Senin, 15 Juni 2009

Sekilas Sumsel

Kabupaten Banyuasin

WALAU sudah banyak memakan korban akibat kerusakan jalan lingkar Kabupaten Banyuasin, namun hingga berita ini diturunkan belum ada tanda-tanda perbaikan dari Pemkab Banyuasin. Padahal laporan warga sudah berulang kali. (ap)

Sekilas Palembang

Diduga Tewas Akibat
Cinta Segi Tiga

SIYIN Taslim (32) tewas bersimbah darah setelah dikeroyok Direktur Eksekutif Kadin Palembang, Abdul Najib Umar (55), dan Riko Maulana (25), menantunya yang bekerja sebagai office boy di kantor tersebut. Suami Marlita (31), staf tata usaha Kadin Palembang ini, tewas dalam perjalanan ke Rumah Sakit Pelabuhan Boom baru dengan 11 luka tusukan di tubuhnya. Menurut informasi kejadian ini ada motif asmara segita, sejauh mana kebenarannya polisi masih menyidiknya. (ap).

Sekilas Sumsel

Pejabat dan Anggota DPR Nyaris Baku Hantam

Gara-gara intrupsi anggota DPRD Sumsel pada Ketua DPRD Sumsel ditegur Kesbangpol Linmas Provinsi Sumsel Rusli Nawi, Kamis kemarin, Kedua pejabat publik ini nyaris baku hantam. Insiden ini menurut informasi belum selesai. (Ap).

Sekilas Jakarta

Cinta Segi Tiga

DUGAAN Cinta segitiga antara Antasari Azhar Ketua KPK, Nasrudin Direktur PT Putra Rajawali dan Rani, bisa berakibat patal. Namun hubungan segitiga Antasari, Nasrudin dan Rani masih remang-remang. Namun tim advokasi keluarga Nasrudin, Boyamin Saiman, membuka kisah asmaralah yang menyebabkan Nasrudin tewas ditembak.
Menurut Boyamin, Antasari telah mengganggu istri ketiga Nasrudin. Dua pekan sebelum ditembak, Antasari sempat mengancam Nasrudin lewat SMS. Polisi masih enggan memastikan motif dan peran Antasari dalam kasus pembunuhan sadis tersebut. Namun yang pasti polisi telah menjerat Antasari dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Bila benar terbukti, gara-gara Rani, Antasari bisa kena hukuman mati. (net/ap).

Cinta Segi Tiga

Sekilas Jakarta

DUGAAN Cinta segitiga antara Antasari Azhar Ketua KPK, Nasrudin Direktur PT Putra Rajawali dan Rani, bisa berakibat patal. Namun hubungan segitiga Antasari, Nasrudin dan Rani masih remang-remang. Namun tim advokasi keluarga Nasrudin, Boyamin Saiman, membuka kisah asmaralah yang menyebabkan Nasrudin tewas ditembak.
Menurut Boyamin, Antasari telah mengganggu istri ketiga Nasrudin. Dua pekan sebelum ditembak, Antasari sempat mengancam Nasrudin lewat SMS. Polisi masih enggan memastikan motif dan peran Antasari dalam kasus pembunuhan sadis tersebut. Namun yang pasti polisi telah menjerat Antasari dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Bila benar terbukti, gara-gara Rani, Antasari bisa kena hukuman mati. (net/ap).
0 komentar

Bulog Targetkan 50 Persen Pengadaan Beras

Jakarta, Agung Post
Saat ini Perum Bulog baru merealisasikan pengadaan beras sebesar 1,9 juta ton atau baru 50 persen dari target. Tahun 2009 ini Bulog menargetkan pengadaan beras sebanyak 3,8 juta ton atau lebih tinggi dari realisasi tahun 2008 hanya mencapai 3,2 juta ton.
Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Utama Perum Bulog, Mustafa Abubakar dalam sambutanya diacara peresmian pembukaan lokakarya regional ASEAN dalam rangka ulang tahun Bulog ke-42 tahun di Balai Kartini, Jumat kemarin.
"Pengadaan sampai saat ini 1,9 juta ton beras, atau 50 persen dari total target pengadaan beras 2009," jelas Mustafa.
Mustafa mengakui untuk mencapai target pengadaan beras 2009 tidaklah mudah. Namun pihaknya akan tetap optimis mencapai target dengan menekankan pening-katan efektivitas dan produktivitas kinerja.
Pencapaian pengadaan beras tahun lalu yang cukup sukses telah membuat ketergantungan impor beras Indonesia telah dihentikan sejak tahun 2008. Dengan demikian bisa menghemat devisa negara sebesar USD 0,5 miliar. Bahkan pengadaan beras telah berdampak pada berputarnya uang sebesar 13 triliun rupiah ke desa-desa selama setahun. Keber-hasilan Bulog dalam menekan lonjakan harga beras, telah membuat kepercayaan diri Bulog untuk masuk ke komoditi lainnya seperti gula, jagung dan kedele.
"Neraca keuangan Bulog yang semula defisit 500 miliar rupiah, saat ini (2008) surplus 102 miliar rupiah," katanya. (net/kbi/ap).

20 Persen Dana Pendidikan Belum Final

Jakarta, Agung Post
Anggaran pendidikan 20 persen dari APBN bukan sudah final.Pemerintah akan terus berupaya meningkat anggaran tersebut dari waktu ke waktu sesuai dengan kemampuan keuangan negara.
"Dari waktu ke waktu anggaran tersebut bisa 22%, 25% atau lebih tinggi lagi. Jadi tidak hanya terpaku di angka 20% saja. Mentang-mentang telah mencapai 20% lalu tetap saja seperti itu, tidak. Angka itu akan bergerak terus. Jangan lihat 20% sebagai angka minimum tapi angka yang terus berkembang," Demikian Wapres, Jusuf Kalla ditengah berlangsungya silaturahmi dengan Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) di Jakarta, Kamis kemarin.
Dan lanjutnya, selama pendidikan di Indonesia belum mencapai kualitas terbaik, pemerintah akan terus mengupayakannya dengan segala daya upaya. "Pemerintah akan mencari cara meningkatkan kualitas pendidikan dengan segala upaya karena ekonomi, pengetahuan, pembangunan dll akan maju dengan landasan pendidikan yang baik. Semuanya akan kita tuntaskan secara bertahap," terang Kalla.
Dia juga mengingatkan anggaran pendidikan besar bukan merupakan tujuan melainkan cara untuk mencapai tujuan. Anggaran pendidikan tersebut merupakan salah satu cara mencapai tujuan untuk memakmurkan bangsa. "Tidak akan maju suatu bangsa tanpa pendidikan yang maju," katanya. (net/mi/ap)