Usul Pak Bupati!
Tolong Honda/TKS Guru Rambangkuang Diangkat PNS
Rambangkuang, Agung Post
Dunia pendidikan merupakan tolak ukur bangkit dan majunya sebuah peradapan suatu bangsa, amatlah mustahil bila suatu bangsa dapat mencapai puncak kejayaanya bila kwalitas dunia pendidikan masih minim. Menurut Kacabdin Diknas Rambangkuang, Gunadi, dikecamatan ini terdapat 15 SD, 10 SMP dan 1 SMA. Namun amat disayangkan untuk tenaga pengajarnya yang PNS hanya segelintir saja seperti di SDN Sunur hanya Kepsek nya saja yang PNS, SD Lubuk Keliat, SD Ibul Dalam, SD Sukananti, SD Y BRK, SMP 1, SMP 2, SMP 3 bahkan SMA yang ada Satu-satunya di Kecamatan Rambangkuang pun baru Kepsek nya saja yang PNS tidak jauh berbeda dengan SMP Satu Atap Kayuara bahkan belum mempunyai Kepsep definitif alias Kepala Sekolah SD merangkat Kepala Sekolah SMP. Ditilik dari formatur tersebut, sungguh terasa amat miris, dan demi mendongkrak dunia pendidikan di Rambnagkuang alangkah baiknya bila pemerintah lebih memperhatikan dan menambah tenaga pendidik yang berstatus PNS. Sebangai usulan, untuk penambahan tersebut, anjur Gunadi, sebaiknya diangkat saja tenaga honor atau TKS yang sudah mengabdi bertahun-tahun saat ini. Apalagi mereka mayoritas merupakan putra-putri daerah setempat sehingga kendala transportasi tidak akan terlalu menylitkan, terangnya.
Kita yakin tambah Gunadi, bila tenaga honor dan TKS ini yang diangkat kualitas dan kuantitas pendidikkan di kecmatan Rambungkuang ini akan dapat ditingkatkan.
Pendapat senada juga disampaikan HM Syarifuddin Basrie pimpinasn media ini dan juga pengamat dunia pendidikan di daerah ini, wajar saja kalau Pemkab Ogan ilir mengangkat tenaga Honor dan TKS para guru yang ada saat ini. Karena mereka tanpa pamrih, hujan panas selalu aktif melaksanakan pengabdiannya sebagai tenaga pendidik di sekolah tempat tugasnya. Mudah-mudahan saja Bupati OI H Mawardi Yahya dan Ka Kandiknas OI Herman SH mendengar usulan ini, tutur pak haji ini optimis. (and)
Senin, 06 Juli 2009
Tolong Honda/TKS Guru Rambangkuang Diangkat PNS
Usul Pak Bupati!
Tolong Honda/TKS Guru Rambangkuang Diangkat PNS
Tolong Honda/TKS Guru Rambangkuang Diangkat PNS
Rambangkuang, Agung Post
Dunia pendidikan merupakan tolak ukur bangkit dan majunya sebuah peradapan suatu bangsa, amatlah mustahil bila suatu bangsa dapat mencapai puncak kejayaanya bila kwalitas dunia pendidikan masih minim. Menurut Kacabdin Diknas Rambangkuang, Gunadi, dikecamatan ini terdapat 15 SD, 10 SMP dan 1 SMA. Namun amat disayangkan untuk tenaga pengajarnya yang PNS hanya segelintir saja seperti di SDN Sunur hanya Kepsek nya saja yang PNS, SD Lubuk Keliat, SD Ibul Dalam, SD Sukananti, SD Y BRK, SMP 1, SMP 2, SMP 3 bahkan SMA yang ada Satu-satunya di Kecamatan Rambangkuang pun baru Kepsek nya saja yang PNS tidak jauh berbeda dengan SMP Satu Atap Kayuara bahkan belum mempunyai Kepsep definitif alias Kepala Sekolah SD merangkat Kepala Sekolah SMP. Ditilik dari formatur tersebut, sungguh terasa amat miris, dan demi mendongkrak dunia pendidikan di Rambnagkuang alangkah baiknya bila pemerintah lebih memperhatikan dan menambah tenaga pendidik yang berstatus PNS. Sebangai usulan, untuk penambahan tersebut, anjur Gunadi, sebaiknya diangkat saja tenaga honor atau TKS yang sudah mengabdi bertahun-tahun saat ini. Apalagi mereka mayoritas merupakan putra-putri daerah setempat sehingga kendala transportasi tidak akan terlalu menylitkan, terangnya.
Kita yakin tambah Gunadi, bila tenaga honor dan TKS ini yang diangkat kualitas dan kuantitas pendidikkan di kecmatan Rambungkuang ini akan dapat ditingkatkan.
Pendapat senada juga disampaikan HM Syarifuddin Basrie pimpinasn media ini dan juga pengamat dunia pendidikan di daerah ini, wajar saja kalau Pemkab Ogan ilir mengangkat tenaga Honor dan TKS para guru yang ada saat ini. Karena mereka tanpa pamrih, hujan panas selalu aktif melaksanakan pengabdiannya sebagai tenaga pendidik di sekolah tempat tugasnya. Mudah-mudahan saja Bupati OI H Mawardi Yahya dan Ka Kandiknas OI Herman SH mendengar usulan ini, tutur pak haji ini optimis. (and)
Dunia pendidikan merupakan tolak ukur bangkit dan majunya sebuah peradapan suatu bangsa, amatlah mustahil bila suatu bangsa dapat mencapai puncak kejayaanya bila kwalitas dunia pendidikan masih minim. Menurut Kacabdin Diknas Rambangkuang, Gunadi, dikecamatan ini terdapat 15 SD, 10 SMP dan 1 SMA. Namun amat disayangkan untuk tenaga pengajarnya yang PNS hanya segelintir saja seperti di SDN Sunur hanya Kepsek nya saja yang PNS, SD Lubuk Keliat, SD Ibul Dalam, SD Sukananti, SD Y BRK, SMP 1, SMP 2, SMP 3 bahkan SMA yang ada Satu-satunya di Kecamatan Rambangkuang pun baru Kepsek nya saja yang PNS tidak jauh berbeda dengan SMP Satu Atap Kayuara bahkan belum mempunyai Kepsep definitif alias Kepala Sekolah SD merangkat Kepala Sekolah SMP. Ditilik dari formatur tersebut, sungguh terasa amat miris, dan demi mendongkrak dunia pendidikan di Rambnagkuang alangkah baiknya bila pemerintah lebih memperhatikan dan menambah tenaga pendidik yang berstatus PNS. Sebangai usulan, untuk penambahan tersebut, anjur Gunadi, sebaiknya diangkat saja tenaga honor atau TKS yang sudah mengabdi bertahun-tahun saat ini. Apalagi mereka mayoritas merupakan putra-putri daerah setempat sehingga kendala transportasi tidak akan terlalu menylitkan, terangnya.
Kita yakin tambah Gunadi, bila tenaga honor dan TKS ini yang diangkat kualitas dan kuantitas pendidikkan di kecmatan Rambungkuang ini akan dapat ditingkatkan.
Pendapat senada juga disampaikan HM Syarifuddin Basrie pimpinasn media ini dan juga pengamat dunia pendidikan di daerah ini, wajar saja kalau Pemkab Ogan ilir mengangkat tenaga Honor dan TKS para guru yang ada saat ini. Karena mereka tanpa pamrih, hujan panas selalu aktif melaksanakan pengabdiannya sebagai tenaga pendidik di sekolah tempat tugasnya. Mudah-mudahan saja Bupati OI H Mawardi Yahya dan Ka Kandiknas OI Herman SH mendengar usulan ini, tutur pak haji ini optimis. (and)
400 Kendaran Terjaring Razia Dishub OI.
400 Kendaran Terjaring Razia Dishub OI.
Indralaya, Agung Post.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) OI, Safaaturrahman SH melalui Kabag Ops M Yusrizal bersama Kabag Ops Dishub Propinsi Sumsel Sudirman HM, baru baru ini, menurunkan 35 orang personil dibantu 2 orang petugas Denpom II Sriwijaya. Mengadakan razia terhadap kendaraan umum jenis angkot, angdes, angkutan barang, AKAP dan AKDP, razia meliputi kelengkapan surat-surat, izin trayek, izin usaha dan KIR kendaraan.
Operasi ini berlangsung selama dua hari dilokasi berbeda dan berhasil menjaring 400 kendaraan, diantaranya terdapat 50 kendaraan tidak memenuhi persyaratan dan perizinannya sudah tidak berlaku lagi. Sebagai tindak lanjut dari kendaraan yang terjaring ini prosesnya dilanjutkan ke kejaksaan, terang Sudirman.
Baik Kabag Ops Dishub OI M Yusrizal maupun Kabag Ops Dihub Propinsi Sumsel mengatakan, operasi ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kesadaran pengguna jalan dan pemilik kendaraan agar taat peraturan dengan wajib melengkapi semua perizinan, disamping itu agar dapat diketahui kendaraan mana yang masih layak jalan.
Kabag Ops Dishub Sumsel Sudirman, saat dimintai keterangan terkait banyaknya kendaraan angkutan berat melintas saat razia dilakukan terlihat melebihi tonase mengatakan, kita mempunyai terminal timbangan yang berada diperbatasan OKI - Lampung disanalah menentukan lebih tidaknya muatan kendaraan tersebut, jika ternyata melebihi tonase maka dikenakan sangsi wajib membayar denda sebanyak kelebihan muatan.
Terkait adanya penarikan retribusi tanpa kupon yang dilakukan petugas Dishub, Kabag Ops Sumsel Sudirman menjelaskan, kita selaku pelaksana dalam hal ini Dishub telah ditarget sesuai perda untuk mendapatkan pemasukan dari retribusi pertahun, namun Sudirman tidak merinci berapa jumlah dimaksud, oleh sebab itu Dishub berkewajiban melaksanakan ini, sehingga jika tidak tercapai akan menjadi tanggung jawab kami, ujar Sudirman.
Mengenai adanya anggapan masyarakat tentang penarikan retribusi tidak memakai kupon, Sudirman mengatakan, walau demikian bukan berarti uangnya akan masuk kantong petugas, tegas Sudirman.
Ketika disinggung adanya beberapa kendaraan Dinas yang seharusnya berplat merah berubah ke plat hitam dan sebaliknya kendaraan pribadi berplat hitam berubah ke plat merah, Sudirman dengan tegas mengatakan, itu jelas melanggar peraturan dapat ditindak tegas sesuai hukum berlaku. (gus).
Indralaya, Agung Post.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) OI, Safaaturrahman SH melalui Kabag Ops M Yusrizal bersama Kabag Ops Dishub Propinsi Sumsel Sudirman HM, baru baru ini, menurunkan 35 orang personil dibantu 2 orang petugas Denpom II Sriwijaya. Mengadakan razia terhadap kendaraan umum jenis angkot, angdes, angkutan barang, AKAP dan AKDP, razia meliputi kelengkapan surat-surat, izin trayek, izin usaha dan KIR kendaraan.
Operasi ini berlangsung selama dua hari dilokasi berbeda dan berhasil menjaring 400 kendaraan, diantaranya terdapat 50 kendaraan tidak memenuhi persyaratan dan perizinannya sudah tidak berlaku lagi. Sebagai tindak lanjut dari kendaraan yang terjaring ini prosesnya dilanjutkan ke kejaksaan, terang Sudirman.
Baik Kabag Ops Dishub OI M Yusrizal maupun Kabag Ops Dihub Propinsi Sumsel mengatakan, operasi ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kesadaran pengguna jalan dan pemilik kendaraan agar taat peraturan dengan wajib melengkapi semua perizinan, disamping itu agar dapat diketahui kendaraan mana yang masih layak jalan.
Kabag Ops Dishub Sumsel Sudirman, saat dimintai keterangan terkait banyaknya kendaraan angkutan berat melintas saat razia dilakukan terlihat melebihi tonase mengatakan, kita mempunyai terminal timbangan yang berada diperbatasan OKI - Lampung disanalah menentukan lebih tidaknya muatan kendaraan tersebut, jika ternyata melebihi tonase maka dikenakan sangsi wajib membayar denda sebanyak kelebihan muatan.
Terkait adanya penarikan retribusi tanpa kupon yang dilakukan petugas Dishub, Kabag Ops Sumsel Sudirman menjelaskan, kita selaku pelaksana dalam hal ini Dishub telah ditarget sesuai perda untuk mendapatkan pemasukan dari retribusi pertahun, namun Sudirman tidak merinci berapa jumlah dimaksud, oleh sebab itu Dishub berkewajiban melaksanakan ini, sehingga jika tidak tercapai akan menjadi tanggung jawab kami, ujar Sudirman.
Mengenai adanya anggapan masyarakat tentang penarikan retribusi tidak memakai kupon, Sudirman mengatakan, walau demikian bukan berarti uangnya akan masuk kantong petugas, tegas Sudirman.
Ketika disinggung adanya beberapa kendaraan Dinas yang seharusnya berplat merah berubah ke plat hitam dan sebaliknya kendaraan pribadi berplat hitam berubah ke plat merah, Sudirman dengan tegas mengatakan, itu jelas melanggar peraturan dapat ditindak tegas sesuai hukum berlaku. (gus).
400 Kendaran Terjaring Razia Dishub OI.
400 Kendaran Terjaring Razia Dishub OI.
Indralaya, Agung Post.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) OI, Safaaturrahman SH melalui Kabag Ops M Yusrizal bersama Kabag Ops Dishub Propinsi Sumsel Sudirman HM, baru baru ini, menurunkan 35 orang personil dibantu 2 orang petugas Denpom II Sriwijaya. Mengadakan razia terhadap kendaraan umum jenis angkot, angdes, angkutan barang, AKAP dan AKDP, razia meliputi kelengkapan surat-surat, izin trayek, izin usaha dan KIR kendaraan.
Operasi ini berlangsung selama dua hari dilokasi berbeda dan berhasil menjaring 400 kendaraan, diantaranya terdapat 50 kendaraan tidak memenuhi persyaratan dan perizinannya sudah tidak berlaku lagi. Sebagai tindak lanjut dari kendaraan yang terjaring ini prosesnya dilanjutkan ke kejaksaan, terang Sudirman.
Baik Kabag Ops Dishub OI M Yusrizal maupun Kabag Ops Dihub Propinsi Sumsel mengatakan, operasi ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kesadaran pengguna jalan dan pemilik kendaraan agar taat peraturan dengan wajib melengkapi semua perizinan, disamping itu agar dapat diketahui kendaraan mana yang masih layak jalan.
Kabag Ops Dishub Sumsel Sudirman, saat dimintai keterangan terkait banyaknya kendaraan angkutan berat melintas saat razia dilakukan terlihat melebihi tonase mengatakan, kita mempunyai terminal timbangan yang berada diperbatasan OKI - Lampung disanalah menentukan lebih tidaknya muatan kendaraan tersebut, jika ternyata melebihi tonase maka dikenakan sangsi wajib membayar denda sebanyak kelebihan muatan.
Terkait adanya penarikan retribusi tanpa kupon yang dilakukan petugas Dishub, Kabag Ops Sumsel Sudirman menjelaskan, kita selaku pelaksana dalam hal ini Dishub telah ditarget sesuai perda untuk mendapatkan pemasukan dari retribusi pertahun, namun Sudirman tidak merinci berapa jumlah dimaksud, oleh sebab itu Dishub berkewajiban melaksanakan ini, sehingga jika tidak tercapai akan menjadi tanggung jawab kami, ujar Sudirman.
Mengenai adanya anggapan masyarakat tentang penarikan retribusi tidak memakai kupon, Sudirman mengatakan, walau demikian bukan berarti uangnya akan masuk kantong petugas, tegas Sudirman.
Ketika disinggung adanya beberapa kendaraan Dinas yang seharusnya berplat merah berubah ke plat hitam dan sebaliknya kendaraan pribadi berplat hitam berubah ke plat merah, Sudirman dengan tegas mengatakan, itu jelas melanggar peraturan dapat ditindak tegas sesuai hukum berlaku. (gus).
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) OI, Safaaturrahman SH melalui Kabag Ops M Yusrizal bersama Kabag Ops Dishub Propinsi Sumsel Sudirman HM, baru baru ini, menurunkan 35 orang personil dibantu 2 orang petugas Denpom II Sriwijaya. Mengadakan razia terhadap kendaraan umum jenis angkot, angdes, angkutan barang, AKAP dan AKDP, razia meliputi kelengkapan surat-surat, izin trayek, izin usaha dan KIR kendaraan.
Operasi ini berlangsung selama dua hari dilokasi berbeda dan berhasil menjaring 400 kendaraan, diantaranya terdapat 50 kendaraan tidak memenuhi persyaratan dan perizinannya sudah tidak berlaku lagi. Sebagai tindak lanjut dari kendaraan yang terjaring ini prosesnya dilanjutkan ke kejaksaan, terang Sudirman.
Baik Kabag Ops Dishub OI M Yusrizal maupun Kabag Ops Dihub Propinsi Sumsel mengatakan, operasi ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kesadaran pengguna jalan dan pemilik kendaraan agar taat peraturan dengan wajib melengkapi semua perizinan, disamping itu agar dapat diketahui kendaraan mana yang masih layak jalan.
Kabag Ops Dishub Sumsel Sudirman, saat dimintai keterangan terkait banyaknya kendaraan angkutan berat melintas saat razia dilakukan terlihat melebihi tonase mengatakan, kita mempunyai terminal timbangan yang berada diperbatasan OKI - Lampung disanalah menentukan lebih tidaknya muatan kendaraan tersebut, jika ternyata melebihi tonase maka dikenakan sangsi wajib membayar denda sebanyak kelebihan muatan.
Terkait adanya penarikan retribusi tanpa kupon yang dilakukan petugas Dishub, Kabag Ops Sumsel Sudirman menjelaskan, kita selaku pelaksana dalam hal ini Dishub telah ditarget sesuai perda untuk mendapatkan pemasukan dari retribusi pertahun, namun Sudirman tidak merinci berapa jumlah dimaksud, oleh sebab itu Dishub berkewajiban melaksanakan ini, sehingga jika tidak tercapai akan menjadi tanggung jawab kami, ujar Sudirman.
Mengenai adanya anggapan masyarakat tentang penarikan retribusi tidak memakai kupon, Sudirman mengatakan, walau demikian bukan berarti uangnya akan masuk kantong petugas, tegas Sudirman.
Ketika disinggung adanya beberapa kendaraan Dinas yang seharusnya berplat merah berubah ke plat hitam dan sebaliknya kendaraan pribadi berplat hitam berubah ke plat merah, Sudirman dengan tegas mengatakan, itu jelas melanggar peraturan dapat ditindak tegas sesuai hukum berlaku. (gus).
Minggu, 05 Juli 2009
Ujian Nasional SMAN 1 Jejawi berjalan lancar
Ujian Nasional SMAN 1 Jejawi berjalan lancar
Jejawi, Agung Post
Secara serentak pelaksanaan Ujian Nasional digelar mulai hari Senin tanggal 20 April 2009 lalu. Begitu pun di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Jejawi. Dalam keheningan di sekolah tersebut tersimpan ribuan pemikiran bagi siswa siswi kelas tiga. Sekitar 158 siswa yang mengikuti ujian nasional dengan tertib menurut peraturan yang sudah diterapkan oleh pemerintah, seperti bel 1 X pengawas membagikan lembaran jawaban kepada peserta dan menggunakan pensil 2B pengawas memeriksa indentitas satu persatu dan membagikan soal dengan cara dibalik.
Bel 2X peserta membaca dan memeriksa paket soal dengan nomor peserta dan menjawab soal sesuai dengan waktu yang ditentukan, pengawas mengisi berita acara dan mengedarkan daftar hadir kepada siswa satu persatu. Bel 3X waktu mengerjakan soal tinggal lima menit lagi dan bel panjang waktu mengerjakan soal ujian nasional sudah selesai.
Menurut kepala sekolah SMAN 1 Jejawi, Drs Suroto kepada "Agung Post" ujian nasional berjalan secara teratur dan tertib berkat adanya pengawasan yang positif hingga berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan atau kesimpangsiuran dari siswa siswi. Begitu juga pihak pengawas dari UNSRI, Asep juga mengatakan ujian nasional di SMAN 1 Jejawi berjalan dengan lancar dan sportif.
Juga ditambahkan pihak Humas Sri Asiani BA, dari Kurikulum Ruslan Efendi serta dari Kesiswaan Sukardi, ujian tersebut diikuti oleh 158 siswa siswi dan tidak ikut satu orang siswa kemudian terbagi dari sembilan lokal masing-masing 20 orang siswa siswi serta pelajar satu Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Tiga Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sehingga ujian nasional tersebut berjalan dengan tertib. (kdm)
Jejawi, Agung Post
Secara serentak pelaksanaan Ujian Nasional digelar mulai hari Senin tanggal 20 April 2009 lalu. Begitu pun di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Jejawi. Dalam keheningan di sekolah tersebut tersimpan ribuan pemikiran bagi siswa siswi kelas tiga. Sekitar 158 siswa yang mengikuti ujian nasional dengan tertib menurut peraturan yang sudah diterapkan oleh pemerintah, seperti bel 1 X pengawas membagikan lembaran jawaban kepada peserta dan menggunakan pensil 2B pengawas memeriksa indentitas satu persatu dan membagikan soal dengan cara dibalik.
Bel 2X peserta membaca dan memeriksa paket soal dengan nomor peserta dan menjawab soal sesuai dengan waktu yang ditentukan, pengawas mengisi berita acara dan mengedarkan daftar hadir kepada siswa satu persatu. Bel 3X waktu mengerjakan soal tinggal lima menit lagi dan bel panjang waktu mengerjakan soal ujian nasional sudah selesai.
Menurut kepala sekolah SMAN 1 Jejawi, Drs Suroto kepada "Agung Post" ujian nasional berjalan secara teratur dan tertib berkat adanya pengawasan yang positif hingga berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan atau kesimpangsiuran dari siswa siswi. Begitu juga pihak pengawas dari UNSRI, Asep juga mengatakan ujian nasional di SMAN 1 Jejawi berjalan dengan lancar dan sportif.
Juga ditambahkan pihak Humas Sri Asiani BA, dari Kurikulum Ruslan Efendi serta dari Kesiswaan Sukardi, ujian tersebut diikuti oleh 158 siswa siswi dan tidak ikut satu orang siswa kemudian terbagi dari sembilan lokal masing-masing 20 orang siswa siswi serta pelajar satu Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Tiga Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sehingga ujian nasional tersebut berjalan dengan tertib. (kdm)
DPRD Muba Bahas Dugaan KKN Dnas Jalan Piase
DPRD Muba Bahas Dugaan KKN Dnas Jalan Piase
Sekayu, Agung Post
Sebanyak 300 Kepala Keluarga (KK) masyarakat desa Piase kecamatan Sekayu kabupaten Muba diduga kurang perhatian pemerintah daerah, terbukti sudah sepuluh tahun desa piase mengalami gelap gulita, ibaratnya sekarang ini baru diimingi-imingi buktinya sejak beberapa tahun lalu baru ada Tiang dan kabelnya saja.
Demikian juga masalah jalan sebagai sarana transportasi vital rakyat setempat, APBD Muba pada tahun 2007/2008 dianggarkan dana sebesar Rp1,5 Miliar untuk pembangunan 2,5 Kilometer, ternyata hanya dikerjakan 2 Kilometer saja. Saat ini kondisi jalan tersebut tak uabhnya danau untuk kubangan kerbau, dan hingga berita ini naik cetak belum ada perhatian Pemkab Muba, apalagi mengenai adanya dugaan manifulasi fisik jalan tersebut, termasuk kapan API PLN bakal dialirkan.
Akibat jalan itu rusak parah maka para penduduk sekitar sangat sulit untuk mengeluarkan hasil karet dan sawit, kata Kades Piase, Suganda.
Masih katanya kepada para wartawan, pembangunan jalan mulai dari C- VII desa Sungai Medak sepanjang 2,5 KM dibangun tahun 2007/2008 diduga mengalami penyimpangan karena hanya dikerjakan 2 Km saja. Kondisi jalan sekarang ini, katanya, telah dilaporkan warganya ke PU Muba namun hingga saat ini tidak ada tindak lanjut, demikian juga masalah Api PLN kapan dialirkan belum diketahui. Melalui pemberitaan ini Kades dan masyarakat meminta Pemkab Muba untuk memperhatikan keluhan dan usul kami menyangkut jalan dan api PLN tersebut, harapnya.
Sementara itu Wakil Ketua DPRD Muba, Ir Uzer Effendi Ms ketika dikonfirmasi tentang kerusakan berat jalan didesa piase yang diduga hanya dikerjakan 2 Km itu menyatakan, pembangunan jalan tersebut telah kita anggarkan melalui dana APBD Muba tahun 2007/2008 sepanjang 2,5 km melalui dana sebesar Rp1,5 M.
Kalau pembangunan tersebut tidak sesuai dengan dana anggaran dan Rab proyek yang ditentukan kami akan membahasnya didalan rapat Paripurna dan akan kami pertanyakan kepada saudara Bupati Muba H Fahri Azhari ST, jika terbukti pembangunan jalan itu menyimpang maka sisa dana itu harus di kembalikan kepada Negara. Dan kepada yang terlibat KKN dana jalan itu supaya dapat diproses secara hukum baik oleh Tipikor maupun Kejaksaan Muba, tegasnya. (sof)
Sekayu, Agung Post
Sebanyak 300 Kepala Keluarga (KK) masyarakat desa Piase kecamatan Sekayu kabupaten Muba diduga kurang perhatian pemerintah daerah, terbukti sudah sepuluh tahun desa piase mengalami gelap gulita, ibaratnya sekarang ini baru diimingi-imingi buktinya sejak beberapa tahun lalu baru ada Tiang dan kabelnya saja.
Demikian juga masalah jalan sebagai sarana transportasi vital rakyat setempat, APBD Muba pada tahun 2007/2008 dianggarkan dana sebesar Rp1,5 Miliar untuk pembangunan 2,5 Kilometer, ternyata hanya dikerjakan 2 Kilometer saja. Saat ini kondisi jalan tersebut tak uabhnya danau untuk kubangan kerbau, dan hingga berita ini naik cetak belum ada perhatian Pemkab Muba, apalagi mengenai adanya dugaan manifulasi fisik jalan tersebut, termasuk kapan API PLN bakal dialirkan.
Akibat jalan itu rusak parah maka para penduduk sekitar sangat sulit untuk mengeluarkan hasil karet dan sawit, kata Kades Piase, Suganda.
Masih katanya kepada para wartawan, pembangunan jalan mulai dari C- VII desa Sungai Medak sepanjang 2,5 KM dibangun tahun 2007/2008 diduga mengalami penyimpangan karena hanya dikerjakan 2 Km saja. Kondisi jalan sekarang ini, katanya, telah dilaporkan warganya ke PU Muba namun hingga saat ini tidak ada tindak lanjut, demikian juga masalah Api PLN kapan dialirkan belum diketahui. Melalui pemberitaan ini Kades dan masyarakat meminta Pemkab Muba untuk memperhatikan keluhan dan usul kami menyangkut jalan dan api PLN tersebut, harapnya.
Sementara itu Wakil Ketua DPRD Muba, Ir Uzer Effendi Ms ketika dikonfirmasi tentang kerusakan berat jalan didesa piase yang diduga hanya dikerjakan 2 Km itu menyatakan, pembangunan jalan tersebut telah kita anggarkan melalui dana APBD Muba tahun 2007/2008 sepanjang 2,5 km melalui dana sebesar Rp1,5 M.
Kalau pembangunan tersebut tidak sesuai dengan dana anggaran dan Rab proyek yang ditentukan kami akan membahasnya didalan rapat Paripurna dan akan kami pertanyakan kepada saudara Bupati Muba H Fahri Azhari ST, jika terbukti pembangunan jalan itu menyimpang maka sisa dana itu harus di kembalikan kepada Negara. Dan kepada yang terlibat KKN dana jalan itu supaya dapat diproses secara hukum baik oleh Tipikor maupun Kejaksaan Muba, tegasnya. (sof)
DPRD Muba Bahas Dugaan KKN Dnas Jalan Piase
DPRD Muba Bahas Dugaan KKN Dnas Jalan Piase
Sekayu, Agung Post
Sebanyak 300 Kepala Keluarga (KK) masyarakat desa Piase kecamatan Sekayu kabupaten Muba diduga kurang perhatian pemerintah daerah, terbukti sudah sepuluh tahun desa piase mengalami gelap gulita, ibaratnya sekarang ini baru diimingi-imingi buktinya sejak beberapa tahun lalu baru ada Tiang dan kabelnya saja.
Demikian juga masalah jalan sebagai sarana transportasi vital rakyat setempat, APBD Muba pada tahun 2007/2008 dianggarkan dana sebesar Rp1,5 Miliar untuk pembangunan 2,5 Kilometer, ternyata hanya dikerjakan 2 Kilometer saja. Saat ini kondisi jalan tersebut tak uabhnya danau untuk kubangan kerbau, dan hingga berita ini naik cetak belum ada perhatian Pemkab Muba, apalagi mengenai adanya dugaan manifulasi fisik jalan tersebut, termasuk kapan API PLN bakal dialirkan.
Akibat jalan itu rusak parah maka para penduduk sekitar sangat sulit untuk mengeluarkan hasil karet dan sawit, kata Kades Piase, Suganda.
Masih katanya kepada para wartawan, pembangunan jalan mulai dari C- VII desa Sungai Medak sepanjang 2,5 KM dibangun tahun 2007/2008 diduga mengalami penyimpangan karena hanya dikerjakan 2 Km saja. Kondisi jalan sekarang ini, katanya, telah dilaporkan warganya ke PU Muba namun hingga saat ini tidak ada tindak lanjut, demikian juga masalah Api PLN kapan dialirkan belum diketahui. Melalui pemberitaan ini Kades dan masyarakat meminta Pemkab Muba untuk memperhatikan keluhan dan usul kami menyangkut jalan dan api PLN tersebut, harapnya.
Sementara itu Wakil Ketua DPRD Muba, Ir Uzer Effendi Ms ketika dikonfirmasi tentang kerusakan berat jalan didesa piase yang diduga hanya dikerjakan 2 Km itu menyatakan, pembangunan jalan tersebut telah kita anggarkan melalui dana APBD Muba tahun 2007/2008 sepanjang 2,5 km melalui dana sebesar Rp1,5 M.
Kalau pembangunan tersebut tidak sesuai dengan dana anggaran dan Rab proyek yang ditentukan kami akan membahasnya didalan rapat Paripurna dan akan kami pertanyakan kepada saudara Bupati Muba H Fahri Azhari ST, jika terbukti pembangunan jalan itu menyimpang maka sisa dana itu harus di kembalikan kepada Negara. Dan kepada yang terlibat KKN dana jalan itu supaya dapat diproses secara hukum baik oleh Tipikor maupun Kejaksaan Muba, tegasnya. (sof)
Sebanyak 300 Kepala Keluarga (KK) masyarakat desa Piase kecamatan Sekayu kabupaten Muba diduga kurang perhatian pemerintah daerah, terbukti sudah sepuluh tahun desa piase mengalami gelap gulita, ibaratnya sekarang ini baru diimingi-imingi buktinya sejak beberapa tahun lalu baru ada Tiang dan kabelnya saja.
Demikian juga masalah jalan sebagai sarana transportasi vital rakyat setempat, APBD Muba pada tahun 2007/2008 dianggarkan dana sebesar Rp1,5 Miliar untuk pembangunan 2,5 Kilometer, ternyata hanya dikerjakan 2 Kilometer saja. Saat ini kondisi jalan tersebut tak uabhnya danau untuk kubangan kerbau, dan hingga berita ini naik cetak belum ada perhatian Pemkab Muba, apalagi mengenai adanya dugaan manifulasi fisik jalan tersebut, termasuk kapan API PLN bakal dialirkan.
Akibat jalan itu rusak parah maka para penduduk sekitar sangat sulit untuk mengeluarkan hasil karet dan sawit, kata Kades Piase, Suganda.
Masih katanya kepada para wartawan, pembangunan jalan mulai dari C- VII desa Sungai Medak sepanjang 2,5 KM dibangun tahun 2007/2008 diduga mengalami penyimpangan karena hanya dikerjakan 2 Km saja. Kondisi jalan sekarang ini, katanya, telah dilaporkan warganya ke PU Muba namun hingga saat ini tidak ada tindak lanjut, demikian juga masalah Api PLN kapan dialirkan belum diketahui. Melalui pemberitaan ini Kades dan masyarakat meminta Pemkab Muba untuk memperhatikan keluhan dan usul kami menyangkut jalan dan api PLN tersebut, harapnya.
Sementara itu Wakil Ketua DPRD Muba, Ir Uzer Effendi Ms ketika dikonfirmasi tentang kerusakan berat jalan didesa piase yang diduga hanya dikerjakan 2 Km itu menyatakan, pembangunan jalan tersebut telah kita anggarkan melalui dana APBD Muba tahun 2007/2008 sepanjang 2,5 km melalui dana sebesar Rp1,5 M.
Kalau pembangunan tersebut tidak sesuai dengan dana anggaran dan Rab proyek yang ditentukan kami akan membahasnya didalan rapat Paripurna dan akan kami pertanyakan kepada saudara Bupati Muba H Fahri Azhari ST, jika terbukti pembangunan jalan itu menyimpang maka sisa dana itu harus di kembalikan kepada Negara. Dan kepada yang terlibat KKN dana jalan itu supaya dapat diproses secara hukum baik oleh Tipikor maupun Kejaksaan Muba, tegasnya. (sof)
Langganan:
Postingan (Atom)