutu pendidikan, analisis dan pelaporan mutu pendidikan, serta peningkatan mutu pendidikan dan penumbuhan budaya peningkatan mutu pembelajaran. Sasaran SP2MP pada saat ini terfokus pada penjamin dan peningkatan untuk guru, kepala sekolah, sekolah dan tenaga kependidikan lainnya disekolah madrasah.
Sebab, kata H Rusman, penjamin dan peningkatan mutu adalah serangkaian proses dan sistem yang terkait untuk mengumpulkan, menganalisa dan melaporkan data tentang kinerja mutu pendidik, tenaga kependidikan, program dan lembaga.
Proses ini akan mengidentifikasi aspek pencapaian dan priotas peningkatan melalui data yang akan dijadikan dasar pengambilan keputusan dalam peningkatan berkelanjutan, terang Rusman mengkahiri. (ap)
Indralaya, Agung Post
Dalam upaya menbambaha luas pengetahuan dan meningkatkan kompetensi para pejabat dilingkungan LPMP, P4TK seluruh Indonesia. Belum lama ini, Direktorat Bindiklat mengutus 20 orang untuk mengikuti kursus peningkatan Sistim Penjamin dan Peningkatan Mutu Pendidikan (SPPMP) di Quality Assrance Metherlad University (Qanu) Utrech Belanda.
Kegiatan short course ini dilaksanakan selama 10 hari yang dimulai dari tanggal 8-17 Mei 2009 lalu. Adapun peserta short course sebanyak 20 orang yang terdiri dari LPMP, P4TK dan Ditbindiklat diantara 20 tersebut, 2 orang pejabat dari LPMP Sumsel yaitu Drs H Rusman Effendi MPd (Kepala LPMP) dan Drs M Mardan Abdie MM (Kasi FSDP).
Kepala LPMP Sumatera Selatan, Drs H Rusman Efendi MPdn kepada "Agung Post" diruang kerjanya, belum lama, mengatakan, tujuan kegiatan tersebut untuk mempelajari tentang kebijakan, peraturan serta implementasi terkait dengan cakupan program SPPMP. Seperti, pengkajian mutu pendidikan, analisis dan pelaporan mutu pendidikan, serta peningkatan mutu pendidikan dan penumbuhan budaya peningkatan mutu pembelajaran. Sasaran SP2MP pada saat ini terfokus pada penjamin dan peningkatan untuk guru, kepala sekolah, sekolah dan tenaga kependidikan lainnya disekolah madrasah.
Sebab, kata H Rusman, penjamin dan peningkatan mutu adalah serangkaian proses dan sistem yang terkait untuk mengumpulkan, menganalisa dan melaporkan data tentang kinerja mutu pendidik, tenaga kependidikan, program dan lembaga.
Proses ini akan mengidentifikasi aspek pencapaian dan priotas peningkatan melalui data yang akan dijadikan dasar pengambilan keputusan dalam peningkatan berkelanjutan, terang Rusman mengkahiri. (ap)
Tanamkan Keimanan Sejak Dini Melalui Format Madrasah Masuk ke SD
Tanamkan Keimanan Sejak Dini
Melalui Format Madrasah Masuk ke SD
Lubuk Keliat, Agung Post
Madrasah atau Sekolah dengan back ground keagamaan, merupakan satu benteng moral bagi tunas-tunas bangsa dalam menghadapi tantangan zaman di era globalisasi. Di Kabupaten Ogan Ilir, mulai tahun ajaran ini akan diterapkan wajib Madrasah bagi siswa kelas 4, 5 dan 6 SD. Menurut kacabdin Lubuk Keliat Junaidi, ini merupakan kegiatan perdana dan belum pernah terjadi di Kabupaten lain untuk mewajibkan sekolah Madrasah di setiap SD.
Gembrakan ini adalah salah satu bentuk betapa tingginya perhatian Bupati Ogan Ilir, Pak H Mawardi Yahya dalam masalah suntikkan keimanan sejak dini pada generasi yang akan datang. Dan ini merupakan salah satu upaya membentengi tunas bangsa dalam menghadapi arus Moderinisasi zaman, terang Junaidi serius.
Rencana ini akan direalisasikan mulai tahun ajaran 2009-2010 juli 2009 mendatang, untuk kecamatan Lubuk keliat terdapat 11 SD dan kita nyatakan siap menghadapi gebrakan Bupati OI ini, buktinya setiap SD telah membuat format pelaksanaannya. Adapun SD yang benar-benar siap bahkan sudah ada yang jalan yaitu, SD Cinta Manis, Betung, Ulak Kembahang, Payalingkung 1, Ketiau bahkan juga di SD Ulak Kembahang Madrasah telah bertjalana aktifitasnya sejak benberapa bulan ini.
Hal senada juga disampai Kacabdin Rambangkuang, Gunadi, kita juga sudah siap melaksanakan program SD berformat Madrasah, bahkan di SD desa Beringin Dalam telah membentuk kepengurusan. hal ini menunjukan antusiasme masyarakat dalam menyambut program pemerinntah ini cukup baik. (and)
Melalui Format Madrasah Masuk ke SD
Lubuk Keliat, Agung Post
Madrasah atau Sekolah dengan back ground keagamaan, merupakan satu benteng moral bagi tunas-tunas bangsa dalam menghadapi tantangan zaman di era globalisasi. Di Kabupaten Ogan Ilir, mulai tahun ajaran ini akan diterapkan wajib Madrasah bagi siswa kelas 4, 5 dan 6 SD. Menurut kacabdin Lubuk Keliat Junaidi, ini merupakan kegiatan perdana dan belum pernah terjadi di Kabupaten lain untuk mewajibkan sekolah Madrasah di setiap SD.
Gembrakan ini adalah salah satu bentuk betapa tingginya perhatian Bupati Ogan Ilir, Pak H Mawardi Yahya dalam masalah suntikkan keimanan sejak dini pada generasi yang akan datang. Dan ini merupakan salah satu upaya membentengi tunas bangsa dalam menghadapi arus Moderinisasi zaman, terang Junaidi serius.
Rencana ini akan direalisasikan mulai tahun ajaran 2009-2010 juli 2009 mendatang, untuk kecamatan Lubuk keliat terdapat 11 SD dan kita nyatakan siap menghadapi gebrakan Bupati OI ini, buktinya setiap SD telah membuat format pelaksanaannya. Adapun SD yang benar-benar siap bahkan sudah ada yang jalan yaitu, SD Cinta Manis, Betung, Ulak Kembahang, Payalingkung 1, Ketiau bahkan juga di SD Ulak Kembahang Madrasah telah bertjalana aktifitasnya sejak benberapa bulan ini.
Hal senada juga disampai Kacabdin Rambangkuang, Gunadi, kita juga sudah siap melaksanakan program SD berformat Madrasah, bahkan di SD desa Beringin Dalam telah membentuk kepengurusan. hal ini menunjukan antusiasme masyarakat dalam menyambut program pemerinntah ini cukup baik. (and)
Dinas Sosial Ogan Ilir Gelar Penyuluhan
Dinas Sosial Ogan Ilir Gelar Penyuluhan
Indralaya, Agung Post.
Bertempat di Balai TP PKK Kabupaten Ogan Ilir (OI), Dinas Sosial Provinsi Sumsel bekerjasama dengan Dinas Sosial OI baru-baru ini mengadakan penyuluhan seputar kegiatan Sosial.
Kegiatan penyuluhan diikuti sebanyak 30 orang peserta yang terdiri atas utusan Karang Taruna, Pekerja Sosial Masyarakat, Organisasi Sosial Kemasyarakatan dan Tokoh Masyarakat.
Ketua pelaksana penyuluhan Provinsi Sumsel, Drs Ibrahim Senen Msi mengatakan, dilaksanakannya penyuluhan sosial adalah merupakan progran kerja Dinas Soisial Provinsi bertujuan agar masyarakat mengetahui apa itu sosial dan bagaimana mengatasinya. Sehingga, setelah mengetahuimya tumbuh rasa tanggung jawab dan akhirnya menyumbangkan kesejahteraan sosial terhadap masyarakat.
Usai pembukaan Ka Dinsos OI, Hj Sri Murniati SE MM, kepada "Agung Post" mengatakan, hendaknya para peserta dapat mengamalkan materi yang disampaikan penyuluh sehingga nantinya dapat beraksi sosial pada masyarakat. Dan lanjutnya, dinas sosial ini perannya banyak sekali dalam membantu masyarakat antara lain, bekerja sama dengan Dinsos Propinsi Sumsel, seperti mengadakan penataran terhadap anak-anak terlantar, pembinaan terhadap PSK, penyuluhan di cape-cape, rumah remang-remang bekerja sama Pol PP OI, memberikan santunan kepada lansia bekerja sama PKK OI dan Dinkes OI.
Ketika disinggung masih banyaknya berkeliaran orang gila (orgil). Kadinsos OI menjelaskan, selalu ada usaha merehabilitasi keberadaan orgil tersebut, tetapi kesulitan bahwa Dinsos OI tidak mempunyai tempat untuk menanggulanginya, setiap penanganan Dinsos OI menyerahkannya ke RS Jiwa Palembang.
Ka Dinsos OI Hj Sri menambahkan, PSK OI hingga saat ini tercatat sebanyak 20 orang dan baru-baru ini bertambah 8 orang berasal dari Pemulutan, 3 orang diantaranya adalah laki-laki, tegas Hj Sri Muniarti SE MM.
Penyuluh Masalah Sosial Provinsi Sumsel, Drs Asmawati MSI, kepada "Agung Post" juga mengatakan, program Dinsos Provinsi meliputi seluruh Kabupaten dan Kota se Sumsel, hingga tahun 2009 ini sudah 5 Kabupaten telah dilakukan penyuluhan, tujuannya agar masyarakat peduli sosial. Dan tambahnya, setiap kabupaten masalah kepedulian sosialnya angka kekurangannya cukup ringgi, maka itu peranan Dinas Sosial di setiap kabupaten mesih sangat diperlukan.
Ketua pelaksana penyuluhan Dinsos OI, Masulin Sayuti SSos mengatakan, sehubungan terjadi gangguan tehnis acara yang semula dilaksanakan di Aula TP PKK OI terpaksa dipindah ke aula Panti Sosial Bina Remaja. (gus).
Indralaya, Agung Post.
Bertempat di Balai TP PKK Kabupaten Ogan Ilir (OI), Dinas Sosial Provinsi Sumsel bekerjasama dengan Dinas Sosial OI baru-baru ini mengadakan penyuluhan seputar kegiatan Sosial.
Kegiatan penyuluhan diikuti sebanyak 30 orang peserta yang terdiri atas utusan Karang Taruna, Pekerja Sosial Masyarakat, Organisasi Sosial Kemasyarakatan dan Tokoh Masyarakat.
Ketua pelaksana penyuluhan Provinsi Sumsel, Drs Ibrahim Senen Msi mengatakan, dilaksanakannya penyuluhan sosial adalah merupakan progran kerja Dinas Soisial Provinsi bertujuan agar masyarakat mengetahui apa itu sosial dan bagaimana mengatasinya. Sehingga, setelah mengetahuimya tumbuh rasa tanggung jawab dan akhirnya menyumbangkan kesejahteraan sosial terhadap masyarakat.
Usai pembukaan Ka Dinsos OI, Hj Sri Murniati SE MM, kepada "Agung Post" mengatakan, hendaknya para peserta dapat mengamalkan materi yang disampaikan penyuluh sehingga nantinya dapat beraksi sosial pada masyarakat. Dan lanjutnya, dinas sosial ini perannya banyak sekali dalam membantu masyarakat antara lain, bekerja sama dengan Dinsos Propinsi Sumsel, seperti mengadakan penataran terhadap anak-anak terlantar, pembinaan terhadap PSK, penyuluhan di cape-cape, rumah remang-remang bekerja sama Pol PP OI, memberikan santunan kepada lansia bekerja sama PKK OI dan Dinkes OI.
Ketika disinggung masih banyaknya berkeliaran orang gila (orgil). Kadinsos OI menjelaskan, selalu ada usaha merehabilitasi keberadaan orgil tersebut, tetapi kesulitan bahwa Dinsos OI tidak mempunyai tempat untuk menanggulanginya, setiap penanganan Dinsos OI menyerahkannya ke RS Jiwa Palembang.
Ka Dinsos OI Hj Sri menambahkan, PSK OI hingga saat ini tercatat sebanyak 20 orang dan baru-baru ini bertambah 8 orang berasal dari Pemulutan, 3 orang diantaranya adalah laki-laki, tegas Hj Sri Muniarti SE MM.
Penyuluh Masalah Sosial Provinsi Sumsel, Drs Asmawati MSI, kepada "Agung Post" juga mengatakan, program Dinsos Provinsi meliputi seluruh Kabupaten dan Kota se Sumsel, hingga tahun 2009 ini sudah 5 Kabupaten telah dilakukan penyuluhan, tujuannya agar masyarakat peduli sosial. Dan tambahnya, setiap kabupaten masalah kepedulian sosialnya angka kekurangannya cukup ringgi, maka itu peranan Dinas Sosial di setiap kabupaten mesih sangat diperlukan.
Ketua pelaksana penyuluhan Dinsos OI, Masulin Sayuti SSos mengatakan, sehubungan terjadi gangguan tehnis acara yang semula dilaksanakan di Aula TP PKK OI terpaksa dipindah ke aula Panti Sosial Bina Remaja. (gus).
Pramuka Pupuk Kedisiplinan
Pramuka Pupuk Kedisiplinan
Rambangkuang, Agung Post
Pramuka, merupakan sebuah wadah penghimpun positif dalam membentuk kedisiplinan dan kemandirian dikalangan para pelajar disemua tingkatan. Demikian dikatakan Ka Kwaran Kecamatan Rambangkuang, Gunadi Ama Pd, kepada "Agung Post" di ruang kerjanya usai kegiatan perkemahan di Rambangkuang, belum lama ini.
Dan lanjutnya, melalui kegiatan pramuka dapat menempa sikap dan mental serta mempererat hubungan sillaturrahmi, persaudaraaan dan kekeluargaan, sesuai dengan landasan Dasa Darma Pramuka. Sehingga, dapat menepis kenakalan remaja dan sikap "Lost Komunikation dan Control" yang marak terjadi di dunia pendidikan kita saat ini. Seperti kekerasan/anarki yang dilakukann para pelajar, hal itu tidak lain disebabkan karena kurang mampunya siswa untuk berkomunikasi dan memyampaikan pendapat secara positif dam komunikatif.
Menurut Gunadi, para pelajar dari SD, SMP, dan SMU di Kecamatan ini, penuh semangat mengikuti kegiatan kepramukaan yang di adakan fihak sekolah. Di akuinya pula, meski pada kenyataannya baru 3 sekolah yang benar-benar merealisasikan berbagai kegiatan kepramukaan, yaitu SMPN satu atap Sukananti, SMPN 1 Rambangkuang, dan SMAN 1 Rambangkuang, di karenakan satu kendala. Yaitu, keterbatasan tenaga pelatih/pembina pramuka yang betul-betul memahami di bidangnya di Kecamatan ini, bahkan untuk Pembina Pramuka di Kecamatan ini hanya ada satu orang saja yaitu pembina putra dan sementara ini sekaligus merangkap pembina putri, yaitu Rinaldi. Namun hal itu tidaklah menyurutkan tekad dan semangat para siswa, bahkan belum lama ini ketika Jambore di Tanjungputus lalu, Kwaran Rambangkuang termasuk kwaran teraktif dan terbaik (putri).
Lanjut Gunadi, dari itu dirinya bertekad untuk lebih memajukan kegiatan ini (pramuka) dengan sekuat tenaga khususnya di Kcamatan Rambaangkuang. Bahkan, menyikapi keantusiasan para pelajar. Sesuai dengan hasil keputusan rapat K3S Rambangkuang belum lama ini, mencapai kata sepakat untuk biaya transportasi/honor tenaga pelatih/pembina pramuka akan diambil dari dana BOS (Biaya Operasional Sekolah), dengan demikian diharapkan dapat menunjang kelancaran program tersebut, untuk tenaga pelatih pramuka di SD dalam lingkup Kecamatan Rambangkuang, fihaknya telah berkordinasi dengan para Penegak (pramuka) di SMUN 1 Rambangkuang, dan Alhamdulilah mereka telah nyatakan kesiapan. Disamping itu pula malalui PLS, akan diadakaan pembinaan selama 1 hari bertempat di Kecamatan Rambangkuang, bagi 2 orang guru (laki-laki/perempuan) untuk di bina menjadi Pembina pramuka di SD masing-masing, meski pelatihan tersebut akan di gelar hanya satu hari saja, namun di harapkan dapat di emplimentasikan di sekolah masing-masing. Ujar Gunadi, dengan antusias. Salam Pramuka. (And/Ded)
Rambangkuang, Agung Post
Pramuka, merupakan sebuah wadah penghimpun positif dalam membentuk kedisiplinan dan kemandirian dikalangan para pelajar disemua tingkatan. Demikian dikatakan Ka Kwaran Kecamatan Rambangkuang, Gunadi Ama Pd, kepada "Agung Post" di ruang kerjanya usai kegiatan perkemahan di Rambangkuang, belum lama ini.
Dan lanjutnya, melalui kegiatan pramuka dapat menempa sikap dan mental serta mempererat hubungan sillaturrahmi, persaudaraaan dan kekeluargaan, sesuai dengan landasan Dasa Darma Pramuka. Sehingga, dapat menepis kenakalan remaja dan sikap "Lost Komunikation dan Control" yang marak terjadi di dunia pendidikan kita saat ini. Seperti kekerasan/anarki yang dilakukann para pelajar, hal itu tidak lain disebabkan karena kurang mampunya siswa untuk berkomunikasi dan memyampaikan pendapat secara positif dam komunikatif.
Menurut Gunadi, para pelajar dari SD, SMP, dan SMU di Kecamatan ini, penuh semangat mengikuti kegiatan kepramukaan yang di adakan fihak sekolah. Di akuinya pula, meski pada kenyataannya baru 3 sekolah yang benar-benar merealisasikan berbagai kegiatan kepramukaan, yaitu SMPN satu atap Sukananti, SMPN 1 Rambangkuang, dan SMAN 1 Rambangkuang, di karenakan satu kendala. Yaitu, keterbatasan tenaga pelatih/pembina pramuka yang betul-betul memahami di bidangnya di Kecamatan ini, bahkan untuk Pembina Pramuka di Kecamatan ini hanya ada satu orang saja yaitu pembina putra dan sementara ini sekaligus merangkap pembina putri, yaitu Rinaldi. Namun hal itu tidaklah menyurutkan tekad dan semangat para siswa, bahkan belum lama ini ketika Jambore di Tanjungputus lalu, Kwaran Rambangkuang termasuk kwaran teraktif dan terbaik (putri).
Lanjut Gunadi, dari itu dirinya bertekad untuk lebih memajukan kegiatan ini (pramuka) dengan sekuat tenaga khususnya di Kcamatan Rambaangkuang. Bahkan, menyikapi keantusiasan para pelajar. Sesuai dengan hasil keputusan rapat K3S Rambangkuang belum lama ini, mencapai kata sepakat untuk biaya transportasi/honor tenaga pelatih/pembina pramuka akan diambil dari dana BOS (Biaya Operasional Sekolah), dengan demikian diharapkan dapat menunjang kelancaran program tersebut, untuk tenaga pelatih pramuka di SD dalam lingkup Kecamatan Rambangkuang, fihaknya telah berkordinasi dengan para Penegak (pramuka) di SMUN 1 Rambangkuang, dan Alhamdulilah mereka telah nyatakan kesiapan. Disamping itu pula malalui PLS, akan diadakaan pembinaan selama 1 hari bertempat di Kecamatan Rambangkuang, bagi 2 orang guru (laki-laki/perempuan) untuk di bina menjadi Pembina pramuka di SD masing-masing, meski pelatihan tersebut akan di gelar hanya satu hari saja, namun di harapkan dapat di emplimentasikan di sekolah masing-masing. Ujar Gunadi, dengan antusias. Salam Pramuka. (And/Ded)
40 orang CPNS Pemkab Muaraenim Ikuti Prajabatan
40 orang CPNS Pemkab Muaraenim Ikuti Prajabatan
Muaraenim, Agung Post
Sebanyak 40 orang guru, pegawai dinkes dan pegawai strategis yang masih berstatus CPNS di Lingkungan Pemkab Muaraenim mengikuti Pendidikan dan Latihan (Diklat) Prajabatan Golongan I dan II angkatan I dan II tahun 2009, bertempat di Balai Diklat Muaraenim.
Ketua Penyelenggara Diklat, A Tamimi Mursyid SSos Mengatakan, peserta diklat yang berasal dari ketiga formasi tersebut merupakan angkatan pertama golongan I dan II diklat ini berlangsung mulai tanggal 12 Mei hingga 1 Juni mendatang. Tujuan diadakan diklat ini untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan, dan sikap untuk bisa melaksanakan tugas secara profesional yang dilandasi kepribadian dan etika PNS sesuai dengan kabutuhan dinas instansi. Selain itu juga untuk menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa serta menciptakan kesamaan visi dan misi, dinamika dan pola pikir dalam melaksanakan tugas pemerintahan secara umum demi terwujudnya pemerinahan yang baik.
Sementara Bupati Muaraenim, H Kalamudin D SH MH yang diwakili Asisten I Taufik Rahman SH saat membuka Diklat Prajabatan tersebut mengatakan, seorang PNS dituntut memiliki technical dan manager kill untuk mendukung kinerja dan etos kerja sebagai abdi Negara dan masyarakat. PNS juga dituntut bisa melaksanakan tugas pembangunan dan pelayanan terhadap masyarakat sebaik mungkin sebab PNS mempunyai peranan strategis dalam menyelenggarakan tugas pemerintahan. Kepada para peserta diharapkan dapat menyamakan persepsi, intrepretasi dan tindakan yang serasi, selaras dan seimbang dalam mengemban visi dan misi Pemkab Muara Enim dalam melaksankan tugas, sehingga nantinya mampu mengantisipasi tantangan ditempat tugas yang pada akhirnya bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. (sin).
Muaraenim, Agung Post
Sebanyak 40 orang guru, pegawai dinkes dan pegawai strategis yang masih berstatus CPNS di Lingkungan Pemkab Muaraenim mengikuti Pendidikan dan Latihan (Diklat) Prajabatan Golongan I dan II angkatan I dan II tahun 2009, bertempat di Balai Diklat Muaraenim.
Ketua Penyelenggara Diklat, A Tamimi Mursyid SSos Mengatakan, peserta diklat yang berasal dari ketiga formasi tersebut merupakan angkatan pertama golongan I dan II diklat ini berlangsung mulai tanggal 12 Mei hingga 1 Juni mendatang. Tujuan diadakan diklat ini untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan, dan sikap untuk bisa melaksanakan tugas secara profesional yang dilandasi kepribadian dan etika PNS sesuai dengan kabutuhan dinas instansi. Selain itu juga untuk menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa serta menciptakan kesamaan visi dan misi, dinamika dan pola pikir dalam melaksanakan tugas pemerintahan secara umum demi terwujudnya pemerinahan yang baik.
Sementara Bupati Muaraenim, H Kalamudin D SH MH yang diwakili Asisten I Taufik Rahman SH saat membuka Diklat Prajabatan tersebut mengatakan, seorang PNS dituntut memiliki technical dan manager kill untuk mendukung kinerja dan etos kerja sebagai abdi Negara dan masyarakat. PNS juga dituntut bisa melaksanakan tugas pembangunan dan pelayanan terhadap masyarakat sebaik mungkin sebab PNS mempunyai peranan strategis dalam menyelenggarakan tugas pemerintahan. Kepada para peserta diharapkan dapat menyamakan persepsi, intrepretasi dan tindakan yang serasi, selaras dan seimbang dalam mengemban visi dan misi Pemkab Muara Enim dalam melaksankan tugas, sehingga nantinya mampu mengantisipasi tantangan ditempat tugas yang pada akhirnya bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. (sin).
Bina Tunas Bangsa Melalui Pramuka
Bina Tunas Bangsa Melalui Pramuka
Rambangkuang, Agung Post
Pramuka, merupakan sebuah wadah penghimpun positif dalam membentuk kedisiplinan dan kemandirian di kalangan para pemuda, khususnya para pelajar. Demikian dikatakan Ka Kwaran Kecamatan Rambangkuang, Gunadi Ama Pd, kepada "Agung Post" di ruang kerjanya usai kegiatan perkemahan di Rambangkuang belum lama ini.
Di samping itu, melalui kegiatan pramuka juga dapat menempa sikap dan mental serta mempererat hubungan silaturahmi, persaudaraaan dan kekeluargaan, sesuai dengan landasan Dasa Darma Pramuka. Sehingga dapat menepis jauh kenakalan remaja dan sikap "Lost Komunikation dan Control" yang marak terjadi di dunia pendidikan saat ini, seperti kekerasan/anarki yang dilakukan para pelajar. Hal itu tidak lain disebabkan karena kurang mampunya siswa untuk berkomunikasi dan menyampaikan pendapat secara positif dam komunikatif.Menurut Gunadi, para pelajar dari SD, SMP, dan SMU di Kecamatan penuh semangat mengikuti kegiatan kepramukaan yang diadakan pihak sekolah. Diakuinya pula, meski pada kenyataannya baru 3 sekolah yang benar-benar merealisasikan berbagai kegiatan kepramukaan, yaitu SMPN 1 Atap Sukananti, SMPN 1 Rambangkuang, dan SMAN 1 Rambangkuang, di karenakan satu kendala. Yaitu, keter batasan tenaga pelatih/pembina pramuka yang betul-betul memahami di bidangnya di Kecamatan ini, bahkan untuk Pembina Pramuka di
Kecamatan ini hanya ada satu orang saja yaitu pembina putra dan sementara ini sekaligus merangkap pembina putri, yaitu Rinaldi.
Namun hal itu tidaklah menyurutkan tekad dan semangat para siswa, bahkan belum lama ini ketika Jambore di Tanjungputus lalu, Kwaran Rambangkuang termasuk kwaran teraktif dan terbaik (putri).
Selain itu, Gunadi bertekad untuk lebih memajukan kegiatan ini (pramuka) dengan sekuat tenaga khususnya di Kecama
tan Rambangkuang. Bahkan, menyikapi keantusiasan para pelajar.
Sesuai dengan hasil keputusan rapat K3S Rambangkuang belum lama ini, mencapai kata sepakat untuk biaya transportasi/honor tenaga pelatih/pembina pramuka akan diambil dari dana BOS (Biaya Operasional Sekolah), dengan demikian diharapkan dapat menunjang kelancaran program tersebut, untuk tenaga pelatih pramuka di SD dalam lingkup Kecamatan Rambangkuang, pihaknya telah berkordinasi dengan para Penegak (pramuka) di SMUN 1 Rambangkuang, dan alham
dulilah mereka telah menyatakan kesiapan. ''Di samping itu pula melalui PLS, akan diadakaan pembinaan selama 1 hari bertempat di Kecamatan Rambangkuang, bagi 2 orang guru (laki-laki/perempuan) untuk dibina menjadi Pembina pramuka di SD masing-masing, meski pelatihan tersebut akan digelar hanya satu hari saja, namun diharapkan dapat di implementasikan di sekolah masing-masing,'' tegas Gunadi, antusias. Salam Pramuka. (And/Ded)
Rambangkuang, Agung Post
Pramuka, merupakan sebuah wadah penghimpun positif dalam membentuk kedisiplinan dan kemandirian di kalangan para pemuda, khususnya para pelajar. Demikian dikatakan Ka Kwaran Kecamatan Rambangkuang, Gunadi Ama Pd, kepada "Agung Post" di ruang kerjanya usai kegiatan perkemahan di Rambangkuang belum lama ini.
Di samping itu, melalui kegiatan pramuka juga dapat menempa sikap dan mental serta mempererat hubungan silaturahmi, persaudaraaan dan kekeluargaan, sesuai dengan landasan Dasa Darma Pramuka. Sehingga dapat menepis jauh kenakalan remaja dan sikap "Lost Komunikation dan Control" yang marak terjadi di dunia pendidikan saat ini, seperti kekerasan/anarki yang dilakukan para pelajar. Hal itu tidak lain disebabkan karena kurang mampunya siswa untuk berkomunikasi dan menyampaikan pendapat secara positif dam komunikatif.Menurut Gunadi, para pelajar dari SD, SMP, dan SMU di Kecamatan penuh semangat mengikuti kegiatan kepramukaan yang diadakan pihak sekolah. Diakuinya pula, meski pada kenyataannya baru 3 sekolah yang benar-benar merealisasikan berbagai kegiatan kepramukaan, yaitu SMPN 1 Atap Sukananti, SMPN 1 Rambangkuang, dan SMAN 1 Rambangkuang, di karenakan satu kendala. Yaitu, keter batasan tenaga pelatih/pembina pramuka yang betul-betul memahami di bidangnya di Kecamatan ini, bahkan untuk Pembina Pramuka di
Kecamatan ini hanya ada satu orang saja yaitu pembina putra dan sementara ini sekaligus merangkap pembina putri, yaitu Rinaldi.
Namun hal itu tidaklah menyurutkan tekad dan semangat para siswa, bahkan belum lama ini ketika Jambore di Tanjungputus lalu, Kwaran Rambangkuang termasuk kwaran teraktif dan terbaik (putri).
Selain itu, Gunadi bertekad untuk lebih memajukan kegiatan ini (pramuka) dengan sekuat tenaga khususnya di Kecama
tan Rambangkuang. Bahkan, menyikapi keantusiasan para pelajar.
Sesuai dengan hasil keputusan rapat K3S Rambangkuang belum lama ini, mencapai kata sepakat untuk biaya transportasi/honor tenaga pelatih/pembina pramuka akan diambil dari dana BOS (Biaya Operasional Sekolah), dengan demikian diharapkan dapat menunjang kelancaran program tersebut, untuk tenaga pelatih pramuka di SD dalam lingkup Kecamatan Rambangkuang, pihaknya telah berkordinasi dengan para Penegak (pramuka) di SMUN 1 Rambangkuang, dan alham
dulilah mereka telah menyatakan kesiapan. ''Di samping itu pula melalui PLS, akan diadakaan pembinaan selama 1 hari bertempat di Kecamatan Rambangkuang, bagi 2 orang guru (laki-laki/perempuan) untuk dibina menjadi Pembina pramuka di SD masing-masing, meski pelatihan tersebut akan digelar hanya satu hari saja, namun diharapkan dapat di implementasikan di sekolah masing-masing,'' tegas Gunadi, antusias. Salam Pramuka. (And/Ded)
Minggu, 05 Juli 2009
Ujian Nasional SMAN 1 Jejawi berjalan lancar
Ujian Nasional SMAN 1 Jejawi berjalan lancar
Jejawi, Agung Post
Secara serentak pelaksanaan Ujian Nasional digelar mulai hari Senin tanggal 20 April 2009 lalu. Begitu pun di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Jejawi. Dalam keheningan di sekolah tersebut tersimpan ribuan pemikiran bagi siswa siswi kelas tiga. Sekitar 158 siswa yang mengikuti ujian nasional dengan tertib menurut peraturan yang sudah diterapkan oleh pemerintah, seperti bel 1 X pengawas membagikan lembaran jawaban kepada peserta dan menggunakan pensil 2B pengawas memeriksa indentitas satu persatu dan membagikan soal dengan cara dibalik.
Bel 2X peserta membaca dan memeriksa paket soal dengan nomor peserta dan menjawab soal sesuai dengan waktu yang ditentukan, pengawas mengisi berita acara dan mengedarkan daftar hadir kepada siswa satu persatu. Bel 3X waktu mengerjakan soal tinggal lima menit lagi dan bel panjang waktu mengerjakan soal ujian nasional sudah selesai.
Menurut kepala sekolah SMAN 1 Jejawi, Drs Suroto kepada "Agung Post" ujian nasional berjalan secara teratur dan tertib berkat adanya pengawasan yang positif hingga berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan atau kesimpangsiuran dari siswa siswi. Begitu juga pihak pengawas dari UNSRI, Asep juga mengatakan ujian nasional di SMAN 1 Jejawi berjalan dengan lancar dan sportif.
Juga ditambahkan pihak Humas Sri Asiani BA, dari Kurikulum Ruslan Efendi serta dari Kesiswaan Sukardi, ujian tersebut diikuti oleh 158 siswa siswi dan tidak ikut satu orang siswa kemudian terbagi dari sembilan lokal masing-masing 20 orang siswa siswi serta pelajar satu Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Tiga Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sehingga ujian nasional tersebut berjalan dengan tertib. (kdm)
Jejawi, Agung Post
Secara serentak pelaksanaan Ujian Nasional digelar mulai hari Senin tanggal 20 April 2009 lalu. Begitu pun di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Jejawi. Dalam keheningan di sekolah tersebut tersimpan ribuan pemikiran bagi siswa siswi kelas tiga. Sekitar 158 siswa yang mengikuti ujian nasional dengan tertib menurut peraturan yang sudah diterapkan oleh pemerintah, seperti bel 1 X pengawas membagikan lembaran jawaban kepada peserta dan menggunakan pensil 2B pengawas memeriksa indentitas satu persatu dan membagikan soal dengan cara dibalik.
Bel 2X peserta membaca dan memeriksa paket soal dengan nomor peserta dan menjawab soal sesuai dengan waktu yang ditentukan, pengawas mengisi berita acara dan mengedarkan daftar hadir kepada siswa satu persatu. Bel 3X waktu mengerjakan soal tinggal lima menit lagi dan bel panjang waktu mengerjakan soal ujian nasional sudah selesai.
Menurut kepala sekolah SMAN 1 Jejawi, Drs Suroto kepada "Agung Post" ujian nasional berjalan secara teratur dan tertib berkat adanya pengawasan yang positif hingga berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan atau kesimpangsiuran dari siswa siswi. Begitu juga pihak pengawas dari UNSRI, Asep juga mengatakan ujian nasional di SMAN 1 Jejawi berjalan dengan lancar dan sportif.
Juga ditambahkan pihak Humas Sri Asiani BA, dari Kurikulum Ruslan Efendi serta dari Kesiswaan Sukardi, ujian tersebut diikuti oleh 158 siswa siswi dan tidak ikut satu orang siswa kemudian terbagi dari sembilan lokal masing-masing 20 orang siswa siswi serta pelajar satu Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Tiga Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sehingga ujian nasional tersebut berjalan dengan tertib. (kdm)
Senin, 15 Juni 2009
Mengenal Lebih Dekat Ponpes AL ITTIFAQIAH Indralaya Ogan Ilir
Pondok Pesantren al Ittifaqiah Indralaya Ogan Ilir (OI) adalah Pesantren Unggulan yang saat ini telah mencapai prestasi Nasional bahkan Internasional. Kenapa demikian, karena hingga saat ini telah banyak alumni dan santri memperoleh beasiswa dari Universitas terkenal dunia, diantaranya Universitas Al-Azhar Mesir, Universitas Islam Internasional Sudan, Universitas Al Ahqop Yaman dan lainnya.
Cikal bakal Ponpes al Ittifaqiah ini adalah Madrasah Ibtidaiyah Islamiah Siyasiyah Alamiyah Sakatiga tahun 1918-1942, SMI Sakatiga 1950-1962 dan MMA Sakatiga 1962-1967, kemudian pada Juli 1967 Madrasah ini dipindak ke Indralaya yang sekarang merupakan Ibukota Kabupaten Ogan Ilir pemekaran Kabupaten OKI berubah menjadi Pondok Pesantren.
Ponpes Al Ittifaqiah saat ini dipimpin oleh Drs KH Mudrik Qori MA putra bungsu almarhum KH Ahmad Qori Nuri dengan tenaga pengasuh sebanyak 177 orang dan santri sebanyak 1700 orang yang berasal dari berbagai daerah Kabupaten dan Propinsi di Indonesia.
Ustaz Muhyidin Sumedi SPdi MA saat menerima kunjungan "Agung Post" di Ponpes Al Ittifaqiah Indralaya OI ditengah-tengah kesibukannya menjelaskan seputar Ponpes Al Ittifaqiah sebagaimana yang dirangkum dalam sebuah brosur dikemas sedemikan lengkap sehingga tergambar betapa komplitnya sarana dan prasarana pendidikan di Ponpes Al Ittigaqiah ini.
Berikut ini ranggkuman tentang Ponpes Al Ittifaqiah Indralaya Ogan Ilir.Program Pendidikan Kurikuler meliputi, Taman Kanak-Kanak Islam (TK), Madrasah Diniyah, Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA) dengan jurusan MAK, Bahasa, IPS dan MIPA, Diniah Salafiah, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Qur'an
(STITQI) progran S1 Tarbiyah, Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Bahasa Arab (PBA).
Program pendidikan Kokurikuler dan Ekstra Kurikuler meliputi, menghafal Al Qur'an, kursus bahasa Arab dan bahasa Inggris, seni baca Al Qur'an, pelatihan pidato dalam tiga bahasa, pelatihan do'a dan zikir, yasin, tahlil, marhaban dan berzanji. Dan tak etinggalan juga kursus kewirausaan, Koperesi dan pembukuan, penulisan karya ilmiah dan jurnalistik, penyiaran, kewanitaan, kepemimpinan dan idiologi-idiologi dunia, keterampilan menjahit, menyulam, handycraf, batako, otomotif, elektronik dan sablon.
Keterampilan pramuka dan praktis forum, seni nasyid, qosidah, kaligrafi, letter, drumband, teater dan lain-lain. Bidang olah raga yaitu Pencak Silat dan olah raga umum lainnya.
Forum diskusi, kelompok studi, studi komparansi, safari dakwah dan program diniyah (halaqoh) untk mahasiswa dan umum. Program Pendidikan Takhasus. Lembaga Tahfiiz Tilawah dan Ilmu al Qur'an (LEMTATIQ), program menghafal al qur'an tingkat 5,10,20 dan 30 juz, seni baca al Qur'an, Qiroat Sab'ah dan pendalaman tafsir. Kemudian Taman Kanak-kanak/Taman Pendidikan al Qur'an (TK/TPQ), Kursus Intensif Komputer, Bahasa Arab, Inggris dan Perancis, MIPA, Nahwu Shorof, Fiqih dan Bahsul Masali, bimbingan belajar Ujian Nasional dan lain-lain.
Adapun mengenai Kurikulum terdiri dari; Kurikulum Pondok berijazah Pondok, Kurikulum Negeri berijazah Negeri Kurikulum dan metode pengajaran berstandard internasional dan untuk tingkat ibtidaiyah,tsanawiyah serta aliyah diajarklan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) atau pengajaran Komputer. Menyangkut tenaga pendidik, Ponpes Al Ittifaqiyah mempunyai tenaga-tenaga pendidik yang profesional dan berkompeten dalam bidangnya. Mereka adalah alumni Universitas Al Azhar Kairo Mesir,Universitas Islam Internasional Sudan, UIN Jakarta, UIN dan UII Yokyakarta, IAIN Raden Fatah, STITQI KMI Darussalam Gontor, KMI al Amin Prenduan Madura, PP An Nur Yogyakarta, PP Al Ihsan Purwokerto, BEC dan DEC Pare serta PP Al Ittifaqiyah.
Di Ponpes Al Ittifaqiyah berbagai fasilitas pendidikan tersedia lengkap, seperti masjid, musholla, ruang belajar, Asrama, Laboratorium Bahasa, Laboratorium Komputer, Ruang Belajar Multimedia, Perpustakaan,hingga dapur umum dan mess tamu serta aula kunjungan.Bagi santri berferestasi yang hafal al Qur'an tingkat 10 juz, 20 juz dan 30 juz Ponpes membebaskan uang bulanan dari 40% hingga 100% dan mendapat uang saku. Lebih dari itu alumni Ponpes Al Ittifaqiyah berfrestasi berpeluang memperoleh beasiswa di Perguruan Tinggi dalam maupun luar Negeri, seperti Mesir, Yaman dan
negara Eropa maupun Amerika.Melihat ketatnya persaingan sistem pendidikan sekarang ini, keberadaan Ponpes Al Ittifaqiyah Indralaya OI patut dijadikan salah satu tujuan untuk menimba ilmu, terlebih lagi ilmu untuk kehidupan dunia maupun akhirat.Salah seorang wali murid dari santriwati Merisa Aprillia kelas III Aliyah, Somad Musa asal Palembang yang saat itu tengah mengunjungi anaknya mengatakan, melihat keadaan gonjang ganjing dunia sekarang ini kami memilih untuk menyekolahkan anak-anak kami di Ponpes Islam Al Ittifaqiyan OI yang manfaatnya sangat positif bagi kehidupan dunia dan akhirat.
Demikian juga diungkapkan oleh beberapa santriwati, Rachmadaniah, Zainati Ardilla masing-masing asal Palembang dan Ningsi Syafitri asal Banyuasin, merasa sangat senang telah memilih pendidikan di Ponpes Islam khususnya Ponpes Al Ittifaqiyah Indralaya OI, mereka rata-rata telah hafal Al Qur'an.
Ponpes Al Ittifaqiyah Indralaya OI berada tepat dijantung ibukota Kabupaten OI yang saat ini tengah pesat kemajuan pembangunnya dibawah kepemimpinan Bupati Ir H Mawardi Yahya.(gus).
Bupati OI Sambut PKL Yayasan Rizki Fatya Palembang
Indralaya, Agung Post
Praktik Kerja Lapangan (PKL) Akademi Kebidanan Yayasan Rizki Patya Palembang di wilayah Kabupaten Ogan Ilir (OI) disambut langsung oleh Bupati Ogan Ilir, Ir H Mawardi Yahya belum lama ini di Gedung Serba Guna Kabupaten OI.
Menurut Direktur Yayasan Rizki Fatya Palembang, Husniyati Bastari Bsc MK pihaknya sengaja mengajak para peserta praktik kerja lapangan (PKL) dari dialokasikan di Daerah Kabupaten Ogan Ilir. Karena selain atas permintaan mahasiswa itu sendiri juga hampir 70% berasal dari Ogan Ilir, oleh sebab itulah kita tempatkan disini.
''Selain itu kami berharap dengan keberadaan PKL Akademi Kebidanannya yang hampir 75% berasal dari Ogan Ilir atau daerah sendiri, Bupati dapat mendukung serta membantu dana agar kegiatan ini dapat berjalan lancar, terutama minta dukungan serta bimbingan sepenuhnya dari Dinas Kesehatan OI,'' ungkapnya. Sedangkan Bupati OI, Ir H Mawardi Yahya menyatakan kedatangan para PKL Akademi Kebidanan dari Yayasan Rizki Fatya Palembang ini sangat membantu masyarakat. Dengan demikian pemerintah daerah harus mendukung kegiatan ini mengingat peran penting dari bidan bagi kesehatan masyarakat.''Oleh sebab itu bagi bidan, ini merupakan suatu pekerjaan mulia karena bisa memberikan atau menjadi pelayan bagi masyarakat,'' tegas Bupati.
Menurut Bupati, di Kabupaten Ogan Ilir ini hampir 40% kekurangan bidan, oleh sebab itu kepada mahasiwa akademi kebidanan agar dapat mengabdikan dirinya ke daerah Kab. OI ini mengingat kebanyakan berasal dari daerah Kab. OI. Sedangkan Direktur Yayasan Rizki Fatya Palembang, Husniyati Bastari Bsc MK menyatakan akan siap mendidik mahasiswanya mengingat di Kabupaten OI kekurangan bidan, terutama bagi mahasiswanya yang berasal dari Kabupaten OI ini sendiri. (har)
Praktik Kerja Lapangan (PKL) Akademi Kebidanan Yayasan Rizki Patya Palembang di wilayah Kabupaten Ogan Ilir (OI) disambut langsung oleh Bupati Ogan Ilir, Ir H Mawardi Yahya belum lama ini di Gedung Serba Guna Kabupaten OI.
Menurut Direktur Yayasan Rizki Fatya Palembang, Husniyati Bastari Bsc MK pihaknya sengaja mengajak para peserta praktik kerja lapangan (PKL) dari dialokasikan di Daerah Kabupaten Ogan Ilir. Karena selain atas permintaan mahasiswa itu sendiri juga hampir 70% berasal dari Ogan Ilir, oleh sebab itulah kita tempatkan disini.
''Selain itu kami berharap dengan keberadaan PKL Akademi Kebidanannya yang hampir 75% berasal dari Ogan Ilir atau daerah sendiri, Bupati dapat mendukung serta membantu dana agar kegiatan ini dapat berjalan lancar, terutama minta dukungan serta bimbingan sepenuhnya dari Dinas Kesehatan OI,'' ungkapnya. Sedangkan Bupati OI, Ir H Mawardi Yahya menyatakan kedatangan para PKL Akademi Kebidanan dari Yayasan Rizki Fatya Palembang ini sangat membantu masyarakat. Dengan demikian pemerintah daerah harus mendukung kegiatan ini mengingat peran penting dari bidan bagi kesehatan masyarakat.''Oleh sebab itu bagi bidan, ini merupakan suatu pekerjaan mulia karena bisa memberikan atau menjadi pelayan bagi masyarakat,'' tegas Bupati.
Menurut Bupati, di Kabupaten Ogan Ilir ini hampir 40% kekurangan bidan, oleh sebab itu kepada mahasiwa akademi kebidanan agar dapat mengabdikan dirinya ke daerah Kab. OI ini mengingat kebanyakan berasal dari daerah Kab. OI. Sedangkan Direktur Yayasan Rizki Fatya Palembang, Husniyati Bastari Bsc MK menyatakan akan siap mendidik mahasiswanya mengingat di Kabupaten OI kekurangan bidan, terutama bagi mahasiswanya yang berasal dari Kabupaten OI ini sendiri. (har)
SMPN 2 Inderalaya Utara Siap Jalankan Program Gratis
Inderalaya, Agung PostSebagaimana diketahui masalah pendidikan di Kabupaten Ogan Ilir (OI) merupakan prioritas tertinggi dari visi dan misi Bupati OI Ir H Mawardi Yahya.
Ansori SPd Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) I Indralaya Utara yang berlokasi di Desa Palem Raya Kecamatan Indralaya Utara tergolong lokasi sekolah yang jauh dari pemukiman warga, namun demikian sekolah ini sekarang mulai dipavoritkan.
Saat ini SMP I Indralaya Utara telah mempunyai siswa sebanyak 302 orang dan telah membuat kelulusan sebanyak tiga kali hingga tahun ajaran 2008 tadi.Adapun tenaga pengajar sebanyak 24 orang PNS dengan latar belakang Strata I (SI) 90 persen dan DIII 10 persen ditambah tenaga honor sebanyak 7 orang yang digaji dari dana BOS.
''Besaran dana BOS SMP I Indralaya Utara periode Januari - Maret 2009 adalah Rp 43juta lebih dan pemanfaatannya sesuai petunjuk yang telah diatur dalam 13 item,'' ujar Kepsek Ansori SPd pada "Agung Post" di SMP I Indralaya Utara baru-baru ini.
Terkait program sekolah gratis, Kepsek Ansori SPd mengatakan siap melaksanakannya dan siap mengabdi sepenuhnya guna mendukung program pening-katan mutu pendidikan, khususnya di OI.
SMP I Indralaya Utara pada tahun 2006 menjadi juara umum I Pramuka OI dan juara umum II Bupati Cup Semarak Sehat OI 2009 dan beberapa perestasi olah raga lainnya pernah diraih SMPN I ini.Ketika disinggung tentang dana bos yang oleh beberapa Kepsek lainnya mengeluh, ibarat pribahasa dari atas ditekan dan dari bawah ditonjok sehingga terjepit, Kepsek Ansori SPd menampik, itu tidak terjadi di sekolahnya. ''Hubungan antara staf pengajar dan komite sekolah dengan Kepsek cukup harmonis,'' jelas Kepsek Ansori SPd.Di awal tahun ajaran 2008 tadi tercatat siswa yang mendaftar di
SMPN I Indralaya Utara ini sebanyak 130 siswa, setelah melalui seleksi maka hanya ada 108 orang siswa yang dapat diterima. Ansori SPd menjabat sebagai Kepsek SMP I Indralaya Utara sejak Juli 2008, dibawah kepemimpinannya dirasakan banyak k-emajuan.Kedepan Kepsek Ansori SPd bertekad menciptakan peningkatan prestasi siswa agar lebih baik lagi dan diperhitungkan sebagaimana sekolah lainnya di OI.(gus)
Seleksi Olimpiade Sains Tingkat Kabupaten OI
Indralaya, Agung Post
Sebanyak 294 peserta dari SMA/SMK baik negeri maupun swasta se-Kabupaten Ogan Ilir mengikuti Lomba dan Seleksi Olimpiade Sains untuk tingkat Provinsi yang bertempat di SMPN 1 Indralaya, belum lama ini.Menurut Kasi Sarana Bidang Menengah (SMA/SMK) Dinas Pendidikan
Kabupaten Ogan Ilir, Marsudi MM kepada "Agung Post" , kegiatan Lomba dan Seleksi Olimpiade Sains ini merupakan kegiatan agenda nasional untuk menyeleksi para siswa/i yang berhasil di Kabupaten akan dikirim ke tingkat provinsi.
''Adapun jumlah pemenang dari lomba Olimpiade Sains ini kita ambil sebanyak 5 orang yaitu sampai ke juara harapan II, sedangkan untuk mengikuti lomba Olimpiade Sains tingkat provinsinya kita akan mengirim lebih kurang sebanyak 14 peserta,'' tegas Marsudi.
Hasil dari Lomba dan Seleksi Olimpiade Sains ini dapat diketahui mungkin akhir bulan April, karena mengoreksinya langsung dari provinsi, sedangkan untuk lomba tingkat provinsinya sekitar bulan Mei. ''Sedangkan tempat pelak-sanaan Lomba dan Seleksi Olimpiade Sains ini sengaja kita gunakan SMPN 1 Indralaya, karena lokasinya lebih setrategis dan mudah dijangkau dibandingkan sekolah-sekolah lain yang ada di Kabupaten Ogan Ilir,'' tandas Narsudi. (har)
Sebanyak 294 peserta dari SMA/SMK baik negeri maupun swasta se-Kabupaten Ogan Ilir mengikuti Lomba dan Seleksi Olimpiade Sains untuk tingkat Provinsi yang bertempat di SMPN 1 Indralaya, belum lama ini.Menurut Kasi Sarana Bidang Menengah (SMA/SMK) Dinas Pendidikan
Kabupaten Ogan Ilir, Marsudi MM kepada "Agung Post" , kegiatan Lomba dan Seleksi Olimpiade Sains ini merupakan kegiatan agenda nasional untuk menyeleksi para siswa/i yang berhasil di Kabupaten akan dikirim ke tingkat provinsi.
''Adapun jumlah pemenang dari lomba Olimpiade Sains ini kita ambil sebanyak 5 orang yaitu sampai ke juara harapan II, sedangkan untuk mengikuti lomba Olimpiade Sains tingkat provinsinya kita akan mengirim lebih kurang sebanyak 14 peserta,'' tegas Marsudi.
Hasil dari Lomba dan Seleksi Olimpiade Sains ini dapat diketahui mungkin akhir bulan April, karena mengoreksinya langsung dari provinsi, sedangkan untuk lomba tingkat provinsinya sekitar bulan Mei. ''Sedangkan tempat pelak-sanaan Lomba dan Seleksi Olimpiade Sains ini sengaja kita gunakan SMPN 1 Indralaya, karena lokasinya lebih setrategis dan mudah dijangkau dibandingkan sekolah-sekolah lain yang ada di Kabupaten Ogan Ilir,'' tandas Narsudi. (har)
SMPN 3 Pemulutan Adakan Rapat Rutin Bulanan
Pemulutan, Agung Post
SMPN 3 Pemulutan bersama dewan guru, belum lama ini, melaksanakan rapat dinas yang bertujuan untuk mengevaluasi kinerja para dewan guru dalam menerapkan dunia pendi-dikkan. Demikian kata Kepala SMPN 3 Pemulutan (Kepsek), Dwiyono Spd, kepada "Agung Post" diruang kerjanya, belum lama ini.
Dan lanjutnya, rapat ini merupakan sarana untuk kemajuan sekolah selain dapat memperbaiki dan memotifasi kinerja dewan guru juga dapat membahas masalah dan kendala yang ada disekolah ini, ungkapnya.
Selain itu, katanya, kita mengucapkan rasa sukur kepada dewan guru yang telah menerima kenaikan gaji, karena kebijakan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian untuk mensejahterakan para guru. Maka itu, ajaknya, kepada dewan guru agar melaksanakan tugasnya dengan penuh rasa tanggung jawab disamping menuntut haknya sebagai tenaga pendidik.
Selain itu saat ini dana bos telah dicairkan demi untuk kelancaran operasionalan belajar dan mengajar. Sedangkan Waka Kurikulum SMPN 3 Pemulutan, Drs Sutrisno menyatakan, meminta pada para dewan guru untuk lebih efektif dalm proses pembelajaran serta ditingkatkan. Selain daripada itu agar para guru tidak hanya memberikan pelajaran yang diajarkan tetapi memberikan juga ilmu moral dan etika kepada siswa, ujarnya. (har).
SMPN 3 Pemulutan bersama dewan guru, belum lama ini, melaksanakan rapat dinas yang bertujuan untuk mengevaluasi kinerja para dewan guru dalam menerapkan dunia pendi-dikkan. Demikian kata Kepala SMPN 3 Pemulutan (Kepsek), Dwiyono Spd, kepada "Agung Post" diruang kerjanya, belum lama ini.
Dan lanjutnya, rapat ini merupakan sarana untuk kemajuan sekolah selain dapat memperbaiki dan memotifasi kinerja dewan guru juga dapat membahas masalah dan kendala yang ada disekolah ini, ungkapnya.
Selain itu, katanya, kita mengucapkan rasa sukur kepada dewan guru yang telah menerima kenaikan gaji, karena kebijakan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian untuk mensejahterakan para guru. Maka itu, ajaknya, kepada dewan guru agar melaksanakan tugasnya dengan penuh rasa tanggung jawab disamping menuntut haknya sebagai tenaga pendidik.
Selain itu saat ini dana bos telah dicairkan demi untuk kelancaran operasionalan belajar dan mengajar. Sedangkan Waka Kurikulum SMPN 3 Pemulutan, Drs Sutrisno menyatakan, meminta pada para dewan guru untuk lebih efektif dalm proses pembelajaran serta ditingkatkan. Selain daripada itu agar para guru tidak hanya memberikan pelajaran yang diajarkan tetapi memberikan juga ilmu moral dan etika kepada siswa, ujarnya. (har).
Langganan:
Postingan (Atom)