Muarakuang, Agung Post
Jembantan Penghubung antara Muarakuang ke Desa Tanah Abang terbengkalai begitu saja, jembatan yang dibangun pada Tahun 2006 itu hingga saat ini belum selesai. Terbengkalainya jembatan ini banyak dipertanyakan masyarakat. Ironisnya bangunan ini tidak ada papan merek sehingga tidak diketahui siapa kontraktornya, berapa dana, dan kapan limit penyelesaiannya pun tanpa ada diketahui.
Berdasarkan pantauan ''Agung Post'' di lapangan, sejak dibangun pada pertengahan tahun 2006 lalu hingga sekarang, tak hanya masyarakat setempat yang banyak dibuat dibingung akan keberadaan jembatan tersebut tapi juga masyarakat yang secara kebetulan melintas pun dibuat bingung. Hal itu dapat dimaklumi karena papan merk yang umumnya terpampang ternyata tidak ada. ''Kita kan jadi bingung Pak. Kapan dimulai dan selesainya jembatan ini. Juga pelaksananya siapa,'' ujar seorang pengendara motor yang sempat oleng saat menghindari sebuah lubang.
Saat ini, yang terlihat cuma kerangka besi saja. Itupun tampak sudah mulai karatan karena tak terawat. Belum lagi lumut yang menutupi tiap-tiap tiangnya, menjadikan jembatan tak hanya menakutkan tapi juga mengerikan.
Sementara itu petinggi-petinggi dari daerah ini seolah tutup mata. ''Memang untuk jalan ini bukanlah tanggung jawab mereka semata, tapi juga masyarakat setempat pun diminta untuk memeliharanya dengan ikhlas,'' tutur Edo (40) salah seorang warga Desa Tanah Abang. Edo juga mengharapkan hendaknya melalui pemberitaan ini kepada petinggi-petinggi dari Tingkat Pemrov dan pemerintah daerah harus memperhatikan pembangunan jembatan tersebut. (Ded)
Senin, 15 Juni 2009
Untuk Menjaga Persatuan Jaga Kelestarian Adat
Lubuk Keliat, Agung Post
Lembaga Adat turut berperan penting dalam menopang gerak laju pembangunan khususnya di Ogan Ilir. Demikian di sampaikan Bupati OI, H Mawardi Yahya, melalui Sekda OI, HM Daud Nurhasyim, Selaku Ketua Umum Lembaga Adat Kabupaten, ketika melantik Pengurus Lembaga Adat, belum lama ini, di Kecamatan Lubuk Keliat.
Dan lanjut H Daud, dalam menjaga persatuan dan kesatuan di Kabupaten bahkan di Kecamatan serta desa, Lembaga Adat di tuntut untuk lebih berperan aktif sesuai dengan 10 program/tugas pokok Lembaga Adat. Sebagai suatu bentuk perhatian Pemkab OI, di berikan bantuan alakadarnya, berupa uang sebesar Rp200ribu/bulan kepada masing-masing angota Lembaga Adat. "Memang di lihat dari jumlah nominal di terima itu tidaklah seberapa, namun untuk saat ini sesuai dengan kondisi kas keuangan Pemda, baru sebatas itu. Namun yakinlah di serta ketulusan dan keikhlasan dalam pengabdian, mudah-mudahan hal tersebut menjadi amal ibadah kita, hanya Allah-lah yang mampu memberikan balasan setimpal". Ujar Sekda OI.
Tambahnya pula, adapun kepada para Korpri/PNS di Kecamatan Lubukkeliat, bahwa kalian memikul tanggung jawab besar dalam mengemban tugas membangun OI umumnya dan Kecamatan Lubukkeliat khususnya. Untuk itu hendaknya jangan melalaikan tugas dan jangan loyo, bila anda (PNS) sorang guru/dinas/instansi hendaknya laksanakan tugas dengan tepat waktu dan layanilah pasien dengan baik, untuk anda yang bertugas sebagai Pelayan Kesehatan masyarakat. Ringkasnya, sebagai PNS jangan hanya bisa mempertanyakan hak semata, namun melalaikan tugas dan kewajiban, ingatlah semua itu akan di pinta pertanggung jawabannya di akkhirat kelak. Ujar H Daud, penuh keseriusan.
Tak kalah penting, Pemkab OI, menghimbau bahwa Pemilu Legislatif 2009 sudah di ambang pintu, jadi pada hari H-nya nanti, hendaknya jangan sampai golput/tidak memilih sebab 1 suara mempunyai nilai menentukan, dan juga masyarakat hendaknya dituntut untuk cerdas dalam memilih, artinya pilihlah utusan yang memeng benar-benar membawa kemajuan dan perubahan kearah lebih baik, serta menguntungkan desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, bangsa dan negara.
Pada kesempatan itu juga, Ketua Harian Lembaga Adat Kabupaten OI, Supardi Rapanoi, beserta pengurus, ucapkan selamat atas di lantiknya Lembaga Adat di tiap-tiap Kecamatan yang tersebar di OI, kedepan hendaknya senantiasa menjalin koordinasi yang baik antara Lembaga Adat Kecamatan dengan Kabupaten.
Camat Lubukkeliat, Samrowi, pada kesempatan itu menjelaskan bahwa Kecamatan Lubukkeliat ini terdiri dari 10 desa dan mempunyai 4 macam bahasa di samping adat istiadat yang berbeda-beda pula. Jadi teramat pentinglah peran serta Lembaga Adat khususnya di Tingkat Kecamatan dalam merukunkan dan melestarikan adat istiadat dari berbagai suku adat di Kecamatan ini tanpa menciptakan adat yang baru. Hal senada di ungkapkan Camat Rambangkuang, Aprizal Hasyim, dalam event sama, mengatakan kecamatan Rambangkuang siap dukung apapun program Pemkab OI dalam pembangunan terutama dalam menjaga, dan meles-tarikan adat istiadat yang hampir punah dan di tinggalkan.
Begitu juga Camat Muara Kuang, Rositawati, menga-takan dengan di lantiknya lembaga adat kecamatan, hal tersebut merupakan tero-bosan positif yang membangun kedepan diha-rapkan dapat membantu pemerintah khususnya di kecamatan dalam memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada di masyarakat dengan background kultul adat dan budaya yang beraneka ragam.(and)
Lembaga Adat turut berperan penting dalam menopang gerak laju pembangunan khususnya di Ogan Ilir. Demikian di sampaikan Bupati OI, H Mawardi Yahya, melalui Sekda OI, HM Daud Nurhasyim, Selaku Ketua Umum Lembaga Adat Kabupaten, ketika melantik Pengurus Lembaga Adat, belum lama ini, di Kecamatan Lubuk Keliat.
Dan lanjut H Daud, dalam menjaga persatuan dan kesatuan di Kabupaten bahkan di Kecamatan serta desa, Lembaga Adat di tuntut untuk lebih berperan aktif sesuai dengan 10 program/tugas pokok Lembaga Adat. Sebagai suatu bentuk perhatian Pemkab OI, di berikan bantuan alakadarnya, berupa uang sebesar Rp200ribu/bulan kepada masing-masing angota Lembaga Adat. "Memang di lihat dari jumlah nominal di terima itu tidaklah seberapa, namun untuk saat ini sesuai dengan kondisi kas keuangan Pemda, baru sebatas itu. Namun yakinlah di serta ketulusan dan keikhlasan dalam pengabdian, mudah-mudahan hal tersebut menjadi amal ibadah kita, hanya Allah-lah yang mampu memberikan balasan setimpal". Ujar Sekda OI.
Tambahnya pula, adapun kepada para Korpri/PNS di Kecamatan Lubukkeliat, bahwa kalian memikul tanggung jawab besar dalam mengemban tugas membangun OI umumnya dan Kecamatan Lubukkeliat khususnya. Untuk itu hendaknya jangan melalaikan tugas dan jangan loyo, bila anda (PNS) sorang guru/dinas/instansi hendaknya laksanakan tugas dengan tepat waktu dan layanilah pasien dengan baik, untuk anda yang bertugas sebagai Pelayan Kesehatan masyarakat. Ringkasnya, sebagai PNS jangan hanya bisa mempertanyakan hak semata, namun melalaikan tugas dan kewajiban, ingatlah semua itu akan di pinta pertanggung jawabannya di akkhirat kelak. Ujar H Daud, penuh keseriusan.
Tak kalah penting, Pemkab OI, menghimbau bahwa Pemilu Legislatif 2009 sudah di ambang pintu, jadi pada hari H-nya nanti, hendaknya jangan sampai golput/tidak memilih sebab 1 suara mempunyai nilai menentukan, dan juga masyarakat hendaknya dituntut untuk cerdas dalam memilih, artinya pilihlah utusan yang memeng benar-benar membawa kemajuan dan perubahan kearah lebih baik, serta menguntungkan desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, bangsa dan negara.
Pada kesempatan itu juga, Ketua Harian Lembaga Adat Kabupaten OI, Supardi Rapanoi, beserta pengurus, ucapkan selamat atas di lantiknya Lembaga Adat di tiap-tiap Kecamatan yang tersebar di OI, kedepan hendaknya senantiasa menjalin koordinasi yang baik antara Lembaga Adat Kecamatan dengan Kabupaten.
Camat Lubukkeliat, Samrowi, pada kesempatan itu menjelaskan bahwa Kecamatan Lubukkeliat ini terdiri dari 10 desa dan mempunyai 4 macam bahasa di samping adat istiadat yang berbeda-beda pula. Jadi teramat pentinglah peran serta Lembaga Adat khususnya di Tingkat Kecamatan dalam merukunkan dan melestarikan adat istiadat dari berbagai suku adat di Kecamatan ini tanpa menciptakan adat yang baru. Hal senada di ungkapkan Camat Rambangkuang, Aprizal Hasyim, dalam event sama, mengatakan kecamatan Rambangkuang siap dukung apapun program Pemkab OI dalam pembangunan terutama dalam menjaga, dan meles-tarikan adat istiadat yang hampir punah dan di tinggalkan.
Begitu juga Camat Muara Kuang, Rositawati, menga-takan dengan di lantiknya lembaga adat kecamatan, hal tersebut merupakan tero-bosan positif yang membangun kedepan diha-rapkan dapat membantu pemerintah khususnya di kecamatan dalam memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada di masyarakat dengan background kultul adat dan budaya yang beraneka ragam.(and)
Mengenal Lebih Dekat Ponpes AL ITTIFAQIAH Indralaya Ogan Ilir
Pondok Pesantren al Ittifaqiah Indralaya Ogan Ilir (OI) adalah Pesantren Unggulan yang saat ini telah mencapai prestasi Nasional bahkan Internasional. Kenapa demikian, karena hingga saat ini telah banyak alumni dan santri memperoleh beasiswa dari Universitas terkenal dunia, diantaranya Universitas Al-Azhar Mesir, Universitas Islam Internasional Sudan, Universitas Al Ahqop Yaman dan lainnya.
Cikal bakal Ponpes al Ittifaqiah ini adalah Madrasah Ibtidaiyah Islamiah Siyasiyah Alamiyah Sakatiga tahun 1918-1942, SMI Sakatiga 1950-1962 dan MMA Sakatiga 1962-1967, kemudian pada Juli 1967 Madrasah ini dipindak ke Indralaya yang sekarang merupakan Ibukota Kabupaten Ogan Ilir pemekaran Kabupaten OKI berubah menjadi Pondok Pesantren.
Ponpes Al Ittifaqiah saat ini dipimpin oleh Drs KH Mudrik Qori MA putra bungsu almarhum KH Ahmad Qori Nuri dengan tenaga pengasuh sebanyak 177 orang dan santri sebanyak 1700 orang yang berasal dari berbagai daerah Kabupaten dan Propinsi di Indonesia.
Ustaz Muhyidin Sumedi SPdi MA saat menerima kunjungan "Agung Post" di Ponpes Al Ittifaqiah Indralaya OI ditengah-tengah kesibukannya menjelaskan seputar Ponpes Al Ittifaqiah sebagaimana yang dirangkum dalam sebuah brosur dikemas sedemikan lengkap sehingga tergambar betapa komplitnya sarana dan prasarana pendidikan di Ponpes Al Ittigaqiah ini.
Berikut ini ranggkuman tentang Ponpes Al Ittifaqiah Indralaya Ogan Ilir.Program Pendidikan Kurikuler meliputi, Taman Kanak-Kanak Islam (TK), Madrasah Diniyah, Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA) dengan jurusan MAK, Bahasa, IPS dan MIPA, Diniah Salafiah, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Qur'an
(STITQI) progran S1 Tarbiyah, Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Bahasa Arab (PBA).
Program pendidikan Kokurikuler dan Ekstra Kurikuler meliputi, menghafal Al Qur'an, kursus bahasa Arab dan bahasa Inggris, seni baca Al Qur'an, pelatihan pidato dalam tiga bahasa, pelatihan do'a dan zikir, yasin, tahlil, marhaban dan berzanji. Dan tak etinggalan juga kursus kewirausaan, Koperesi dan pembukuan, penulisan karya ilmiah dan jurnalistik, penyiaran, kewanitaan, kepemimpinan dan idiologi-idiologi dunia, keterampilan menjahit, menyulam, handycraf, batako, otomotif, elektronik dan sablon.
Keterampilan pramuka dan praktis forum, seni nasyid, qosidah, kaligrafi, letter, drumband, teater dan lain-lain. Bidang olah raga yaitu Pencak Silat dan olah raga umum lainnya.
Forum diskusi, kelompok studi, studi komparansi, safari dakwah dan program diniyah (halaqoh) untk mahasiswa dan umum. Program Pendidikan Takhasus. Lembaga Tahfiiz Tilawah dan Ilmu al Qur'an (LEMTATIQ), program menghafal al qur'an tingkat 5,10,20 dan 30 juz, seni baca al Qur'an, Qiroat Sab'ah dan pendalaman tafsir. Kemudian Taman Kanak-kanak/Taman Pendidikan al Qur'an (TK/TPQ), Kursus Intensif Komputer, Bahasa Arab, Inggris dan Perancis, MIPA, Nahwu Shorof, Fiqih dan Bahsul Masali, bimbingan belajar Ujian Nasional dan lain-lain.
Adapun mengenai Kurikulum terdiri dari; Kurikulum Pondok berijazah Pondok, Kurikulum Negeri berijazah Negeri Kurikulum dan metode pengajaran berstandard internasional dan untuk tingkat ibtidaiyah,tsanawiyah serta aliyah diajarklan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) atau pengajaran Komputer. Menyangkut tenaga pendidik, Ponpes Al Ittifaqiyah mempunyai tenaga-tenaga pendidik yang profesional dan berkompeten dalam bidangnya. Mereka adalah alumni Universitas Al Azhar Kairo Mesir,Universitas Islam Internasional Sudan, UIN Jakarta, UIN dan UII Yokyakarta, IAIN Raden Fatah, STITQI KMI Darussalam Gontor, KMI al Amin Prenduan Madura, PP An Nur Yogyakarta, PP Al Ihsan Purwokerto, BEC dan DEC Pare serta PP Al Ittifaqiyah.
Di Ponpes Al Ittifaqiyah berbagai fasilitas pendidikan tersedia lengkap, seperti masjid, musholla, ruang belajar, Asrama, Laboratorium Bahasa, Laboratorium Komputer, Ruang Belajar Multimedia, Perpustakaan,hingga dapur umum dan mess tamu serta aula kunjungan.Bagi santri berferestasi yang hafal al Qur'an tingkat 10 juz, 20 juz dan 30 juz Ponpes membebaskan uang bulanan dari 40% hingga 100% dan mendapat uang saku. Lebih dari itu alumni Ponpes Al Ittifaqiyah berfrestasi berpeluang memperoleh beasiswa di Perguruan Tinggi dalam maupun luar Negeri, seperti Mesir, Yaman dan
negara Eropa maupun Amerika.Melihat ketatnya persaingan sistem pendidikan sekarang ini, keberadaan Ponpes Al Ittifaqiyah Indralaya OI patut dijadikan salah satu tujuan untuk menimba ilmu, terlebih lagi ilmu untuk kehidupan dunia maupun akhirat.Salah seorang wali murid dari santriwati Merisa Aprillia kelas III Aliyah, Somad Musa asal Palembang yang saat itu tengah mengunjungi anaknya mengatakan, melihat keadaan gonjang ganjing dunia sekarang ini kami memilih untuk menyekolahkan anak-anak kami di Ponpes Islam Al Ittifaqiyan OI yang manfaatnya sangat positif bagi kehidupan dunia dan akhirat.
Demikian juga diungkapkan oleh beberapa santriwati, Rachmadaniah, Zainati Ardilla masing-masing asal Palembang dan Ningsi Syafitri asal Banyuasin, merasa sangat senang telah memilih pendidikan di Ponpes Islam khususnya Ponpes Al Ittifaqiyah Indralaya OI, mereka rata-rata telah hafal Al Qur'an.
Ponpes Al Ittifaqiyah Indralaya OI berada tepat dijantung ibukota Kabupaten OI yang saat ini tengah pesat kemajuan pembangunnya dibawah kepemimpinan Bupati Ir H Mawardi Yahya.(gus).
Bupati OI Sambut PKL Yayasan Rizki Fatya Palembang
Indralaya, Agung Post
Praktik Kerja Lapangan (PKL) Akademi Kebidanan Yayasan Rizki Patya Palembang di wilayah Kabupaten Ogan Ilir (OI) disambut langsung oleh Bupati Ogan Ilir, Ir H Mawardi Yahya belum lama ini di Gedung Serba Guna Kabupaten OI.
Menurut Direktur Yayasan Rizki Fatya Palembang, Husniyati Bastari Bsc MK pihaknya sengaja mengajak para peserta praktik kerja lapangan (PKL) dari dialokasikan di Daerah Kabupaten Ogan Ilir. Karena selain atas permintaan mahasiswa itu sendiri juga hampir 70% berasal dari Ogan Ilir, oleh sebab itulah kita tempatkan disini.
''Selain itu kami berharap dengan keberadaan PKL Akademi Kebidanannya yang hampir 75% berasal dari Ogan Ilir atau daerah sendiri, Bupati dapat mendukung serta membantu dana agar kegiatan ini dapat berjalan lancar, terutama minta dukungan serta bimbingan sepenuhnya dari Dinas Kesehatan OI,'' ungkapnya. Sedangkan Bupati OI, Ir H Mawardi Yahya menyatakan kedatangan para PKL Akademi Kebidanan dari Yayasan Rizki Fatya Palembang ini sangat membantu masyarakat. Dengan demikian pemerintah daerah harus mendukung kegiatan ini mengingat peran penting dari bidan bagi kesehatan masyarakat.''Oleh sebab itu bagi bidan, ini merupakan suatu pekerjaan mulia karena bisa memberikan atau menjadi pelayan bagi masyarakat,'' tegas Bupati.
Menurut Bupati, di Kabupaten Ogan Ilir ini hampir 40% kekurangan bidan, oleh sebab itu kepada mahasiwa akademi kebidanan agar dapat mengabdikan dirinya ke daerah Kab. OI ini mengingat kebanyakan berasal dari daerah Kab. OI. Sedangkan Direktur Yayasan Rizki Fatya Palembang, Husniyati Bastari Bsc MK menyatakan akan siap mendidik mahasiswanya mengingat di Kabupaten OI kekurangan bidan, terutama bagi mahasiswanya yang berasal dari Kabupaten OI ini sendiri. (har)
Praktik Kerja Lapangan (PKL) Akademi Kebidanan Yayasan Rizki Patya Palembang di wilayah Kabupaten Ogan Ilir (OI) disambut langsung oleh Bupati Ogan Ilir, Ir H Mawardi Yahya belum lama ini di Gedung Serba Guna Kabupaten OI.
Menurut Direktur Yayasan Rizki Fatya Palembang, Husniyati Bastari Bsc MK pihaknya sengaja mengajak para peserta praktik kerja lapangan (PKL) dari dialokasikan di Daerah Kabupaten Ogan Ilir. Karena selain atas permintaan mahasiswa itu sendiri juga hampir 70% berasal dari Ogan Ilir, oleh sebab itulah kita tempatkan disini.
''Selain itu kami berharap dengan keberadaan PKL Akademi Kebidanannya yang hampir 75% berasal dari Ogan Ilir atau daerah sendiri, Bupati dapat mendukung serta membantu dana agar kegiatan ini dapat berjalan lancar, terutama minta dukungan serta bimbingan sepenuhnya dari Dinas Kesehatan OI,'' ungkapnya. Sedangkan Bupati OI, Ir H Mawardi Yahya menyatakan kedatangan para PKL Akademi Kebidanan dari Yayasan Rizki Fatya Palembang ini sangat membantu masyarakat. Dengan demikian pemerintah daerah harus mendukung kegiatan ini mengingat peran penting dari bidan bagi kesehatan masyarakat.''Oleh sebab itu bagi bidan, ini merupakan suatu pekerjaan mulia karena bisa memberikan atau menjadi pelayan bagi masyarakat,'' tegas Bupati.
Menurut Bupati, di Kabupaten Ogan Ilir ini hampir 40% kekurangan bidan, oleh sebab itu kepada mahasiwa akademi kebidanan agar dapat mengabdikan dirinya ke daerah Kab. OI ini mengingat kebanyakan berasal dari daerah Kab. OI. Sedangkan Direktur Yayasan Rizki Fatya Palembang, Husniyati Bastari Bsc MK menyatakan akan siap mendidik mahasiswanya mengingat di Kabupaten OI kekurangan bidan, terutama bagi mahasiswanya yang berasal dari Kabupaten OI ini sendiri. (har)
SMPN 2 Inderalaya Utara Siap Jalankan Program Gratis
Inderalaya, Agung PostSebagaimana diketahui masalah pendidikan di Kabupaten Ogan Ilir (OI) merupakan prioritas tertinggi dari visi dan misi Bupati OI Ir H Mawardi Yahya.
Ansori SPd Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) I Indralaya Utara yang berlokasi di Desa Palem Raya Kecamatan Indralaya Utara tergolong lokasi sekolah yang jauh dari pemukiman warga, namun demikian sekolah ini sekarang mulai dipavoritkan.
Saat ini SMP I Indralaya Utara telah mempunyai siswa sebanyak 302 orang dan telah membuat kelulusan sebanyak tiga kali hingga tahun ajaran 2008 tadi.Adapun tenaga pengajar sebanyak 24 orang PNS dengan latar belakang Strata I (SI) 90 persen dan DIII 10 persen ditambah tenaga honor sebanyak 7 orang yang digaji dari dana BOS.
''Besaran dana BOS SMP I Indralaya Utara periode Januari - Maret 2009 adalah Rp 43juta lebih dan pemanfaatannya sesuai petunjuk yang telah diatur dalam 13 item,'' ujar Kepsek Ansori SPd pada "Agung Post" di SMP I Indralaya Utara baru-baru ini.
Terkait program sekolah gratis, Kepsek Ansori SPd mengatakan siap melaksanakannya dan siap mengabdi sepenuhnya guna mendukung program pening-katan mutu pendidikan, khususnya di OI.
SMP I Indralaya Utara pada tahun 2006 menjadi juara umum I Pramuka OI dan juara umum II Bupati Cup Semarak Sehat OI 2009 dan beberapa perestasi olah raga lainnya pernah diraih SMPN I ini.Ketika disinggung tentang dana bos yang oleh beberapa Kepsek lainnya mengeluh, ibarat pribahasa dari atas ditekan dan dari bawah ditonjok sehingga terjepit, Kepsek Ansori SPd menampik, itu tidak terjadi di sekolahnya. ''Hubungan antara staf pengajar dan komite sekolah dengan Kepsek cukup harmonis,'' jelas Kepsek Ansori SPd.Di awal tahun ajaran 2008 tadi tercatat siswa yang mendaftar di
SMPN I Indralaya Utara ini sebanyak 130 siswa, setelah melalui seleksi maka hanya ada 108 orang siswa yang dapat diterima. Ansori SPd menjabat sebagai Kepsek SMP I Indralaya Utara sejak Juli 2008, dibawah kepemimpinannya dirasakan banyak k-emajuan.Kedepan Kepsek Ansori SPd bertekad menciptakan peningkatan prestasi siswa agar lebih baik lagi dan diperhitungkan sebagaimana sekolah lainnya di OI.(gus)
Seleksi Olimpiade Sains Tingkat Kabupaten OI
Indralaya, Agung Post
Sebanyak 294 peserta dari SMA/SMK baik negeri maupun swasta se-Kabupaten Ogan Ilir mengikuti Lomba dan Seleksi Olimpiade Sains untuk tingkat Provinsi yang bertempat di SMPN 1 Indralaya, belum lama ini.Menurut Kasi Sarana Bidang Menengah (SMA/SMK) Dinas Pendidikan
Kabupaten Ogan Ilir, Marsudi MM kepada "Agung Post" , kegiatan Lomba dan Seleksi Olimpiade Sains ini merupakan kegiatan agenda nasional untuk menyeleksi para siswa/i yang berhasil di Kabupaten akan dikirim ke tingkat provinsi.
''Adapun jumlah pemenang dari lomba Olimpiade Sains ini kita ambil sebanyak 5 orang yaitu sampai ke juara harapan II, sedangkan untuk mengikuti lomba Olimpiade Sains tingkat provinsinya kita akan mengirim lebih kurang sebanyak 14 peserta,'' tegas Marsudi.
Hasil dari Lomba dan Seleksi Olimpiade Sains ini dapat diketahui mungkin akhir bulan April, karena mengoreksinya langsung dari provinsi, sedangkan untuk lomba tingkat provinsinya sekitar bulan Mei. ''Sedangkan tempat pelak-sanaan Lomba dan Seleksi Olimpiade Sains ini sengaja kita gunakan SMPN 1 Indralaya, karena lokasinya lebih setrategis dan mudah dijangkau dibandingkan sekolah-sekolah lain yang ada di Kabupaten Ogan Ilir,'' tandas Narsudi. (har)
Sebanyak 294 peserta dari SMA/SMK baik negeri maupun swasta se-Kabupaten Ogan Ilir mengikuti Lomba dan Seleksi Olimpiade Sains untuk tingkat Provinsi yang bertempat di SMPN 1 Indralaya, belum lama ini.Menurut Kasi Sarana Bidang Menengah (SMA/SMK) Dinas Pendidikan
Kabupaten Ogan Ilir, Marsudi MM kepada "Agung Post" , kegiatan Lomba dan Seleksi Olimpiade Sains ini merupakan kegiatan agenda nasional untuk menyeleksi para siswa/i yang berhasil di Kabupaten akan dikirim ke tingkat provinsi.
''Adapun jumlah pemenang dari lomba Olimpiade Sains ini kita ambil sebanyak 5 orang yaitu sampai ke juara harapan II, sedangkan untuk mengikuti lomba Olimpiade Sains tingkat provinsinya kita akan mengirim lebih kurang sebanyak 14 peserta,'' tegas Marsudi.
Hasil dari Lomba dan Seleksi Olimpiade Sains ini dapat diketahui mungkin akhir bulan April, karena mengoreksinya langsung dari provinsi, sedangkan untuk lomba tingkat provinsinya sekitar bulan Mei. ''Sedangkan tempat pelak-sanaan Lomba dan Seleksi Olimpiade Sains ini sengaja kita gunakan SMPN 1 Indralaya, karena lokasinya lebih setrategis dan mudah dijangkau dibandingkan sekolah-sekolah lain yang ada di Kabupaten Ogan Ilir,'' tandas Narsudi. (har)
SMPN 3 Pemulutan Adakan Rapat Rutin Bulanan
Pemulutan, Agung Post
SMPN 3 Pemulutan bersama dewan guru, belum lama ini, melaksanakan rapat dinas yang bertujuan untuk mengevaluasi kinerja para dewan guru dalam menerapkan dunia pendi-dikkan. Demikian kata Kepala SMPN 3 Pemulutan (Kepsek), Dwiyono Spd, kepada "Agung Post" diruang kerjanya, belum lama ini.
Dan lanjutnya, rapat ini merupakan sarana untuk kemajuan sekolah selain dapat memperbaiki dan memotifasi kinerja dewan guru juga dapat membahas masalah dan kendala yang ada disekolah ini, ungkapnya.
Selain itu, katanya, kita mengucapkan rasa sukur kepada dewan guru yang telah menerima kenaikan gaji, karena kebijakan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian untuk mensejahterakan para guru. Maka itu, ajaknya, kepada dewan guru agar melaksanakan tugasnya dengan penuh rasa tanggung jawab disamping menuntut haknya sebagai tenaga pendidik.
Selain itu saat ini dana bos telah dicairkan demi untuk kelancaran operasionalan belajar dan mengajar. Sedangkan Waka Kurikulum SMPN 3 Pemulutan, Drs Sutrisno menyatakan, meminta pada para dewan guru untuk lebih efektif dalm proses pembelajaran serta ditingkatkan. Selain daripada itu agar para guru tidak hanya memberikan pelajaran yang diajarkan tetapi memberikan juga ilmu moral dan etika kepada siswa, ujarnya. (har).
SMPN 3 Pemulutan bersama dewan guru, belum lama ini, melaksanakan rapat dinas yang bertujuan untuk mengevaluasi kinerja para dewan guru dalam menerapkan dunia pendi-dikkan. Demikian kata Kepala SMPN 3 Pemulutan (Kepsek), Dwiyono Spd, kepada "Agung Post" diruang kerjanya, belum lama ini.
Dan lanjutnya, rapat ini merupakan sarana untuk kemajuan sekolah selain dapat memperbaiki dan memotifasi kinerja dewan guru juga dapat membahas masalah dan kendala yang ada disekolah ini, ungkapnya.
Selain itu, katanya, kita mengucapkan rasa sukur kepada dewan guru yang telah menerima kenaikan gaji, karena kebijakan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian untuk mensejahterakan para guru. Maka itu, ajaknya, kepada dewan guru agar melaksanakan tugasnya dengan penuh rasa tanggung jawab disamping menuntut haknya sebagai tenaga pendidik.
Selain itu saat ini dana bos telah dicairkan demi untuk kelancaran operasionalan belajar dan mengajar. Sedangkan Waka Kurikulum SMPN 3 Pemulutan, Drs Sutrisno menyatakan, meminta pada para dewan guru untuk lebih efektif dalm proses pembelajaran serta ditingkatkan. Selain daripada itu agar para guru tidak hanya memberikan pelajaran yang diajarkan tetapi memberikan juga ilmu moral dan etika kepada siswa, ujarnya. (har).
Langganan:
Postingan (Atom)