Tampilkan postingan dengan label DIALOG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DIALOG. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Juli 2009

Manajemen Baru "Agung Post" Rolling Personil


Manajemen Baru "Agung Post" Rolling Personil

UNTUK penyegaran manajemen, belum lama ini Pimpinan Umum Sk Agung Post, menggelar rapat koordinasi dan mengambil kebijakan untuk merolling beberapa pejabat dan tempat tugas wartawan. Waduh hebat juga bos kita ini, tutur Rokian usai rakoor hari itu, bukan cuma Pemda saja bisa merolling pejabatnya, tapi Sk Agung Post juga bisa memutasi dan mengalih tugas personilnya. Tapi, saya sepakat, timpal Muzni Harun Dewan Redaksi AP ini, agar para karyawan tidak jenuh maka setiap setahun sekali memang perlu diadakan rolling sebagai langkah penyegaran. Adapun pejabat media ini yang dirolling yaitu Pimpinan Perusahaan, Irsyadi Syaiful SE mendapat tugas baru sebagai Kepala Litbang, digantikan oleh Yudi Herianto pendatang baru di Sk Agung Post. Sedangkan jabatan Koorlip yang selama ini dirangkap oleh Kurniawan SH Redaktur Pelaksana (Redpel) dipercayakan kepada Gusti M Ali wartawan senior AP. Sebelumnya bagian keuangan, Wirdayanti SE, dipindah tugaskan ke bagian umum dan kearsipan, penggantinya sebagai Pjs Herlina, diikuti juga dengan alih tempat tugas beberapa wartawan.
Pimpinan Umum Sk Agung Post, HM Syarifuddin Basrie, menekankan kepada semua pejabat, karyawan dan wartawan agar terus meningkatkan aktifitas kerja sesuai dengan interaksi hak dan kewajiban dengan perusahaan Sk Agung Post. Direncanakan tambah HM Syarifuddin Basrie, dalam waktu dekat ada beberapa bagian sudah mendesak untuk dilakukan rolling personilnya. Diujung pengarahannya, pak haji ini berkata seraya mengajak para anggotanya, mari kita sama-sama menghidupi perusahaan ini agar kita bisa hidup didalamnya.
Terdengar suara dari kursi sebelah belakang, OK bos, TOS dulu kita tutur beberapara personilnya dengan gaya lucu, tapi ketakutan kalau tingkahnya itu diketahui pak Bos. (icl).

Senin, 06 Juli 2009

Capres Cawapres 2009 Diobrolkan


Capres Cawapres 2009 Diobrolkan


OBROLAN edisi ini masih seputar capres dan cawapres menghadapi Pilpres 2009 nanti. Gonjang-ganjing seputar siapa bakal dipilih untuk pemimpin bangsa ini lima tahun kedepan juga hangat dibedah oleh kru-kru "Agung Post" setiap usai makan siang di Pos Scurity Mabes Agung Post Griya Media Indralaya.
Menurut, Gusti wartawan senior media ini, kita rakyat harus ada pandangan secara individu terhadap 3 pasang capres-cawapres agar tidak menyesal dibelakang harinya. Dan katanya, saya pasti memilih SBY-Budi karena SBY sudah teruji dan terbukti, tapi kalau saja Probowo dan Wiranto maju dengan sendiri-sendiri pasti saya memilih mereka, tutur Gusti.
Hal senada juga dikatakan, Ical, karyawan pracetak "Agung Post" dari pada pilih calon lain saya juga milih SBY bukan Budinya, kata Ical polos. Lain lagi Wiwit, wartawan yunior media ini saya masih mikir-mikir dulu karena nantinya siapapun jadi presiden saya juga masih harus kerja cari makan sendiri. Sedangkan idolah saya Prabowo yang hanya berani tampil ikut Mega, jadi saya kecewa, ujar Wiwit asal Purworejo Jateng itu.
"Kalau saya insya'Allah pilih JK-Win ah," cetus Linda singkat sambil angkat kaki menuju ruang kerjanya. Dan celetuk Rokian, kalu aku, samikna wa athokna sambil menngangkat jempol jarinya keatas pertanda oke. AO jawab Muksin dari Muaraenim, namenye tu semegi saje kaba tu.(sad).

Senin, 15 Juni 2009

Ngalor Ngidul Seputar Caleg

PERHELATAN akbar para calon legislatif (caleg) telah usai bagi yang terpilih sudah siap-siap mengemban tugas legislasi untuk lima tahun kedepan. Semua Tim sukses dan keluarga caleg yang terpilih cukup gembira dan bangga maklum bakal ada orang yang dibanggakan duduk di gedung dewan. Pernak pernik keberhasilan caleg setelah terpilih juga menjadi pembicaraan hangat dikalangan kru "Agung Post" belum lama ini.
Kita lihat saja, tutur Gusti Ali ditengah-tengah pembicaraan teman-temannya sesama wartawan dan karyawan media ini, kalu anggota dewan yang sudah-sudah kebanyakan lupa diri kalau dia dipilih oleh rakyat pemilihnya. Congkaknya lagi, timpal Yudi Koorlip AP, mereka sombong dan lupa kalau jabatan Dewan itu hanya 5 tahun. Ah itu oknum-oknum dulu serga Sulaiman Sekred AP, mudah-mudahan saja anggota yang terpilih sekarang ini ngaca diri, karena dulu mungkin pernah dicueki orang dipilihnya.
Kita optimis saja, celetuk Baharudin dengan gayanya yang angak-engek, memang kalau melihat kebanyakan anggota dewan yang dulu-dulu suka begitu, maklum mereka menganggap menjadi anggota Dewan itu sama dengan bekerja di perusahanan atau PNS. Sehingga, tigkah mereka sama dengan gaya karyawan padahal, mereka itu mewakili sekian ribu rakyat untuk bermitra dengan pemerintah melaksanakan berbagai kebijakan dan pembangunan untuk rakyat yang memilih mereka. Saya sependapat dengan Bung Sulaiman diatas, tutur Rokian, berdasarkan pengalaman dan penglihatannya selama belum menjadi dewan, gerak gerik keliru oknum anggota Dewan yang terkesan D3 selama ini tidak akan dicontohnya, sehingga keberadaan anggota DPR periode 2009-2014 akan lebih berkulaitas, harapnya.(icl)