Tampilkan postingan dengan label POJOK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label POJOK. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Juni 2009

Pidato Perdana Boediono Mempesona Publik

Pidato Perdana
Boediono Mempesona Publik
DENGAN gaya bicara yang tenang, religius dan meyakinkan Boediono cukup mempesona siapapun yang melihatnya berpidato sebagai cawapres yang digandeng capres SBY hadapi pemilu 2009 mendatang, jum'at malam kemarin, di Gedung Sabuga, Bandung, yang ditayangkan secara langsung berbagai stasiun televisi.
Gubernur Bank Indonesia (BI), Boediono, malam kemarin itu, berpidato sekitar 20 menit mengenakan baju batik warna nerah berkacamata dengan peci hitam didampingi SBY, dari awal hingga akhir pidatonya dihujani tepuk tangan yang meriah.
"Sejak merintis karir sebagai seorang ekonom dan guru, saya tidak pernah bercita-cita memegang jabatan puncak di republik kita yang cintai ini," tutur Boediono dalam pidatonya yang tanpa teks itu.
Dihadapan pimpinan parpol dan tokoh-tokoh penting Jawa Barat, seperti mantan Gubernur Jabat Solichin GP, Boediono juga memperlihatkan tentang pentingnya keluarga. "Saya sangat berterima kasih kepada istri saya yang telah memberikan persetujuan atas tugas saya yang baru ini," ujar dia.
Dan kata Boediono, "izinkanlah saya mengucapkan rasa terima- kasih yang dalam kepada Bapak Presiden SBY yang telah menunjuk saya untuk mendampingi beliau dalam Pemilu Presiden Juli nanti. Penunjukan diri saya sebagai cawapres merupakan suatu kehormatan yang amat besar bagi saya dan keluarga," tuturnya.
Boediono juga menutup pidatonya dengan kalimat yang pas. "Dengan mengucap bislamillahirrahmanirrahim saya siap bekerja mulai hari ini," katanya mengakhiri.

KPK Mampu Bekerja Tanpa Antasari

Yogyakarta, Agung Post
Untuk menunjukan mampu bekerja tanpa Antasari Azhar, belum lama ini, KPK menetapkan tiga anggota Komisi IV DPR RI sebagai tersangka baru yaitu, Hilman Indra, Fachri Andi dan Anwar Chesputra, berkenaan kasus korupsi proyek Pelabuhan Tanjung Api-Api, Sumatra Selatan. Dan ini membuktikan kinerja KPK tidak terpengaruh oleh intervensi kepentingan tertentu, "KPK harus memberi bukti dengan kerja setelah Antasari Azhar tersandung kasus pembunuhan," kata Direktur Pukat UGM Zainal Arifin Mochtar di Yogyakarta, Rabu kemarin.
Tantangan kemampuan KPK, ujarnya, harus menghilangkan mitos yang selama ini menghantui yaitu Antasari tidak mungkin bersalah, Antasari adalah KPK dan KPK adalah Antasari Azhar. Selain itu juga membantah bahwa KPK berhasil menangani kasus korupsi karena Antasari.
"Ditetapkannya tiga anggota DPR sebagai tersangka baru dalam kasus korupsi proyek Pelabuhan Tanjung Api-Api merupakan semangat untuk menuntaskan perkara korupsi," ujar Zainal.
Dan lanjutnya, upaya KPK untuk menindaklanjuti kasus korupsi proyek Pelabuhan Tanjung Api-Api merupakan reaktif terhadap desakan DPR yang selama ini. Artinya KPK tetap berani membongkar kasus-kasus korupsi di Indonesia.
"Jangan sampai penetapan tiga tersangka baru itu hanya sebagai gertakan terhadap DPR yang akhir-akhir ini terkesan mencampuri urusan KPK terkait tidak aktifnya lagi Antasari. Gerakan pemberantasan korupsi jangan sampai melambat. Tanpa Antasari, harus dijadikan era baru bagi KPK yang lebih berani dalam memberantas korupsi," kata Zainal. (net/mi/ap)