Kayuagung, Agung Post
Akibat arus pendek listrik sekitar pukul 7.30 beberapa hari lalu, 14 kios di Pasar Pagi Kayuagung ludes terbakar, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini namun kerugian materi ditaksi mencapai Rp200 juta. Api diduga berasal dari kios blok B No 13 milik H Herma, warga desa Bulu Cawang, Kecamatan Kota Kayuagung. Kios ini berisi jualan perabot rumah tangga seperti, spring bed, tikar plastik, ambal serta barang-barang elektronik lainnya. Kobaran api yang menyetan itu sempat membuat para pedagang dan pembeli dipasar saat itu panik, saling bahu membahu dengan peralatan apa adanya warga terlihat berusaha memadam api. Namun, karena api membesar dengan kobaran yang cepat sehingga beberapa kios habis menjadi abu. Selang beberapa saat ketika api membesar datang petugas pemadam kebakaran sehingga tidak terlalu lama sijago merah berhasil dijinakkan. Setelah api padam maka diketahui ada 4 kios berikut isinya ludes sementara 1o kios lainnya mengalami rusak ringan. Belumdiketahui secara pasti akibat kebakaran itu apakah ada yang diperiksa polisi. (icl)
Selasa, 18 Agustus 2009
Jimny Putih Nyasar ke Sungai
Pampangan, Agung Post
Sial tak dapat ditolak, balak tak dapat dielak, begitulah nasib yang menimpa Anuar Sadat, saat mobil Jimny putih milik kakaknya, nyungsep ke Batang hari (sungai, bahasa daerah setempat), akibat terlena di tikungan Jalan Genting antara Desa Ulak Depati dan Desa Kandis, Kecamatan Pampangan OKI. Anuar Sadat, warga Desa Duren Gadis, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, saat ditemui "Agung Post" menuturkan, dak mungkin tepelencok ke Batang ari ini kalu dak gara-gara meneri caset tip mobil. "Masih untung Batang hari ini sudah kering kalu dak merebek masok ayek, dak pacak lagi nak ngelak biar mobil penyat penyot asal nyawo dak melayang," sesal Anuar dengan gaya bahasanya.Walaupun kaki sedikit luka lecet, Anuar dan kedua temannya sempat dibawa warga ke Puskesmas Pampangan, Anuar tetap tenang meskipun terlihat trauma, sambil duduk termenung dan berpikir bagaimana memperbaiki mobil tersebut, karena kerusakannya sangat parah.Disisi lain, seorang warga tanpa baju, berdiri tegap dengan badannya yang hitam karena sengatan matahari, bernama Udin nyeletuk, memecahkan kebisuan, katanya, tak terhitung sudah berapa kali di Jalan Genting ini terjadi kecelakaan, jalannya sempit karena tanah longsor sedikit demi sedikit, seharusnya ada dinding beton di kiri kanan jalan, agar tidak longsor, tutur udin serius. (kdm)
Sial tak dapat ditolak, balak tak dapat dielak, begitulah nasib yang menimpa Anuar Sadat, saat mobil Jimny putih milik kakaknya, nyungsep ke Batang hari (sungai, bahasa daerah setempat), akibat terlena di tikungan Jalan Genting antara Desa Ulak Depati dan Desa Kandis, Kecamatan Pampangan OKI. Anuar Sadat, warga Desa Duren Gadis, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, saat ditemui "Agung Post" menuturkan, dak mungkin tepelencok ke Batang ari ini kalu dak gara-gara meneri caset tip mobil. "Masih untung Batang hari ini sudah kering kalu dak merebek masok ayek, dak pacak lagi nak ngelak biar mobil penyat penyot asal nyawo dak melayang," sesal Anuar dengan gaya bahasanya.Walaupun kaki sedikit luka lecet, Anuar dan kedua temannya sempat dibawa warga ke Puskesmas Pampangan, Anuar tetap tenang meskipun terlihat trauma, sambil duduk termenung dan berpikir bagaimana memperbaiki mobil tersebut, karena kerusakannya sangat parah.Disisi lain, seorang warga tanpa baju, berdiri tegap dengan badannya yang hitam karena sengatan matahari, bernama Udin nyeletuk, memecahkan kebisuan, katanya, tak terhitung sudah berapa kali di Jalan Genting ini terjadi kecelakaan, jalannya sempit karena tanah longsor sedikit demi sedikit, seharusnya ada dinding beton di kiri kanan jalan, agar tidak longsor, tutur udin serius. (kdm)
Warga Muarabaru OKI Babak Belur
Indralaya, Agung Post
Berbagai modus operandi kejahatan kembali bermunculan, seperti berpura-pura sudah kenal, merasa hibah dan lain sebagainya. Modus kejahatan sering terjadi pada sopir kendaraan roda empat. Seperti, dialami Toni bin Kasim (51) warga Jalan Garuda No 3 Kelurahan Lubuk Tanjung, Kota Lubuk Linggau, Mura. Dia kehilangan HP Nokia 6070 saat ban mobilnya tiba-tiba pecah, hal itu terjadi, di Desa Sukaraja Baru, Kecamatan Indralaya Selatan, Ogan Ilir, sekitar pukul 23.00 belum lama ini.Saat mengganti ban, tiba-tiba datang tiga pemuda dengan berpura-pura menolong, semula tanpa curiga, Toni menerima dan merasa tertolong. Namun, perasaan aneh ada dalam hatinya, ketika salah seorang diantara yang katanya dewa penolong bernama Febri bin Herman (19), warga Desa Muarabaru Kayuagung OKI, tak berada lagi diantara mereka, melainkan menyelinap ke depan truk. Diduga saat melihat HP yang terletak di dekat stir mobil, timbul niat jahat untuk mengambilnya. Merasa curiga, Toni bergerak mengikuti pelaku, ternyata benar HP miliknya sudah berpindah tangan maka saat itu juga Toni berteriak maling. Sehingga, mengundang puluhan warga sekitar itu berdatangan dan langsung menangkap pelaku dan menjadi bulan-bulanan warga hingga babak belur. Untung saja dalam waktu bersamaan melintas petugas Polsek Tanjung Batu OI dan mengamankan pelaku dari amukan warga, namun kedua orang teman pelaku berhasil melarikan diri. Ka Polres OI, AKBP Aman Gane SH, melalui Ka Polsek Tanjungbatu OI, Iptu Supli mengatakan, peristiwa kejahatan yang dialami sopir truk, Toni bin Kasim, merupakan salah satu modus operandi kejahatan yang sering terjadi di sepanjang Jalantim Kayuagung-Palembang, lokasi ini merupakan wilayah hukum Polsek Tanjungbatu OI. Tersangka pelaku memang dikenal sebagai komplotan tindak kejahatan yang sering bereaksi di sepanjang Jalintim Palembang-Kayuagung OKI. Lebih lanjut, dihimbau kepada pengendara kendaraan bermotor, untuk berhati-hati dan tidak cepat percaya jika ada orang tak dikenal, lantas menawarkan jasa untuk menolong saat mendapat musibah dijalan, tegas Ka Polsek, Iptu Supli. (gus).
Berbagai modus operandi kejahatan kembali bermunculan, seperti berpura-pura sudah kenal, merasa hibah dan lain sebagainya. Modus kejahatan sering terjadi pada sopir kendaraan roda empat. Seperti, dialami Toni bin Kasim (51) warga Jalan Garuda No 3 Kelurahan Lubuk Tanjung, Kota Lubuk Linggau, Mura. Dia kehilangan HP Nokia 6070 saat ban mobilnya tiba-tiba pecah, hal itu terjadi, di Desa Sukaraja Baru, Kecamatan Indralaya Selatan, Ogan Ilir, sekitar pukul 23.00 belum lama ini.Saat mengganti ban, tiba-tiba datang tiga pemuda dengan berpura-pura menolong, semula tanpa curiga, Toni menerima dan merasa tertolong. Namun, perasaan aneh ada dalam hatinya, ketika salah seorang diantara yang katanya dewa penolong bernama Febri bin Herman (19), warga Desa Muarabaru Kayuagung OKI, tak berada lagi diantara mereka, melainkan menyelinap ke depan truk. Diduga saat melihat HP yang terletak di dekat stir mobil, timbul niat jahat untuk mengambilnya. Merasa curiga, Toni bergerak mengikuti pelaku, ternyata benar HP miliknya sudah berpindah tangan maka saat itu juga Toni berteriak maling. Sehingga, mengundang puluhan warga sekitar itu berdatangan dan langsung menangkap pelaku dan menjadi bulan-bulanan warga hingga babak belur. Untung saja dalam waktu bersamaan melintas petugas Polsek Tanjung Batu OI dan mengamankan pelaku dari amukan warga, namun kedua orang teman pelaku berhasil melarikan diri. Ka Polres OI, AKBP Aman Gane SH, melalui Ka Polsek Tanjungbatu OI, Iptu Supli mengatakan, peristiwa kejahatan yang dialami sopir truk, Toni bin Kasim, merupakan salah satu modus operandi kejahatan yang sering terjadi di sepanjang Jalantim Kayuagung-Palembang, lokasi ini merupakan wilayah hukum Polsek Tanjungbatu OI. Tersangka pelaku memang dikenal sebagai komplotan tindak kejahatan yang sering bereaksi di sepanjang Jalintim Palembang-Kayuagung OKI. Lebih lanjut, dihimbau kepada pengendara kendaraan bermotor, untuk berhati-hati dan tidak cepat percaya jika ada orang tak dikenal, lantas menawarkan jasa untuk menolong saat mendapat musibah dijalan, tegas Ka Polsek, Iptu Supli. (gus).
Kades Tidak Amanah Lengser ke Penjara
Indralaya, Agung Post
Kebenaran pasti datang dan akan mengalahkan kesalahan, sesungguhnya kesalahan pasti akan hancur.
Akibat tidak amanah selama dalam menjalankan tugas, Firdaus (43) Mantan Kepala Desa (Kades) Talangsari, Kecamatan Rantaualai, Ogan Ilir (OI), terpaksa di tangkap Polres OI.
Diduga perbuatan itu, dilakukan saat Firdaus menjabat sebagai Kades Talangsari, Kecamatan Rantaualai OI, periode tahun 2004-2008. Dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang seharusnya dinikmati warga miskin, sebesar Rp13,5juta ditilep alias dikorupsi untuk kepentingan pribadinya. Kasus diselewengkannya dana BLT ini, terungkap setelah yang bersangkutan tak lagi menjabat sebagai Kades, yang sekarang dijabat oleh Syamsul Muin.
Bermula, ketika Kades Syamsul Muin menyalurkan dana BLT tahun 2009 untuk warganya, ternyata ada tujuh orang yang namanya ada, namun sebelumnya tak pernah menerima uang BLT, tapi terdaftar dan menerima dana BLT sebagaimana arsif yang diterima dari Kades sebelumnya. Kontan saja ketujuh orang ini menuntut dana BLT sebelum nya, terlebih lagi mereka merasa tanda tangan bukti peneriamaan uang BLT dipalsukan. Ketujuh orang tersebut yaitu, Lukman (40), Maria (almarhumah), M Nasir (45), Daud (41), Syukri
(55), Nurdin (40) dan Yahmi (50).
Ka Polres OI, AKBP Aman Gane melalui Kanit Tipikor, Ipda Harmiyanto, saat dikonfirmasi "Agung Post" menjelaskan, modus penyelewengan yang dilakukan Firdaus, mantan Kades Talangsari Kecamatan Rantaualai OI sewaktu menjabat Kades, yaitu dengan cara membuat surat kuasa dari ketujuh orang warga kepada dirinya untuk mengambil dana BLT periode tahun 2006 dan priode tahun 2008 pada Kantor Pos Tanjungraja OI, tetapi tanda tangan warga dipalsukan Firdaus, dengan berbekal surat kuasa itu, Kantor Pos Tanjungraja OI mencairkan dana BLT kepada Firdaus. Ironisnya, uang tersebut dipergunakan untuk kepentingan keluarganya.
Pelaku sendiri ketika diminta keterangannya mengatakan, mengakui segala perbuatan nya, dan digunakan untuk membia yai keluarganya yang sedang sakit.
Salah seorang warga Desa Talangsari, Kecamatan Ranatualai OI, yang tidak mau ditulis namanya kepada "Agung Post" mengatakan, benar kata Bupati OI, H Mawardi Yahya, orang pintar sangat banyak, tetapi orang amanah sangat sedikit, pemerintahan ini perlu pemimpin orang-orang yang amanah, jika tidak, maka cita-cita OI sejahtera tidak akan tercapai. Saya selaku warga sangat prihatin jika masih ada pemimpin yang tidak amanah, ungkapnya mengakhiri. (gus)
Kebenaran pasti datang dan akan mengalahkan kesalahan, sesungguhnya kesalahan pasti akan hancur.
Akibat tidak amanah selama dalam menjalankan tugas, Firdaus (43) Mantan Kepala Desa (Kades) Talangsari, Kecamatan Rantaualai, Ogan Ilir (OI), terpaksa di tangkap Polres OI.
Diduga perbuatan itu, dilakukan saat Firdaus menjabat sebagai Kades Talangsari, Kecamatan Rantaualai OI, periode tahun 2004-2008. Dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang seharusnya dinikmati warga miskin, sebesar Rp13,5juta ditilep alias dikorupsi untuk kepentingan pribadinya. Kasus diselewengkannya dana BLT ini, terungkap setelah yang bersangkutan tak lagi menjabat sebagai Kades, yang sekarang dijabat oleh Syamsul Muin.
Bermula, ketika Kades Syamsul Muin menyalurkan dana BLT tahun 2009 untuk warganya, ternyata ada tujuh orang yang namanya ada, namun sebelumnya tak pernah menerima uang BLT, tapi terdaftar dan menerima dana BLT sebagaimana arsif yang diterima dari Kades sebelumnya. Kontan saja ketujuh orang ini menuntut dana BLT sebelum nya, terlebih lagi mereka merasa tanda tangan bukti peneriamaan uang BLT dipalsukan. Ketujuh orang tersebut yaitu, Lukman (40), Maria (almarhumah), M Nasir (45), Daud (41), Syukri
(55), Nurdin (40) dan Yahmi (50).
Ka Polres OI, AKBP Aman Gane melalui Kanit Tipikor, Ipda Harmiyanto, saat dikonfirmasi "Agung Post" menjelaskan, modus penyelewengan yang dilakukan Firdaus, mantan Kades Talangsari Kecamatan Rantaualai OI sewaktu menjabat Kades, yaitu dengan cara membuat surat kuasa dari ketujuh orang warga kepada dirinya untuk mengambil dana BLT periode tahun 2006 dan priode tahun 2008 pada Kantor Pos Tanjungraja OI, tetapi tanda tangan warga dipalsukan Firdaus, dengan berbekal surat kuasa itu, Kantor Pos Tanjungraja OI mencairkan dana BLT kepada Firdaus. Ironisnya, uang tersebut dipergunakan untuk kepentingan keluarganya.
Pelaku sendiri ketika diminta keterangannya mengatakan, mengakui segala perbuatan nya, dan digunakan untuk membia yai keluarganya yang sedang sakit.
Salah seorang warga Desa Talangsari, Kecamatan Ranatualai OI, yang tidak mau ditulis namanya kepada "Agung Post" mengatakan, benar kata Bupati OI, H Mawardi Yahya, orang pintar sangat banyak, tetapi orang amanah sangat sedikit, pemerintahan ini perlu pemimpin orang-orang yang amanah, jika tidak, maka cita-cita OI sejahtera tidak akan tercapai. Saya selaku warga sangat prihatin jika masih ada pemimpin yang tidak amanah, ungkapnya mengakhiri. (gus)
Warga Plaju Korban Tabrak Lari
Indralaya, Agung Post
Kecalakan kembali terjadi di Jalintum Palembang-Indralaya, kali ini korbannya adalah seorang pengendara motor Honda BG 3639 NO bernama Romli (65), warga Jl Kopral Saiman Lrg Pertemuan No 942 Rt 10/04 Kelurahan Baguskuning Plaju, korban tabrak lari ini, akhirnya meninggal di tempat karena mengalami luka sangat parah. Peristiwa naas ini terjadi di Simpang Pelabuhan Dalam Pemulutan Ogan Ilir sekitar pukul 09.45 Minggu (26-7) lalu.
Menurut keterangan warga yang melihat kejadian itu, korban saat itu melaju dari arah Palembang ke Indralaya dan menabrak mobil Carry pick up, hingga ia terpental ke aspal, tiba-tiba dari arah
berlawanan, melintas truk dan langsung melindas korban. Kedua kendaraan, baik pick up maupun truk yang melindas korban telah melarikan diri, alias tabrak lari, ditambah lagi dengan tidak diketahui nomor polisi dan siapa pengemudinya.
Lanjut seorang warga, yang sedang duduk di pinggir jalan, mengatakan, bahwa korban tiba-tiba saja menabrak mobil Carry, mungkin mengantuk akibatnya menabrak mobil Carry, karena terkejut, korban tidak sempat mengerem laju kendaraannya, sopir carry yang melihat mobilnya ditabrak dari belakang, bukannya berhenti, malah tancap gas meninggalkan korban," tuturnya lugas.
Melihat peristiwa kecelakaan ini, warga sekitar masih sempat memberikan pertolongan, walaupun usaha mereka ternyata sia-sia, karena korban telah tewas, kejadian ini ditangani petugas Pos Lantas Kayuara Polres OI, Bripda Kemas Hamid dan petugas lainnya dengan membawa korban ke RSMH Palembang untuk divisum.
Ka Polres Ogan Ilir, AKBP Aman Gane, melalui Kasat Lantas OI, AKP Rahmat Syawal Pakpahan, dan Ka Pospol Lantas Kayuara, Aipda Asep Nanang, membenarkan kejadian tersebut, seraya menghimbau warga agar tidak membawa kendaraan, kalau terasa ngantuk, ucapnya serius. (gus)
Kecalakan kembali terjadi di Jalintum Palembang-Indralaya, kali ini korbannya adalah seorang pengendara motor Honda BG 3639 NO bernama Romli (65), warga Jl Kopral Saiman Lrg Pertemuan No 942 Rt 10/04 Kelurahan Baguskuning Plaju, korban tabrak lari ini, akhirnya meninggal di tempat karena mengalami luka sangat parah. Peristiwa naas ini terjadi di Simpang Pelabuhan Dalam Pemulutan Ogan Ilir sekitar pukul 09.45 Minggu (26-7) lalu.
Menurut keterangan warga yang melihat kejadian itu, korban saat itu melaju dari arah Palembang ke Indralaya dan menabrak mobil Carry pick up, hingga ia terpental ke aspal, tiba-tiba dari arah
berlawanan, melintas truk dan langsung melindas korban. Kedua kendaraan, baik pick up maupun truk yang melindas korban telah melarikan diri, alias tabrak lari, ditambah lagi dengan tidak diketahui nomor polisi dan siapa pengemudinya.
Lanjut seorang warga, yang sedang duduk di pinggir jalan, mengatakan, bahwa korban tiba-tiba saja menabrak mobil Carry, mungkin mengantuk akibatnya menabrak mobil Carry, karena terkejut, korban tidak sempat mengerem laju kendaraannya, sopir carry yang melihat mobilnya ditabrak dari belakang, bukannya berhenti, malah tancap gas meninggalkan korban," tuturnya lugas.
Melihat peristiwa kecelakaan ini, warga sekitar masih sempat memberikan pertolongan, walaupun usaha mereka ternyata sia-sia, karena korban telah tewas, kejadian ini ditangani petugas Pos Lantas Kayuara Polres OI, Bripda Kemas Hamid dan petugas lainnya dengan membawa korban ke RSMH Palembang untuk divisum.
Ka Polres Ogan Ilir, AKBP Aman Gane, melalui Kasat Lantas OI, AKP Rahmat Syawal Pakpahan, dan Ka Pospol Lantas Kayuara, Aipda Asep Nanang, membenarkan kejadian tersebut, seraya menghimbau warga agar tidak membawa kendaraan, kalau terasa ngantuk, ucapnya serius. (gus)
Akhir Dari Penantian
KEHIDUPAN memang tak sejalan sesuai dengan ke
inginan kita, jodoh, rezki, dan maut ada ditangan-Nya. Sebagai ungkapan yang lama tersimpan, kepada "Agung Post" ku ceritakan perjalanan cinta ini, tutur Majenun.
Selama ini hubungan Aq dan Mas seorang cowok yang atletis itu merupakan sosok pemuda pekerja keras cukup akrap. Bila beerada disampingnya Aq merasa nyaman, terkadang Aq pun malu kalau melihat kegigihan dan keuletannya, dalam hati aq berjanji tak akan mengecewakannya.
Hari ke hari kami lalui bersama, sampai akhirnya Aq bekerja di sebuah instansi, Mas pun mendukungnya.
Hampir tiap pagi Mas mengantar Aq, kebahagiaan pun selalu bersama kami, dan untuk merayakan kebahagiaan itu kami pun mengajak teman-teman sekantor untuk makan-makan di rumah teman.
Selang beberapa waktu dari perayaan itu, ada kejanggalan pada diri Mas. Dia tak pernah menghubungi Aq, apalagi mengantar Aq bekerja. Sampai suatu ketika, Aq dihubungi seorang teman Mas dan mengatakan, kalau hubungan kami sudah berakhir, hatiku hancur bagai disambar petir, tak kuasa mendengar kabar itu. Bermula dari kejadian itu, Aq mulai tertutup pada setiap lelaki, rasa takut dan sedih selalu menghantui, walaupun teman-teman sekantor berusaha menghibur, tapi hati terasa berat melupakan Mas.
Sampai suatu ketika, Aq kenal seorang cowok, sebut saja Uda, yang menghubungi Aq lewat HP, entah dari mana dia tahu nomor HP Aq. Uda sering mengirim SMS yang menghibur, dan akhirnya Aq pun berhasil melupakan Mas, saat kami bertemu, Aq merasa telah menemu-kan sosok Mas pada diri Uda, dan akhirnya Aq bersedia ketika uda berniat menikahi Aq. Dalam doa Aq berjanji, akan menyimpan rahasia ini, sampai mati sekalipun, agar tak menyakiti hati Uda. (amr)
inginan kita, jodoh, rezki, dan maut ada ditangan-Nya. Sebagai ungkapan yang lama tersimpan, kepada "Agung Post" ku ceritakan perjalanan cinta ini, tutur Majenun.Selama ini hubungan Aq dan Mas seorang cowok yang atletis itu merupakan sosok pemuda pekerja keras cukup akrap. Bila beerada disampingnya Aq merasa nyaman, terkadang Aq pun malu kalau melihat kegigihan dan keuletannya, dalam hati aq berjanji tak akan mengecewakannya.
Hari ke hari kami lalui bersama, sampai akhirnya Aq bekerja di sebuah instansi, Mas pun mendukungnya.
Hampir tiap pagi Mas mengantar Aq, kebahagiaan pun selalu bersama kami, dan untuk merayakan kebahagiaan itu kami pun mengajak teman-teman sekantor untuk makan-makan di rumah teman.
Selang beberapa waktu dari perayaan itu, ada kejanggalan pada diri Mas. Dia tak pernah menghubungi Aq, apalagi mengantar Aq bekerja. Sampai suatu ketika, Aq dihubungi seorang teman Mas dan mengatakan, kalau hubungan kami sudah berakhir, hatiku hancur bagai disambar petir, tak kuasa mendengar kabar itu. Bermula dari kejadian itu, Aq mulai tertutup pada setiap lelaki, rasa takut dan sedih selalu menghantui, walaupun teman-teman sekantor berusaha menghibur, tapi hati terasa berat melupakan Mas.
Sampai suatu ketika, Aq kenal seorang cowok, sebut saja Uda, yang menghubungi Aq lewat HP, entah dari mana dia tahu nomor HP Aq. Uda sering mengirim SMS yang menghibur, dan akhirnya Aq pun berhasil melupakan Mas, saat kami bertemu, Aq merasa telah menemu-kan sosok Mas pada diri Uda, dan akhirnya Aq bersedia ketika uda berniat menikahi Aq. Dalam doa Aq berjanji, akan menyimpan rahasia ini, sampai mati sekalipun, agar tak menyakiti hati Uda. (amr)
TEMPAT Pembuangan Akhir (TPA)
TEMPAT Pembuangan Akhir (TPA) merupakan tempat penampungan sampah termasuk diantaranya sampah rumah tangga yang kebaradaannya amatlah diperlukan.Jika suatu desa atau wilayah tidak mempunyai TPA, otomatis sampah-sampah akan bersera-kan, sehingga menim-bulkan bau tak sedap dan bibit penyakit. Seperti, keadaan di Kelurahan Payaraman Barat Kecamatan Payaraman Kabupaten Ogan Ilir (OI), peman-dangan tak sedap terlihat kiri kanan jalan utama, terutama di lokasi setelah panglong kayu dan sekitar jembatan.
Fenomena tersebut berlangsung cukup lama, namun belum mendapat perhatian serius dari aparatur Kelurahan setempat, kami sebagai masya-rakat OI yang selalu hilir mudik dari jalan tersebut menyaran-kan agar pemerintah segera menyelesai-kan masalah ini
"Cak mano Pak Lurah, pacak endo ngijoke nyo? tak tau kalu TPA tu memang lokasinyo sudah ditetapkan di sisi kiri kanan jalan bitulah," heeeek bau lodak iko.Q
Langganan:
Komentar (Atom)